
akhirnya Amelia menerima Steven menjadi pacarnya. Hari sudah sore mereka ke vila yang mereka sewa dan membersihkan diri, Amelia masuk kekamar nya dan masih penasaran isi kamarnya itu ia membuka lemari dan laci, ia menemukan buku kuno dan ia menaruhnya di meja dan membersihkan tubuh nya terlebih dahulu baru membaca buku itu.
***
setelah mandi Amelia membawa buku kuno itu ke ruang tamu ia memanggil steven, linda dan yoga mereka duduk bersama dan membaca buku kuno itu.
Didalam buku itu menceritakan sebuah desa yang terkutuk konon katanya banyak orang pendatang kesana untuk berlibur namun mereka tidak bisa pulang dengan selamat satu persatu dari mereka akan menghilang tanpa jejak, bagi mereka kisah ini sangalah menarik namun itu cuman ada di buku tidak mungkin kisah nyata.
"ihh serem banget sihh kisahnya" ucap Yoga ketakutan.
"bro jadi cowo tuh nggak boleh takut ama yang namanya setan" ucap Steven.
Tiba-tiba disekitar mereka berubah menjadi perdesaan banyak orang-orang yang sedang beraktifitas di sana. mereka kaget melihat semuanya berubah seperti yang ada di buku kuno itu, Yoga yang berpegangan kencang dengan steven, Amelia yang bingung kenapa ini seperti yang ada di buku kuno itu.
"Mel, ini kaya desa yang di buku kuno itu ya, kok kita bisa kesini sih" ucap Linda.
"gue juga ga ngerti Lin," ucap Amelia.
"apa kita yang selanjutnya akan hilang? " ucap steven.
"loh jangan ngomong gitu dong stev gue kan belom nikah gue ga mao mati sebelum ngerasain surga kedua" ucap Yoga.
"pikiran loh jauh banget yog, kencing belom lurus aja udah ngomongin surga kedua" ucap Amelia.
"yee, emang loh pernah liat gue kencing" ucap Yoga.
"Bodo ahh," ucap Amelia.
"sebaiknya kita tanya warga untuk pendatang seperti kita ini bisa tinggal di rumah mereka nggak" ucap steven.
"oke, sebelum itu nih pake gelang tangan ini dulu" ucap Yoga.
"buat apa sih make gelang begitu nggak cocok di tangan gue" ucap Linda.
"ini bukan sembarang gelang biasa ini itu biar kita bisa tau lokasi kita masing-masing, biar kalo ada salah satu sari kita ilang dari sini jadi yang lain bisa tau kita itu sekarang lagi dimna" ucap Yoga.
"ohh, yaudah sini gelang nya" ucap steven.
"nih gelangnya kamu pake ya bilang ke aku kalo kamu kenapa-napa" ucap steven kepada Amelia.
"ihh jijik banget sih manggilnya kaya biasa aja loh gue jangan aku kamu akan ga pantes kalo ngomong begitu" ucap Amelia.
"nah gitu dong" ucap Amelia.
setelah memakai gelang yang Yoga kasih merekapun pergi bertanya kepada salah satu bapak-bapak disana yang sedang memotong kayu.
"pak permisi numpang nanya kami boleh tinggal sementara di rumah bapak gak? " tanya Yoga.
"Tidak kalian pasti pendatang pergi dari sini" ucap bapak itu mengusir mereka.
"oh baik Pak kami akan pergi makasih ya" ucap Yoga.
merekapun menjauhi bapak-bapak itu dan ada seorang gadis kecil menghampiri mereka dan menyuruh nya menginap di rumahnya saja, anak kecil itu sungguh baik ia ingin memberi kami tempat menginap.
anak kecil itu bernama Intan, berumur 13 tahun, ia anak yatim piatu,intan termasuk orang pendatang didesa itu ia tidak tahu orang tuanya pergi kemana. selama ini intan mencari makan sendiri ia makan apa adanya. ia menceritakan kejadian yang keluarga mereka alami pas didesa ini..
"kakak-kakak ini menyewa vila di dekat tempat makan ikan bakar ya??" ucap intan.
"ya emang kenapa" ucap Linda.
"kakak menemukan buku kuno di laci? " tanya intan.
"iyya" jawab Amelia.
"karna kakak sudah mengambil buku itu dan membacanya mangkanya kakak ada didesa ini" ucap intan.
"kenapa orang desa di sini terlihat sangat aneh ya? " tanya Amelia.
"itu karena mereka tahu ada pendatang baru di desa ini, itu pertanda buruk, orang yang memakai jubah hitam dan memegang celurit itu akan datang lagi mengambil salah satu dari kalian atau mengambil dua orang, ntah mereka akan datang sekarang atau besok, sama seperti ibu dan ayahku di paksa ikut dengan pria berjubah itu dan hilang ntah kemana"ucap intan.
"apa!! mereka akan membawa kami, ngeri banget sih pake bawa celurit lagi" ucap Yoga.
"ohh jadi begitu dek makasih ya adek mao ngasih tau kami tentang ini," ucap Linda.
"intan kangen dengan ayah dan ibu? " tanya steven.
"ya aku kangen kak" ucap intan.
"kalau kamu kangen kami akan mencari ibu dan ayahmu tapi ada syaratnya" ucap steven.
"syarat nya apa kak" tanya intan.