I Reincarnated As A Monkey?

I Reincarnated As A Monkey?
Membunuh para orc.



Serangan tongkat sakti Nito di tahan oleh pemimpin Orc dengan tangan bergetar. Nito melompat mengambil jarak kemudian menekan kakinya di tanah sehingga membuat tanah yang dia pijak hancur berkeping-keping, Nito melesat menuju pemimpin orc lalu mengayunkan tongkat saktinya secara terus menerus dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.


Bam!


Bam!


Bam!


Serangan Nito terus di tahan oleh pemimpin Orc tapi pemimpin Orc tampak sudah kelelahan


karena Skill poison milik Nito sangat lah mematikan wajar jika makhluk rendahan seperti Orc tidak dapat menahannya, dengan keringat membasahi muka Orc itu dia terus menangkis serangan yang di lancarkan oleh Nito.


“Hahaha rasakan satu skill ku lagi dasar rendahan” Gelak tawa terdengar memenuhi ruangan itu.


“Paralyze” ucap Nito yang kembali melompat ke belakang untuk mengaktifkan skill nya. Nito mengarahkan tangan kirinya menunjuk Orc yang sudah terengah engah . Petir berwarna abu abu muncul di sekitar tubuh Orc itu dan Seketika Orc itu langsung mematung, Orc yang menyadari kalau tubuhnya sudah lumpuh dan tidak bisa bergerak memasang ekspresi ketakutan dengan keringat terus mengalir di pipinya yang hijau.


“Kekeke satu skill lagi dan kau akan mati dasar sialan! ” ucap Nito dengan nada meledek.


“Poison! ” ucap Nito dengan nada lantang.


Setelah mengucapkan kata kata itu tubuh Orc mengeluarkan busa berwarna hijau dari telinga, hidung, dan mata yang sudah berwarna putih. busa putih keluar dari mulut Orc kemudian tubuh Orc itu jatuh ke tanah.


Level up!


Level up!


Level up!


Melihat Orc sudah tumbang Nito menyeringai, tapi tidak dengan Orc yang tersisa mereka bergidig ketakutan melihat pemimpin mereka yang tumbang. Tak selesai di situ Nito yang melihat sisa Orc langsung berteriak dan menyuruh semua Monyet untuk menyerang para Orc yang tersisa.


Beberapa saat kemudian para Orc yang tersisa sudah mati, Monyet monyet langsung memakan mayat mereka begitupun dengan Nito, tapi mereka tidak memakan mayat yang terkena skill poison milik Nito, Bagaimanapun skill poison yang berada di tubuh Orc sangat mematikan.


Nito yang sudah kenyang langsung meninggalkan mayat Orc yang sebagian sudah tinggal tulang Nito melihat sekitar para monyet masih memakan mayat Orc dengan lahap, Nito tersenyum dan langsung duduk bersandar di dinding batu.


Ngomong ngomong tongkat sakti Nito di simpan di penyimpanan system sebelum Nito memakan mayat Orc.


“ha ha ha sungguh menegangkan!, sepertinya level ku naik pesat. Status” Layar biru transparan muncul di depan Nito menampilkan status yang di miliki Nito.


[NAMA : NITO]


[RAS : Monyet]


[USIA :2 TH]


[LEVEL :30]


MP :523


STR :10


AGI :10


DEF:10


INT :10


POIN STATUS :50


POIN SKILL :12


SKILL


[Paralyze] Lv6 [20] MP


[Poison] Lv5 [20] MP


SKILL SPESIAL


[—]


ELEMEN


[SUN]


“Oh? ada poin skill dan juga poin status ku sudah sangat banyak. Sebaiknya ku gunakan semuanya! ” ucap sambil memegang dagunya


Kemudian Nito menggunakan poin statusnya ke STR 20, AGI 25, dan DEF 5. Nito lebih memilih AGI dan STR bukan tanpa sebab, dia ingin kecepatan dan kekuatannya bertambah. dan memilih menjadi petarung yang Condong ke AGI.


Tidak lupa menggunakan poin skill nya Nito menambahkan 5 untuk poison dan 5 untuk paralyze.


