I Reincarnated As A Monkey?

I Reincarnated As A Monkey?
ke kota.



Hutan lebat dengan pepohonan rindang berwarna hijau segar di tambah rumput yang menghampar luas, angin sepoi sepoi dapat dirasakan di sana oleh kedua siluet berbentuk manusia.


Swosh!


“mm mm mm... ” Nito menggumamkan nada yang cukup merdu sendirian di antara lebatnya pepohonan dengan angin sepoi sepoi yang dapat ia rasakan. Karena terlalu bersemangat sampai sampai ekor nya juga terlihat bersemangat, dia menggoyangkan ekor nya ke kanan dan ke kiri.


Suasana hatinya sedang baik sekarang, dapat keluar dari dungeon yang sudah mengurungnya selama belasan tahun, di tambah dengan pertemuannya dengan Carmila.


Carmila tersenyum hangat saat melihat Nito yang begitu bersemangat di sisinya, saat dia melihat ekornya yang bergoyang goyang dia secara reflek mulai memegangnya dengan cukup keras.


“Hiiikk... ”


Kaget dengan itu, tubuh nya yang menggeliat menoleh ke arah Carmila yang sedang memegangi ekornya yang berwarna coklat.


“H-hey hentikan itu... ” ucapnya dengan nada geli.


Melihat itu Carmila tidak langsung melepaskannya dan malah menggunakan kedua tangannya untuk memegang ekor Nito yang berbulu lembut.


“Hehe... ”


“He-hentikan... itu sangat geli”


Carmila tidak menghentikan itu malahan hanya tertawa saat melihat Nito menggeliat geli, hingga pada akhirnya Carmila melepaskannya dan lanjut berjalan tanpa arah tujuan. Mereka hanya mengobrol ringan di iringi dengan tawa


ringan.


Tapi yang mereka tidak tau ada banyak bahaya


di hutan itu, Nito tidak peduli dengan itu toh dia adalah orang yang sangat kuat di tambah dengan Carmila, mana ada monster yang berani mendekati mereka. Hanya dengan aura mereka saja mungkin monster sudah tau jika mereka itu tidak boleh mereka serang.


Kembali ke topik Nito dan Carmila sudah berjalan sekitar satu jam, di perjalanan mereka tidak menemukan bahaya satupun dan dengan lancar terus berjalan.


“Hey Nito kapan kita sampai.. ” tanyanya dengan nada bosan.


“Sebentar lagi... ” Jawab Nito dengan senyum hangat terukir di wajahnya saat dia menatap Carmila yang tampak sudah bosan.


“mm... ”


Mereka terus berjalan tapi setelah puluhan menit mereka berjalan, Nito mendengar teriakan manusia dan juga auman monster.


“Aaakkhh! ”


Mendengar itu Nito menoleh ke arah Carmila .


“Ayo kita lihat dulu ” ucap Nito kepada Carmila.


Carmila hanya mengangguk, Mereka mulai melompat ke atas pohon dan berdiri di atas pohon, meloncat dahan ke dahan akhirnya mereka menemukan lima prajurit yang sedang melindungi kereta kuda. Mereka di kelilingi oleh serigala merah darah.


Melihat itu Nito tidak menolongnya dan malah menonton dengan wajah datarnya, begitupun dengan Carmila dia tidak menunjukan ketertarikan untuk menolong mereka.


Menoleh kepada kekasihnya dia mulai berbicara.


“Apakah kau mau menolong para manusia ini ”


tanya Nito dengan nada malas sekaligus wajah datarnya.


“Ah! biarkan saja para manusia ini di cabik cabik oleh monster itu... entah kenapa aku sangat jijik saat melihat mereka. ” balasnya.


Mendengar itu Nito kembali menoleh melihat para prajurit yang sedang bertarung dengan monster, Nito tidak kaget dengan balasan Carmila karena dia juga merasakan rasa jijik yang bisa di bilang sama dengan Carmila. Rasa itu membuat bingung Nito dia berpikir apakah karena dia bukan lagi manusia? .


“Huff ayo kita selamatkan mereka... mungkin kita akan mendapatkan tumpangan gratis dan tidak perlu berjalan lagi”


Mendengar apa yang akan di lakukan oleh kekasihnya dia tidak akan menolaknya. mengangguk setuju lalu mereka mulai turun ke bawah.


