INDIGO!!!

INDIGO!!!
EPISODE 5 (Steven)



Steven pun menceritakan semuanya ke Amelia dan Amelia menceritakan kepada Linda dan yoga mereka duduk di ranjang dan mendengarkan cerita Amelia.


*Steven.



Namanya Steven ia dari keluarga kaya.


disaat Steven lulus SMA keluarganya hancur ayah dan ibunya bertengkar dan mereka bercerai saat itu Steven sangat sedih ia harus memilih di antar ayah dan ibunya, ia tidak memilih satupun dari mereka ia memilih hidup sendirian. ia pernah bekerja dibeberapa klub malam namun pekerjaan nya itu melayani tante-tante ia menemani minum hingga tak sadarkan diri, ia tidak suka pekerjaan itu dan ia melamar ke satu tempat menjadi tukang pijat.


Disaat melamar jadi tukang pijat ia harus menenandatangani kontrak 1 tahun untuk bekerja disana ia tidak boleh pergi sebelum kontrak itu selesai.


Disaat hari pertama bekerja ia mengira itu pekerjaan yang baik-baik ternyata tidak, banyak wanita yang menunggu untuk di pijat oleh dia. ketika salah satu wanita itu masuk kedalam kamar ia menggoda Steven ia bilang ke Steven.


"jika kamu memuaskan aku hari ini aku akan membayar lebih kepadamu" ucap wanita itu sambil memegang dagu Steven.


"tidak aku tidak mau menyingkir dari pangkuanku" ucap Steven mendorong wanita itu sampai terjatuh.


"auuu.. berani sekali kau mendorong ku" ucap wanita itu.


"Cuihh.. kau wanita ****** menjijikkan sekali" ucap Steven sambil keluar kamar dan menemui bu Dewi.


Disaat masuk ke ruangan bu Dewi Steven langsung mengundurkan diri dan tidak sanggup menghadapi semua wanita ****** yang ada di luar sana. ia mengambil kertas kontrak itu dan membakarnya di depan mata bu Dewi dan pergi meninggalkan nya di sana.


"Steven kau tidak boleh pergi dari sini, penjaga jangan biarkan Steven kabur dari sini" ucap bu Dewi.


"coba saja tangkap aku kalau bisa" ucap Steven sambil berlari ke jalan raya.


Disaat ia berlari ke jalan Raya ia tidak melihat ada mobil yang sangat kencang dan menabrak nya hingga koma di rumah sakit sampai sekarang..


Dan sekarang hanya ada arwah nya yang gentayangan ia beberapa kali meminta tolong kepada orang lain tapi tidak ada yang menolongnya hingga akhirnya ia menemukan Amelia berharap ia bisa menolongnya. membawa arwahnya itu kerumah sakit secepatnya karena tidak banyak waktu baginya jika arwahnya itu tidak kembali ketubuhnya.


*Di apartemen.


setelah Amelia menceritakan semuanya ia meminta saran dari sahabatnya itu.


"menurut kalian apa kita harus menolong Steven" tanya Yoga.


"tapi bagaimana jika itu tidak berhasil? " tanya Yoga.


"yang penting kan kita sudah mencobanya" ucap Amelia.


"oh iyya kapan kami bisa nolongin loh? " tanya Amelia kepada Steven.


"besok pagi" ucap Steven.


"emm.. Mel gue ama yoga pulang duluan ya besok pagi gue kesini lagi ama yoga bye" ucap Linda sambil berjalan pulang.


"oke Lin hati-hati ya di jalan bye" ucap Amelia.


"besok pagi gue ama sahabat gue akan bantuin loh sekarang udah malem pulang sono besok kesini lagi. " ucap Amelia.


"gue ga punya tempat tinggal, gue bolehkan tinggal disini sementarakan? " ucap Steven.


"tapi loh janji ga bakalan macem-macem oke" ucap Amelia.


"oke" ucap Steven sambil tersenyum.


"oh ya loh tidur di sofa gua di kasur" ucap Amelia.


"oke" ucap Steven.


"emm ngomong-ngomong setelah gue bantuin loh, loh bakalan inget ga sama kita pas loh sadar nanti? " ucap Amelia.


"iyya lah gue bakalan inget kalian, kalo boleh gue boleh ga gabung ama geng kalian? " ucap Steven.


"oke, besok kalo loh udah sadar gue bakalan nanya ke sahabat gue dulu kalo mereka setuju loh boleh gabung bareng kita, tapi loh emangnya mao ngikutin kita pecahin misteri-misteri yang ada di penglihatan gue? " ucap Amelia.


"gue mao kok ini juga pasti bakalan seru, yaudah loh tidur sekarang besok loh harus bantuin gue, selamat malam cewe. " ucap Steven


Setelah mengobrol mereka pun tidur.