
Namaku Lucy Anastasya umurku saat ini 20 tahun aku seorang mahasiswa disalah satu Perguruan tinggi di Inggris karena otak yang aku miliki. Jangan tanya tentang keluarga ku, aku bahkan tidak tau apakah aku punya orang tua atau tidak, karena sejak aku kecil hingga saat ini aku bersama ibu pengasuh di panti asuhan yang saat ini menjadi tempatku tinggal, disana aku punya beberapa adik panti yang selalu menunggu ku setiap kali aku pulang dari kerja paruh waktu, mereka sangat menyayangi ku karna memang sejak bayi mereka selalu bersama dengan diri ku.
Seperti gadis biasa aku mempunyai tubuh dibawah rata rata wajahku tidak cantik dan juga tidak jelek aku mempunyai tubuh yang rata tidak terlalu berbentuk, apakah ini yang menyebabkan seumur hidupku belum pernah dicintai oleh seorang laki laki. Terkadang aku berharap bisa dicintai seperti gadis diluar sana,walau aku tidak tau kemana orang tua ku tapi aku sangat bersyukur karna mempunyai keluarga yang sangat hangat di panti asuhan bersama ibu dan adik adik ku, inilah yang menjadi tekatku untuk terus berjuang agar aku bisa menjadi orang yang sukses untuk membahagiakan mereka semua.
Dulu saat usiaku masih 5 tahun aku pernah tesesat aku tidak tau arah kembali ke panti sebab kecerobohan ku mengikuti arah terbangnya balon saat bermain ditaman bersama ibu panti ku, saat aku dilorong gang sempit tampa sengaja aku bertemu dengan sesorang yang sangat misterius dia membawa seorang anak kecil yang sepertinya seumuran dengan ku dia memakai baju kerajaan dengan rambut hitam dan mata coklat yang terlihat indah dimalam hari.
Pria misterius itu menempelkan tanganku dengan anak laki laki kecil disampingnya sekilas aku merasakan nyaman dan hangat terasa di diriku saat itu entah karena apa tiba tiba aku melihat anak laki laki itu terisak cukup keras saat tangan ku masih berada digenggaman nya dan tampa aku sadari air mataku terjatuh karena tangisan anak itu hatiku terasa sangat sakit saat mendengar dia menangis entah karna apa tapi kejadian itu tetap membekas dalam hidupku sampai saat ini.
Aku belari untuk menyebrangi jalan tampa sadar dari sebelah kanan ku ada mobil yang hendak menabrak ku, kaki ku lemas aku tidak bisa melangkah
Ya Tuhan kenapa disaat seperti ini kaki ku seakan mati rasa apakah ini akhir dari hidupku. Bahkan aku belum pernah merasakan cinta, dan aku juga belum bisa membahagiakan ibu dan adik adik ku di panti. badanku terasa remuk ketika benda keras menyentuh badan ku, rasa dingin memenuhi anggota tubuhku dan mataku pun mulai menutup berbarengan kurasakan cairan keluar dari kepalaku.
Ya Tuhan beginilah rasanya kematian bahkan aku belum sempat menyelesaikan studi ku dan bahkan aku belum bisa menemui adik adik panti yang menunggu ku.