Berjalan menghampiri prajurit yang sedang mati matian bertarung, lalu Nito mulai berkata.


“Hey apakah kalian butuh bantuan? ”


Melihat ke belakang prajurit yang sedang menahan serangan serigala itu langsung berteriak.


Nito mengangguk lalu mengeluarkan Skill 'intimidasi'.


Swoosshh!


Tiba tiba angin bertiup kencang aura intimidasi meluap keluar dari Nito tapi Nito hanya mengarahkannya kepada para Serigala Merah.


Merasakan intimidasi yang begitu kuat serigala merah itu mulai berlari meninggalkan para prajurit dengan kepala tertunduk.


Para prajurit mulai menghela nafas lega dan mengucapkan Terima kasih kepada Nito.


Sungguh orang yang sangat kuat!, dia bisa mengusir serigala merah hanya dengan tatapan mata nya saja!


Batin para prajurit itu.


Nito kemudian menanyakan arah ke kota terdekat.


“Apakah kalian tau kota terdekat dari si-? ”


Sebelum menyelesaikan perkataannya ada suara seorang gadis terdengar dari belakang


“ saya sungguh berterima kasih atas pertolongan anda, apakah anda akan pergi ke kota terdekat dari sini? ”


“Kalau iya, Sebaiknya tuan ikut dengan kami, karena kami juga akan pergi ke kota yang terbilang sudah cukup dekat dari sini! ”


Gadis yang mengenakan gaun yang sangat mewah berbicara sopan kepada Nito.


Berpikir sejenak, Nito menoleh ke arah Carmila lalu dia mengangguk. Menyetujui tawaran gadis itu akhirnya mereka di ajak masuk kedalan kereta kuda.


Gadis itu juga memperkenalkan dirinya kepada Nito dan Carmila. Dia bernama ariani avalon, dia adalah putri dari Kerajaan avalon, ariani sedang melakukan perjalanan pulang ke kerajaannya, sungguh tidak terduga mereka bertemu dengan seorang putri dari Kerajaan, Nito memperkenalkan dirinya juga, begitu pun dengan Carmila.


Oh ya, ekor Nito juga sudah dia hilang kan menggunakan Sihir penyamaran. Akan repot jika yang menolong mereka adalah manusia berekor , walaupun di dunia ini ada ras demi human yang tubuh mereka adalah setengah hewan dan setengah manusia. tapi Nito berbeda, dia terlahir sebagai monyet yang yang berevolusi.


Tak terasa berjam jam pun sudah berlalu sejak Nito menyelamatkan putri dari Kerajaan avalon,


di perjalanan mereka tidak menemukan monster yang menyerang, hingga kini mereka sudah berada di kota dengan istana besar dan megah di tengah tengah kota.


Kereta kuda mereka berhenti saat hendak memasuki kota, mereka di hentikan oleh penjaga gerbang.


“Berhenti... keluarkan kartu Identitas kalian! ” kata seorang penjaga gerbang itu dengan nada nya yang terdengar tegas.


Mendengar itu ariani menghentikan mengobrol nya bersama Nito dan Carmila, dia membuka jendela kereta kuda dan menunjukan wajahnya.


Penjaga gerbang yang melihat bahwa itu adalah putri dari Kerajaan nya segera mempersilahkan nya masuk, dan juga dia meminta maaf kepadanya karena sudah memberhentikan.


“Maaf kan hamba putri... ”


“ya... itu juga bukan salahmu. ”


Setelah itu mereka mulai memasuki kota, banyak pedagang di pinggiran jalan kota itu, mulai dari makanan, minuman,baju dan lain lain. setelah di tengah tengah kota kereta kuda itu berhenti dan dapat terlihat dua orang keluar dari sana, mereka adalah Nito dan Carmila.


“Ayo kita cari penginapan terlebih dahulu... setelah itu membuat rencana untuk kedepannya. ”


“Oke”


*


*


BERSAMBUNG....


**Segini dulu ya boy... kalau kalian suka dengan ch yang membosankan ini di harapkan like, dan komen.


Salam dari author...


Bye**...