I Reincarnated As A Monkey?

I Reincarnated As A Monkey?
Bersama?.



Setelah mencoba skill barunya Nito memutuskan untuk untuk tinggal disana.


karena tempat itu sangat pas untuk monyet seperti dia.


hari berganti hari, bulan berganti bulan tahun berganti tahun. Nito menghabiskan beberapa tahun hanya untuk bermalas malasan di lantai 21 setelah dia memiliki skill yang bisa membuat dia berevolusi beberapa tingkat.


tingkat 1 hanya bertambah besar sampai se ukuran serigala, tingkat 2 Nito bisa berdiri layaknya manusia dan tingginya se ukuran manusia 15 tahun, tingkat 3 tubuh Nito sepenuhnya berubah kulitnya yang berbulu lebat kini sudah tidak ada di gantikan dengan kulit manusia yang halus, tapi Nito masih


mempunyai ciri khasnya sebagai monyet.


yaitu dia masih mempunyai ekor.


15 tahun kemudian...


BAAAMMM!


“Hahaha rasakan itu dasar anjink najis! ” Seorang pemuda yang tampan sedang berhadapan dengan anjing berkepala tiga. Anjing itu berwarna hitam legam gigi yang sangat runcing dengan air liur mengalir di sudut mulutnya.


Namun pemuda yang sedang berhadapan dengan anjink itu tidak merasakan takut dia


malah mengejek sambil tertawa, bukan tanpa sebab, dia berhasil membuat satu dari tiga kepala anjing hancur.


Pemuda itu berperawakan tinggi rambut nya berwarna coklat kemerahan, iris mata nya yang berwarna kuning dengan di tengah nya terdapat garis vertikal seperti predator, alis nya yang bagaikan pedang dengan wajah nya berwarna putih yang membuat siapa saja akan takjub dengan ketampanan pemuda ini.


Dia hanya memakai celana, bertelanjang dada menampilkan otot perutnya. Sambil memegangi tongkat nya yang sudah tidak asing bagi pembaca.


“Baiklah mari kita akhiri ini Kerberos! ”


Pemuda itu yang tak lain adalah Nito memasang kuda kudanya, Menekan kakinya di tanah matanya pokus kedepan mengarah ke arah kerberos lalu...


“God speed! ”


Swoosshhh


Nito melesat dengan sangat cepat memukul satu persatu kepala kerberos hingga hancur merasa kepala musuh sudah hancur Nito


lalu berhenti dan membelakangi kerberos.


“Bladeless king! ” (Raja tanpa pedang).


******!


Brukk!


Darah memancur dari leher anjing berkepala tiga, lalu anjing berkepala tiga itu langsung tumbang. Nito berbalik menatap anjing besar berkepala tiga yang sudah tak bernyawa itu.


Nito berjalan santai lalu berjongkok di depan mayat kerberos dia bergumam dengan wajah heran.


“Ck lemah sekali!... apakah boss lantai 90 memang selemah ini? atau aku yang sudah sangat kuat? ”


Merasa tidak ada gunanya terus menggerutu Nito, memasukan tongkat saktinya ke penyimpanan system lalu berjalan ke arah dinding yang sama persis seperti ruangan boss lantai 20.


Nito menekan dinding ruangan itu lalu...


Crekk..


Drreeett


Dinding ruangan yang tertutup itu kemudian terbuka menampilkan semua harta yang dimiliki ruangan itu.


Emas, berlian dan kotak yang sama persis seperti di lantai 20 ada disana. Nito berjalan dengan santai kesana.


“System simpan semua harta yang ada di sini! ”


Baik tuan!


Semua harta yang berada di sana langsung memancarkan sinar berwarna putih lalu tiba tiba menghilang entah kemana. tentu saja itu karena system menyimpannya.


Serasa sudah tidak ada lagi urusan di ruangan itu, Nito berjalan ke sudut ruangan


yang terdapat lingkaran sihir, dia berdiri di tengah tengahnya.


Cahaya menyelimuti tubuhnya dan langsung menghilangkan dia dari sana.


Lantai 100.


“Huff sungguh membosankan... ” ucap wanita cantik yang sedang menguap di singgasananya yang sangat megah.


Rambutnya berwarna perak, iris mata berwarna merah dengan garis vertikal di tengah bagaikan predator , alis hitam bagaikan pedang dengan kulit putih pucat yang membuat nya tampak sangat cantik.



“Sudah lima belas tahun aku berada di sini...


apakah Nito baik baik saja?”


Dia bergumam seorang diri sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi di belakang nya.


