
Keesokan harinya....
Sekarang sudah jam 07:15, Steven bangun dari tidurnya dan kaget melihat barang yang ada di sekelilingnya itu berantakan,, dan ia tiba-tiba mendengar suara teriakan dari dalam kamar mandi, "astaga siapa yang teriak dari dalem kamar mandi,, oh iya Amelia mana jangan-jangan itu suara teriakan Amelia" Ucap steven bergegas kekamar mandi.
"Amelia!! Kamu ngapain" Ucap steven kaget melihat Amelia yang sedang memegang pecahan kaca dan menggoreskan kaca itu ke tubuhnya,, "tolong aku stev, tolongðŸ˜ðŸ˜" Ucap Amelia sambil menangis,, "kamu lepas pecahan kaca itu dulu" Ucap steven, "nggak bisa stev tangan aku gerak sendiri,, huhu tolong sakit" Ucap Amelia menjerit kesakitan,, steven pun pelan-pelan ke belakang Amelia dan mengambil pecahan kaca yang ada di tangan Amelia, dan membawa Amelia keluar dari Apartemen.
"Kita kedokter ya sayang" Ucap steven sambil menyupir mobil menuju Rumah sakit.
...
Drett.. Drettt... Dret (handphone steven)
"Halo, Lin ada apa? " Ucap steven.
"Loh dimana stev kenapa loh tinggal Amel di apartemen sendirian" Ucap Linda di telepon.
"Apa!! Amelia di apartemen" Ucap steven kaget.
"Iyya, loh emang ada dimana kenapa gak disini, apartemen nya juga berantakan banget" Ucap Linda.
"Emangnya di apartemen Amelia lagi ngapain" Tanya steven.
"Dia kayak biasa, duduk depan cermin, nyanyi, sama nyisirin rambut boneka itu" Ucap Linda.
"Linda itu bukan Amelia,, " Ucap steven.
"Maksud loh apa? Terus kalo ini bukan Amelia terus ini siapa" Ucap Linda.
"Itu mungkin setan yang ada di boneka itu yang menyerupai Amelia" Ucap steven.
"Kenapa luh bisa yakin kalo itu bukan Amelia" Ucap Linda.
"Karna Amelia sekarang ada sama gue di RS" Ucap steven.
"Apa!! Amelia sama loh di RS??Oke sekarang loh ada di RS mana?? " Ucap Linda.
"Gue di RS ind____" Belum selesai berbicara dan tiba-tiba Linda berteriak di telepon.
"AGHHH!! STEVEN TOLONG,, ADUHH SAKIT,,
hihihi kamu tidak boleh pergi dari sini hihihi, kamu akan saya jadikan boneka seperti dia hihihi" Ucap seseorang dari telepon Linda
"Gawat, Linda lagi dalam bahaya" Ucap steven.
Steven pun langsung menelpon yoga dan menyuruhnya pergi ke apartemen.
Di apartemen.
Tok.. Tok.. Tok.. (Suara ketuk pintu)
"Linda?? Kamu di dalam?? Buka pintu nya" Ucap yoga.
Krekk.. (Suara membuka pintu)
"Hihi kamu cari teman kamu ya,, ayo masuk dulu" Ucap seorang yang menyerupai Amelia.
"Makasih mel" Ucap yoga pergi masuk ke dalam.
"Astaga berantakan banget, oh iyya Linda kemana ya?? " Ucap yoga mencoba untuk tenang dan tidak takut.
"Hihihi teman kamu ada di dalam lemari hihihi" Ucap seorang itu sambil tertawa.
Yoga pun buru-buru membuka lemari, dan kaget melihat keadaan Linda yang diikat dan mulutnya di lakban sehingga ia tidak bisa berbicara, dan mata yang di tutup dengan dasi.
Yoga pun langsung memeluk Linda dan membuka ikatan yang berada di tubuh Linda.
"Ada yang terluka nggak?? " Tanya yoga.
"HuhuðŸ˜aku takut, aku mau pergi dari sini" Ucap Linda sambil menangis.
"Oke kalo aku bilang lari, lari ya" Ucap yoga berdiri dan memegang tangan sosok yang menyerupai Amelia.
"Linda cepet lari keluar dari apartemen" Ucap yoga kepada Linda.
"Tapi kamu gimana" Ucap Linda.
"Kamu jangan mikirin aku cepet keluar" Ucap yoga.
"Aku gak akan keluar kalo kamu juga nggak keluar" Ucap Linda.
"Cihh keras kepala" Ucap yoga sambil melempar sosok itu dan menggengam tangan Linda dan berlari bersama menuju keluar apartemen.