I Reincarnated As A Monkey?

I Reincarnated As A Monkey?
Penyerangan monyet.



Setelah mencoba Skill nya Nito beristirahat sebentar dan langsung pulang ke gerombolan para monyet. Bagaimana pun bersama para monyet adalah pilihan terbaik karena Nito yang sekarang masih lemah.


Di perjalanan Nito tidak menemui monster yang mengancam nyawa, palingan hanya monster berlevel rendah Nito membunuh mereka untuk meningkatkan level nya.


Setibanya di sana para monyet itu masih sama seperti terakhir kali di lihat oleh Nito mereka masih berdiri dan juga ada yang tidur entah menunggu apa. Kemungkinan mereka menunggu monster yang mendekat setelah itu mereka habisi dengan cara mengeroyoknya.


Ngomong ngomong, Tongkat Sakti Nito juga sudah di simpan di penyimpanan system. Awalnya Nito tidak tau jika system bisa menyimpan barang tapi setelah Nito menanyakan apakah bisa menyimpan barang system berkata 'Ya'


“Huff sungguh hari yang melelahkan, Sebaiknya aku tidur saja. Dan juga kenapa di sini tidak ada sinar matahari? ” Nito menggerutu sebab di Dungeon ini tidak ada sinar matahari sedikitpun palingan hanya batu kristal yang menancap di batu yang menjadi penyinar di Dungeon ini.


Setelah itu Nito merebahkan tubuhnya di bawah monyet monyet yang sedang tidur. Setelah itu Nito tertidur pulas, Nito tampak masih kelelahan karena pertempurannya dengan ular itu. Bukan tanpa sebab, Nito masih berlevel rendah dan bertarung melawan Monster kuat itupun karena Monster nya sudah kelelahan akibat melawan Serigala Merah.


Ke esokan harinya...


Nito terbangun dari tidurnya disana tampak seluruh monyet sudah tidak ada lagi yang tertidur.


Nito berdiri dengan kedua kaki kecilnya kemudian ia mengusap kedua mata nya menggunakan kedua tangannya, Nito berjalan ke kumpulan para monyet itu.


“Kenapa tidak ada yang tidur? apakah sudah waktunya berburu? ” gumam Nito yang sudah berada di tengah tengah kumpulan monyet itu


Khiiikk!


Khiiikk!


Semua monyet yang berada di sana berteriak


seolah olah akan menghadapi pertarungan.


Kemudian para monyet itu berjalan bergerombol menuju ke arah barat


Nito yang melihat itu tidak tinggal diam, karena Nito merasa mereka akan berburu dia juga mengikutinya. Nito merasakan lapar di perutnya maka dari itu mau tak mau dia harus mengikuti para monyet itu.


“Hmm tampaknya mereka akan berburu! aku juga sedang lapar sebaiknya ikuti mereka saja.”


Nito terus mengikuti para monyet itu, ,di perjalanan mereka tidak menemukan satu monster pun. Hingga tak terasa mereka sudah berjalan sekitar satu jam an.


Kroeekk!


Kreyek!


Akhirnya mereka menemukan monster tapi yang mereka temui adalah sekumpulan orc.


Jumlah Orc itu sekiranya delapan dengan ukuran sebesar gajah.Kulit mereka hijau, taring yang menonjol ke atas dan bermuka jelek, tapi tubuh mereka kekar dan juga mereka memegang sebuah kayu di tangan nya.


“Orc? Apakah para monyet memakan Orc juga?”gumam Nito yang baru sampai di depan kumpulan Orc itu. Jarak mereka cukup jauh sekira nya 200 Meter, oleh karena itu Orc belum menemukan mereka dan juga karena kurangnya sinar matahari menyamarkan para monyet itu di kegelapan.


Para monyet yang melihat ada Orc di depan mereka langsung berlari menyerang ke arah Orc itu, Tapi Nito masih berdiri di tempatnya.


Para monyet itu terus berlari ke arah Orc mereka mulai melompat ke tubuh Orc untuk menggigit mereka. Namun Orc tidak sebodoh itu membiarkan musuhnya menyerang tanpa perlawanan dari nya, Orc Orc itu langsung mengayunkan kayu besar yang berada di tangannya dengan membabi buta hingga menerbangkan para monyet yang hendak menyerang nya.


