
Fov Nito
Sekarang aku sedang berjalan jalan sekalian meningkatkan level ku karena aku ingin
segera meninggalkan dungeon sialan ini.
dan juga aku ingin bertemu dengan teman
temanku lagi, yah... walaupun sekarang aku
berwujud monyet kecil,... tapi aku akan berusaha
untuk mengubah penampilan ku, agar dapat
berkomunikasi dengan lancar dengan mereka.
Sungguh menyedihkan bukan?.
Walaupun sudah berjalan agak lama tapi aku masih tidak menemukan monster berlevel tinggi, karena tujuanku untuk meningkatkan level maka jika aku membunuh monster berlevel tinggi dan juga kuat, otomatis exp yang ku dapat juga akan lumayan banyak kan.
“Sialan aku sungguh ingin segera keluar
dari tempat yang membosankan ini! ” Tapi, sungguh! ini sangat membosankan. Coba kalian bayangkan tinggal di dalam dungeon tanpa sinar matahari dan juga monster dimana mana. Fov Nito end.
Fov author
Hingga akhirnya Nito sampai di depan pintu yang sangat besar. Nito yang tak sengaja menemukan pintu itu penasaran dan hendak membuka pintu itu.
“Pintu apa ini? Apakah ini ruangan boss dungeon lantai 20...”
Tanpa berlama lama lagi Nito membuka pintu itu dengan perlahan hingga dapat terdengar gemuruh saat pintu itu sudah benar benar terbuka lebar.
SWOOSSHH!
Grooaahh!
Auman monster dan angin kencang keluar dari ruangan itu hingga Nito harus menyilangkan tangannya di depan
wajahnya.
“Sudah kuduga ini ruangan boss lantai 20. Yosh kalau begitu saatnya bersenang senang! ” ucap Nito sambil menyeringai lebar.
Nito mengambil Tongkat Sakti dari penyimpanan system. Setelah memegang tongkat saktinya Nito masuk tanpa rasa takut.
Bruk!
Pintu besar yang menutup ruangan kembali tertutup rapat menyisakan Nito dalam kegelapan.
Nito yang melihat itu tidak kaget sama sekali karena dia sudah tau jika kau memasuki ruangan Boss, pintu ruangannya akan tertutup kembali. Dan jika kau ingin keluar darisana kau harus membunuh boss ruangan itu, baru setelah itu kau bisa keluar. Semua pengetahuan itu didapatkan karena Nito suka bermain game dan juga terkadang menonton anime bergenre fantasi.
Tak Tak Tak!
Nito berjalan lurus di ruangan gelap gulita tanpa cahaya sedikit pun. Hingga akhirnya ruangan itu tiba tiba menjadi terang, dapat terlihat Lilin di setiap dinding ruangan menyala dengan api yang berwarna oranye.
Ruangan itu sangat luas, seluas setengah lapangan sepak bola dengan dinding yang di hiasi oleh lilin menyala.
Puluhan meter di depan Nito terdapat singgasana yang sedang di duduki oleh Monster berbadan besar.
Kepalanya terdapat dua tanduk mengarah ke atas, berbadan kekar dan wajah yang sangar.
itu terlihat seperti Minataur persi mahkota. Di tambah dengan para Minataur berada di sisi kanan dan kiri nya namun mereka tidak sebesar Minataur yang sedang duduk di singgasana tersebut.
Minataur yang sedang duduk di singgasana itu menatap ke bawah ke arah Nito dengan pandangan seperti 'Kenapa monyet kecil ini bisa masuk kesini?'
Namun tak lama kemudian Minataur itu memerintah kan pasukan yang berada di sisinya untuk membunuh monyet kecil lemah di depannya.
“Kalian semua bunuh monyet kecil itu! ” ucap nya dengan nada meremehkan. dia pikir Nito hanyalah Monyet yang kebetulan memasuki ruangan itu, tapi dia salah besar!.
Satu Minataur dari sisi kanan maju dengan kayu besar sebagai senjatanya. Dia berjalan dengan wajah meremehkan Nito.
Nito hanya diam tak bergeming dari tempat dia berdiri, Nito yang melihat itu seketika menjadi kesal!.
“Tsk apa apaan muka nya itu” pikir Nito, dia tidak pernah berpikir jika dia akan di remehkan oleh kroco yang lebih lemah darinya.
Groah!
Minataur itu datang dengan kecepatan yang terbilang cepat, menarik tangan kanan yang memegang kayu besar kebelakang lalu mengayunkannya dengan kecepatan yang sangat cepat.