Cahaya berwarna putih tiba tiba muncul belasan meter di depan wanita itu, dia kaget dengan itu tapi beberapa detik kemudian dia menenangkan diri dan masih duduk disana dengan wajah datar menatap ke depan.


Dari cahaya itu muncul siluet manusia berambut coklat dengan ekor berbulu coklat di belakangnya, dia menoleh kan wajahnya ke kanan dan ke kiri sampai matanya tertuju ke depan.


Manusia berekor itu yang tak lain adalah Nito


berjalan ke depan sambil terus menatap wanita cantik yang sedang menatapnya dengan wajah tenangnya.


“ehem hallo nona cantik, bisa kau katakan ini lantai berapa? ” tanya nito.


“.... ”


Wanita itu mengabaikan Nito, dia memunculkan banyak pedang entah darimana, pedang itu mengarah kepada Nito, dengan wajah datar nya dia melambaikan tangannya ke arah Nito. Dengan lambaian tangan itu semua pedang langsung melesat ke arah Nito..


Swishh


Merasakan ancaman darinya Nito kemudian mengambil tongkat saktinya di ruang penyimpanan system. Nito memutar tongkat saktinya menggunakan kedua tanggannya ke depan, agar semua pedang yang mengarah ke padanya dapat tertahan.


Bang!


Bang!


Bang!


Semua pedang itu terjatuh ke tanah karena Nito menahannya dengan memutar tongkat saktinya , Nito melompat ke belakang mengambil jarak kemudian dia bergumam.


“System periksa statusnya ”


“Baik tuan”


Nama : Carmila


Ras :Vampir


Usia :-


Level :210


HP :43967


MP:10298


Skill



Elemen


[Dark, Fire]


“Eh? .. ” Nito kaget sekaligus tidak percaya dengan layar berwarna biru transparan di depannya, dia menatap wanita itu dan layar biru transparan di depannya secara bergantian.


Wanita itu melambaikan tangannya kearah Nito


membuat pedang pedang itu melesat kearah Nito. Nito yang segera tersadar langsung berteriak kepada wanita yang berada di depannya.


“Ca-Carmila... ” teriak Nito dengan nada gagap


Wanita itu kaget dengan perkataan yang baru saja Nito ucapkan segera dia menghentikan serangannya. Carmila yang bingung dengan orang yang berada di depannya yang bisa tau namanya segera menatapnya dengan tajam.


“Kenapa kau bisa tau nama ku?! ” balasnya dengan niat membunuh terpancar dari nya.


Nito yang mendengar itu langsung melanjutkan perkataannya.


“a..ku Nito ” jelas kembali Nito dengan nada rindu dapat terdengar dari ucapannya.


Carmila yang mendengar Nama orang yang dia 'cintai' langsung menatap Nito dengan penuh harap. dia kembali bertanya.


“Be-benarkah? ”


Nito yang mendengar itu tak menjawabnya melainkan berlari ke arah carmila dan langsung memeluknya dengan erat.


Nito mengeluarkan air matanya di pelukan Carmila, Carmila yang mendapati dirinya di peluk oleh orang yang dia cintai langsung membalas pelukannya dan menangis karena rindu .


Beberapa saat kemudian mereka sudah menenangkan diri, Nito dan Carmila duduk di singgasana itu dengan Nito yang membiarkan Carmila duduk di atas pahanya.


“Aku tidak menduga akan bertemu denganmu disini!? ” kata Nito yang melihat orang yang dia cintai sedang duduk di pahanya menghadap dirinya.


Mendengar itu Carmila menjawabnya dengan senyum “yah... aku juga sudah sangat rindu denganmu” wajahnya memerah saat dia melihat Nito.


Melihat itu Nito terkekeh kecil dan langsung memegang kedua pipi Carmila yang sangat lembut itu.


kemudian Nito menarik kepala Carmila mendekatkan nya kepada dirinya.


Cum...


Nito mencium bibir berwarna merah Carmila dengan lembut, Carmila yang mendapati dirinya di cium oleh Nito tidak menolak dan malah menikmatinya dengan kedua lidah mereka yang saling beradu, saliva yang tercampur membuat mereka menikmati adegan tersebut.


Mmmppphhh


Beberapa detik kemudian mereka mulai melepaskan ciuman nya dengan jembatan yang terbuat dari saliva di antara bibir mereka.


“Hey Carmila bisa kau ceritakan kenapa kau berada di sini? ”


“Ah ya... ” Carmila mulai menjelaskan kenapa dirinya bisa ada di sana. Ternyata Carmila tidak lahir menjadi bayi melainkan terlahir di sebuah peti mati dengan tubuh yang sudah remaja. Kemudian karena dia terlahir dengan kekuatan yang sangat besar dia membunuh boss dungeon itu dan menggantikannya menjadi boss dungeon selanjutnya.