NAMA : NITO]l


[RAS : Monyet]


[USIA :2 TH]


[LEVEL :30]


MP :523


STR :30


AGI :35


DEF:15


INT :10


POIN STATUS :0


POIN SKILL :0


SKILL


[Paralyze]Lv 11[20] MP


[Poison]Lv 10 [20] MP


SKILL SPESIAL


[—]


ELEMEN


[SUN]


“hmm... seperti nya cukup untuk hari ini!” ucap Nito kemudian dia menghilangkan layar biru transparan di depan wajahnya.Ketika Nito berdiri dan meregangkan tubuhnya kejadian tak terduga pun terjadi di depannya.


BUUUK!


Ratusan Monyet di depannya bersujud kepada Nito, Nito yang melihat itu pun heran namun tak lama kemudian dia tau maksud dari para Monyet yang sedang bersujud.


“Apakah kalian ingin aku menjadi raja kalian? ”


ucap Nito sambil menunjuk wajahnya sendiri


Note : dalam bahasa Monyet ya anj.


Para Monyet menganggukkan kepalanya dan kemudian bersujud kembali. Melihat para Monyet yang ingin menjadikan dia Raja nya Nito kemudian tidak menolak nya. Menurut dia akan lebih gampang jika menjadi Raja para Monyet dan memanjat menara bersama dengan mereka.


Itu memudahkan nya mengingat jika memanjat seorang diri lalu mendapatkan masalah yang tak terduga dia dapat meminta bantuan para Monyet.


“Baiklah! angkat kepala kalian.Dan ayo kembali ke tempat kita semula! ” ucap Nito, Karena Nito merasa tidak nyaman jika terus bersujud di depannya.


Para Monyet itu bangun dan kemudian kembali pulang ke tempat mereka semula melalui jalan yang mereka lalui, Nito berjalan di depan memimpin para Monyet.


Satu jam kemudian...


Di perjalanan mereka tidak menemukan monster apapun dan terus melanjutkan perjalanan. hingga beberapa saat kemudan


Mereka sudah sampai di tempat tujuan, para Monyet langsung duduk, tidur dan ada juga yang berkeliaran di sekitar tempat itu. Nito berbaring secara menyamping menghadap para Monyet, dampingi oleh dua monyet yang sedang mengipasi dirinya.


Hingga beberapa saat kemudian Nito menguap menandakan bahwa dirinya mengantuk.


Ah ngantuk sekali...


Batin Nito sambil menguap


Kemudian Nito menyuruh kedua monyet yang mengipasi nya untuk berhenti dan kembali ke tempat mereka masing masing, Karena Nito ingin tidur dengan tenang.


Nito menutup matanya tanda dia sudah tertidur. Kemudian karena di luar juga sudah malam para monyet yang berada di dungeon juga mengantuk dan memutuskan untuk tidur.


Satu hari kemudian...


Tak ada yang berubah Nito hanya bermalas malasan dan jika sudah waktunya makan Nito akan memimpin para monyet berburu. Di hari itu mereka melawan gerombolan serigala, namun karena ada Nito dan juga jumlah monyet yang sangat banyak tentu mudah untuk mengalahkan mereka.


Hingga satu minggu pun terlewati...


Kini Nito sedang duduk di singgasana nya yang terbuat dari batu. Singgasana itu di buat oleh para monyet untuk Raja mereka, Tentu saja Nito tidak menolak dan membiarkan apa yang mereka lakukan.


“Hmm... apakah sudah waktunya aku memanjat menara? Mmm... Sebaik nya menunggu level ku 70 lebih bagus. ”ucap Nito yang mengurungkan niatnya untuk menanjat menara. karena menurut dia di level sekarang dia masih lah lemah.


Ngomong ngomong, level Nito sekarang 50 masih terbilang kecil mengingat Boss di setiap lantai sangat lah kuat. mungkin saja sudah ada yang berlevel 100 dan kemungkinan last boss sudah melampaui level 100 maka dari itu Nito tidak mau terburu buru.


“Jalan jalan dulu lah sekalian leveling. ”gumam Nito meninggalkan singgasana itu dan meninggalkan para Monyet yang berada di sana.