Nito yang melihat serangan itu tidak tinggal diam, dia menangkis serangan itu dengan mudahnya menggunakan tongkat sakti.
Bang!
Ketika dua senjata itu bersentuhan langsung menyebabkan suara menggema di dalam ruangan itu.
Minataur yang sedang duduk di singgasana melihat monyet kecil itu dengan mudahnya menahan serangan yang cukup kuat, membelalakan matanya tidak percaya.
Nito tersenyum mengejek “Kekeke hanya begini? dasar lemah! ”
Minataur yang berada tepat di depan Nito seakan mengerti apa yang Nito ucap kan. Dapat dilihat Minataur itu sangat marah dengan urat menonjol di wajahnya yang jelek. Lalu tanpa berlama lama lagi Minataur itu
langsung menyerang secara membabi
Bam!
Bam!
Bam!
Nito menahannya dengan sebelah tangan menggunakan tongkat sakti nya.
“Hooaamm”
Nito menguap bosan karena serangan yang di lancarkan Minataur itu sangat lemah.
Cukup untuk bermain main! saat nya serius!
Cukup untuk bermain main, Nito memasang wajah serius dan langsung memukul Minataur itu dengan tongkat saktinya yang sudah memanjang dan agak besar.
Bam!
Aaggghhh!
Pukulan Nito mengenai kepalanya hingga dia terpental ke depan raja Minataur. Busa keluar dari mulutnya dengan mata putih menandakan sudah tidak sadarkan diri.
Tak terima dengan itu raja Minataur langsung memerintahkan semua Minataur untuk menyerang monster kecil itu yang tak lain adalah Nito.
“Brengsek apa apaan monyet kecil ini!,, kalian! bunuh dia ! ” perintah Raja Minataur dengan geram melihat tingkah Nito.
Melihat itu, Nito tidak bergeming dari tempatnya dan malah mengacungkan jari tengahnya ke arah Raja Minataur “hehe~ maju kalian anjink! ”
Semua Minataur yang berada di sana termasuk raja Minataur memerah karna marah terlihat urat muncul di wajah mereka.
Grooaahh!
Mereka berteriak marah dan langsung berlari ke arah Nito dengan senjata di tangannya.
Melihat itu Nito tak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri, hingga para Minataur itu mengelilingi nya membentuk lingkaran dengan Nito yang berada di tengah nya.
Para Minataur langsung menyerang mengayunkan senjata yang berada
di tangannya.
... Baiklah
Tidak tinggal diam Nito langsung memutar tongkat saktinya dan berkata dengan lantang.
“Memanjanglah!”
Bang!
Tongkat sakti Nito memanjang, tak berhenti di situ Nito terus memutar tongkat sakti nya hingga memukul mundur para Minataur yang menyerang dirinya.
Diam beberapa saat, dia langsung menekan kakinya di tanah hingga membuat tanah yang dia pijak hancur berkeping-keping, merasa sudah siap dia langsung menyerang satu Minataur itu. Dengan satu kedipan mata dia sudah muncul di depan Minataur itu dan langsung memukul kepalanya menggunakan tongkat saktinya yang sudah berukuran sedang.
Bam!
Satu Minataur terlempar menabrak dinding ruangan hingga membuat dinding retak seperti jaring laba laba.
“Satu tumbang! kira kira tinggal delapan lagi! ”
ucap Nito yang menoleh ke arah para Minataur berwajah bengis.
Tidak peduli dengan itu, Nito kembali melesat dengan sangat cepat lalu memukul satu persatu Minataur itu...
Bam!
Mereka semua langsung tumbang tanpa perlawanan, karena Nito yang bergerak sangat cepat tak membiarkan mereka bereaksi sedikitpun.
Bukk!
Nito menendang mayat Minataur yang tergeletak di depannya ke depan Raja Minataur yang sedang menatapnya dengan sangat marah.
Mendapati tatapan itu Nito sekali lagi tersenyum lebar dan kemudian berkata
“hahaha sini kesini kau bajingan lemah! ” sambil mengacungkan jari tengah nya.
Raja Minataur yang tidak tau dengan acungan jari tengah, tapi dia segera mengerti bahwa itu adalah tindakan untuk meremehkannya.
dengan wajah merah karena marah, urat menonjol di wajahnya sekaligus menggertakan giginya dia berteriak dengan marah.
“Bajingannn!!! ”
*
*
BERSAMBUNG...
***
Semoga kalian suka dengan ch yang agak membosankan ini. kalau suka tinggalkan like, komen and vote.