
Sayup terdengar suara lonceng yang mengharuskanku untuk membuka kedua mataku, pertama kali aku membuka mata terlihat langit langit yang terukir indah berhiaskan emas membentuk pola seperti matahari, dan kulihat sekilas terlihat dinding yang indah bernuansakan putih seperti pada masa kerajaan seperti yang sering aku lihat dibuku buku komik favoritku.
Pandangan mataku tertuju pada lukisan besar seorang bayi perempuan cantik berkulit putih beramput coklat dan bermata biru keabu\-abuan yang tergantung didinding tepat didepan tempatku saat ini, dan disana aku melihat seorang pria tampan tengah berjalan mendekat dengan membawa seperti handuk kecil di tangan nya lalu dia mulai menyiapkan seperti baju baju kecil yang tersusun didalam lemari sebelumnya.
"Anda sudah bangun apakah tidurmu nyenyak putri ?, hari ini hari pertama kita bersama keluar dari istana untuk menghadiri hukuman untuk kakak ketiga anda putri, dan saya sebagai pelayan anda berjanji akan membuat putri menjadi wanita yang cantik sehingga tidak harus menerima nasib yang sama seperti kakak anda" pemuda itu bicara panjang lebar kepada ku sambil membuka jendela yang ada tepat disamping kanan kamar tidur ku, Eh tapi tunggu putri siapa yang dia ajak bicara akukah itu "Oeekkk, oeekkk" ada apa ini kenapa suara bayi keluar dari mulut ku, hay pelayan apa yang terjadi
"Oeekk".
Aku angkat kedua tangan ku dan yang terlihat adalah 2 telapak tangan mungil yang sedang terkepal, ku gerak kan 2 tangan ku kekiri dan kekanan tangan mungil itu pun mengikutinya. Apa yang sebenarnya terjadi apakah aku didunia lain saat ini kalau seandainya benar aku di dunia lain setidaknya aku hidup sebagai seorang putri, dari cerita yang aku baca di novel atau komik kesukaan ku dulu seorang putri pastilah hidup dengan kemewahan dan kebahagiaan, setidaknya di kehidupan ku yang saat ini aku masih bisa merasakan kebahagiaan disisa hidup yang aku jalani.
Tunggu dulu apa yang dia katakan melepas baju Oh Ya Tuhan aku memang bayi saat ini tapi jiwa ku seperti layaknya wanita 20 tahun, apakah disini tidak ada pelayan wanita yang bisa menggantikan posisi dia saat ini, aku terus meronta saat pelayan pria tadi membuka baju memandikan dan mengganti pakain ku. "Sudah siap putri, hari ini anda rewel sekali tidak seperti biasanya" dia berjalan kearah cermin besar yang berada di sudut kamar yang aku tinggali.
Dia berhenti tepat didepan cermin seorang pemuda tampan dengan bayi perempuan cantik tengah berada di bayangan cermin itu dengan memakai setelan berwarna hitam. " Saya Justin Orlando berjanji untuk selalu melindungi Putri Lovandra Maulvi dari kerajaan Aelius dari bahaya apapun yang akan menimpanya"
Akhirnya selelah beberapa saat aku dan pelayan ku berangkat menuju lapangan penghukuman, sepanjang perjalanan aku hanya melihat beberapa perempuan saja yang ada di istana itupun keadaannya cukup memprihatinkan. ada apa dengan dunia ini kenapa semuanya seolah tak adil bagi wanita, beruntung aku dilahirkan dari keturunan seorang raja bagai mana seandainya aku dilahirkan dari kalangan biasa sungguh aku tidak bisa membayangkannya.
Tidak terasa kami telah sampai ditempat hukuman untuk kakak ketiga ku, disana aku melihat seorang perempuan cantik berusia sekitar 10 tahun sedang menangis dengan kedua tangannya ditali kebelakang dia berdiri bersama seorang laki laki yang tangannya juga diikat serta ada beberapa bekas luka seperti cambukan di seluruh badanya.
Dan disisi lain aku juga melihat seseorang pria dewasa yang duduk diatas kursi besar seperti singga sana dan didampingi 2 anak laki laki duduk di kanan dan kirinya pria itu, aura dingin terpancar dari ketiganya "Putri ke 4 Lovandra Maulvi telah memasuki area hukuman" mereka bersama melihat kearah ku saat nama ku dipanggil, bahkan aku sendiri merasakan sesak ketika masih berada sangat jauh dari mereka.