Boss dungeon yang di bunuh Carmila adalah naga bumi.


Mendengar penjelasan itu Nito hanya mengangguk, dia tidak percaya Carmila akan seberuntung itu. Tidak seperti dia yang harus lahir menjadi monyet kecil, yah walaupun sekarang dia sudah berevolusi.


“hmm... kenapa di sini ada ekor? ” Carmila mencengkram ekor Nito dengan kuat, Nito langsung menggeliat karena geli.


“H-hey... hentikan itu! ” ucap Nito dengan tubuh nya yang bergetar.


“ah... ” Carmila melepaskan cengkraman nya.


“Seperti yang kau lihat aku bereinkarnasi menjadi monyet! ”


“pffftt” Carmila yang mendengar itu menahan tawanya.


“Hey hentikan itu! ”


Kyaa


Nito mengangkat tubuh Carmila dan membawanya ke belakang singgasa sama seperti di ruang boss lainnya terdapat ruang harta disana.


Nito masuk kesana sambil menggendong Carmila dengan menggendong ala pangeran yang menggendong putri.


Carmila tidak kaget dengan adanya ruangan itu karena dia sudah tau disana ada ruang harta, untuk orang yang mengalahkan boss lantai tersebut. tapi yang membuat Carmila kaget ialah kenapa Nito membawanya kesana.


Nito yang sudah berada di ruangan itu bergumam pelan.


“System beli kasur di shop! ”


Baik tuan.


Kasur tiba tiba muncul dari ketiadaan disana.


Tersenyum, Nito langsung meletakan Carmila


disana, Carmila yang kini paham akan tindakan Nito wajahnya langsung memerah.


“Hehe~ kau tampak cantik kalau sedang malu malu” Goda Nito melihat Wajah Carmila yang berada di bawahnya.


“Jahat... ” balas Carmila dengan nada pelan wajahnya tertunduk karena malu.


Melihat itu Nito sudah tidak tahan lagi dan mulai melepas semua pakaian milik Carmila dengan pelan. setelah semua pakaian nya terlepas dia segera di sambut dengan dua gunung besar dengan buah cheri berwarna merah di atasnya.


Nito langsung memegang nya, meremas dengan pelan lalu mengemutnya menggunakan mulutnya, tidak sampai di situ Nito langsung melepas celana nya menampilkan benda besar miliknya.


Carmila yang melihat itu kaget, dengan benda milik Nito yang sangat besar.


“... apakah tidak apa apa? ” tanya Nito kepada Carmila.


“Tidak apa apa” Jawabnya singkat dengan wajahnya yang merah.


Mengangguk, Nito mengarahkan benda miliknya ke goa pink milik Carmila dan kemudian..


Cresstt!


“Ahhh~”


Benda milik Nito masuk dengan perlahan, darah mulai mengalir dari sana karena itu adalah pengalaman pertamanya, meskipun begitu Carmila tidak menunjukan rasa kecewa atau pun apapun dia senang karena pengalaman pertamanya di ambil oleh orang yang dia cintai.


Kembali ke Nito. Nito yang melihat darah mengalir tidak mempedulikannya dan langsung menggoyangkan pinggul nya semakin cepat.


Tak cuma itu Nito mulai meremas dua gunung milik Carmila lalu dia mencium Carmila dengan lahap.


Nito terus menggoyangkan pinggulnya membuat Carmila terus mendesah karena sakit, namun tak berselang lama akhirnya dia malah tampak menikmatinya seolah olah itu adalah kenikmatan baginya.


Hingga akhirnya Nito menembakan cairan kental berwarna putih di dalam goa pink milik Carmila.


Cesstt


“Ah~”


Setelah melakukan itu Nito kemudian terbaring di sebelah Carmila, Nito menoleh kepada Carmila yang sedang tersenyum kepadanya.


“Aku sangat senang bisa bersama mu sayang~” Ucap Carmila


Mendengar itu Nito tersenyum dan membalas perkataan Carmila .


“Aku juga... sayang”


Kedua nya saling berpelukan disana hingga akhirnya mereka tertidur pulas dengan rasa bahagia, karena rindu belasan tahun mereka akhirnya terbayarkan.


*


*


**Bersambung...


Lier aing nyien cerita nageh boy. kumaha saria wae dek like tak hente geh, tapi lamun resep mah like, komen jeung vote heeh?.


wkwk ngomong naon sih anjink**.



[ilustrasi Nito ].