Para monyet yang di pukul mundur itu tidak menyerah mereka langsung menyerang kembali tapi Orc Orc itu terlalu kuat mereka tidak tumbang tumbang meski sudah ada puluhan monyet yang menggigit tubuh mereka.


“Sebaiknya aku bantu para saudaraku ini!. Jika mereka mati bagaimana nanti aku akan mencari makan?!” ucap nito yang sudah memegang Tongkat sakti di tangan kanan nya.


Nito berlari dengan cepat ke arah Orc yang membabi buta itu, lalu Nito melompat ke atas dan memutar tongkat saktinya. Orc yang melihat ada monyet yang menggunakan senjata keheranan dan hendak menghindar namun sudah terlambat baginya.


“Membesar lah! ”


Kepala Orc itu hancur dengan gumpalan dari dari kepalanya menyembur kemana mana.


“Haha rasakan itu dasar sialan! ” ucap Nito dengan nada mengejek yang melihat tubuh Orc itu tumbang ke tanah tanpa kepala. Para monyet yang melihat Nito langsung terkejut dan mereke langsung memasang wajah senang dan melompat lompat.


“Sebaiknya aku tidak boleh senang dulu!, masih ada tujuh Orc lagi” Nito memandang ketujuh Orc yang masih bertarung melawan para monyet.


Nito berlari Zig-zag dengan cepat setelah ia sampai di dekat tubuh Orc ia mengayunkan tongkat sakti yang sudah mengecil kembali.


“Membesar lah! ”


Tongkat sakti yang di ayunkan oleh Nito membesar lalu mengenai bagian kanan perut orc. serangan dari Nito langsung menerbangkan Orc itu. Orc itu melesat dengan cepat dan menabrak dinding batu hingga membentuk jaring laba laba. kemudian para monyet yang melihat Orc yang di dinding batu langsung berlari ke sana dan menyerang Orc yang sudah tak sadarkan diri dengan busa keluar dari mulutnya.


Level up!


Level up!


Level up!


Para Orc yang tersisa berhenti sejenak dari pertarungan mereka menoleh ke pada dua Orc yang sudah mati, mereka sangat marah urat urat muncul di kepala mereka. lalu mereka menoleh kan kepala mereka menatap Monyet yang sedang memegang Tongkat kecil. Para Orc yang melihat monyet itu tampak waspada.


“Kekeke sekarang giliran kalian berdua! ” Nito kembali berlari ke salah satu Orc yang lebih besar dari semua Orc yang berada disana.


Seperti nya dia adalah pemimpin mereka!


Pikir Nito sambil berlari ke arah Orc itu Nito memegang Tongkat sakti nya di tangan kanan dan menarik nya kebelakang hendak mengayunkannya.


Pemimpin Orc yang melihat Nito berlari kearahnya langsung memasang kuda kudanya siap menerima serangan yang akan di luncurkan oleh Nito.


Sebelum sampai Nito terus berlari dengan lincah dan naik ke atas dinding batu dekat pemimpin Orc itu, Nito melompat ke arah pemimpin Orc. menarik tongkat saktinya ke belakang kemudian menyeringai dan berkata “Poison”


Seketika tubuh Orc itu mengeluarkan cairan berwarna hijau dari seluruh lubang tubuhnya.


Orc itu kaget dengan perubahan tubuhnya dia sempoyongan hendak jatuh tapi terus menahannya dan pokus ke arah Nito yang hendak memukulnya.


Sebelum Nito mengayunkan tongkatnya dengan seluruh kekuatannya dia kembali berkata dengan lantang.


“Membesar lah! ”


Tongkat Sakti yang sudah di ayunkan dengan vertikal oleh Nito membesar sebesar batang pohon kelapa tapi hanya setengah yang membesar karena menyesuaikan pegangan Nito.


BOOM!


Dentuman keras memekakan telinga semua makhluk hidup yang berada di sana. Cincin angin berwarna abu abu tercipta dari benturan antara Serangan Nito dan Pemimpin Orc.


...*...


*


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like, komen and vote. bodo amat mau dukung apa kagak.