I Reincarnated As A Monkey?

I Reincarnated As A Monkey?
Aku tidak peduli.



ke esokan harinya...


Pov Nito.


Aku terbangun dari tidurku, melihat ada wanita cantik sisi ku yang sedang memeluku aku tersenyum hangat melihatnya.


Segera aku mengelus rambut peraknya yang halus dengan lembut, merasa nyaman wanita yang tak lain adalah Carmila tersenyum hangat saat matanya masih tertutup, tapi itu tak berselang lama hingga akhirnya dia membuka matanya dan menatapku dengan senyuman.


“Selamat pagi... ” ucap ku kepada Carmila sambil memegang sebelah pipi lembutnya.


Menanggapi ucapan selamat pagiku Carmila tersenyum sambil memegangi tanganku yang sedang memegang pipinya.


“... pagi”


Setelah itu kami tidak keluar dari kasur dan malah saling berpelukan lagi, Carmila juga menanyakan tentang perjalanan hidupku


setelah aku bereinkarnasi.


Sebelum aku menceritakannya aku duduk di kasur itu dengan menyandarkan belakang badanku kesandaran kasur. Carmila juga mengikuti apa yang kulakukan dia duduk dan bersandar di sandaran kasur dengan tubuh telanjangnya, melihat itu wajahku memerah karena dua gunung besar milik Carmila sangat lah menggoda.


Carmila yang melihatku menatap tubuh telanjangnya tidak menghiraukan nya tapi malah sebaliknya menggodaku.


“Fufu... sampai kapan Nito ku menatapnya” ucapnya sambil memegang bibirnya menggunakan sebelah tangannya.


Mendengar itu aku mendongak menatap wajah nakal Carmila, tapi beberapa detik kemudian aku mulai serius dan...


Karena dia adalah orang yang sangat 'kucintai'


aku menceritakan perjalanan hidupku dari awal sampai aku bertemu dengannya.


Carmila yang mendengar itu meneteskan air mata, dia tidak menduga Nito akan menjadi


monyet dan kesulitan menghadapi kehidupannya. Sebenarnya aku tidak kesulitan sih hehe.


Satu butir air berwarna putih terang dengan kilatan cahaya keluar dari mata Carmila dengan mata nya yang memerah, aku tersenyum melihat itu dan mengusap air mata nya yang terjatuh menggunakan tanganku.


“Sudah sudah... ” ucapku untuk menenangkannya.


“mm.. ” balasnya singkat dengan mengangguk kecil, kepalanya bersandar di bahuku.


Aku yang merasakan kepalanya bersandar di bahuku langsung melingkari sebelah tanganku ke kepala nya dan mulai mengusap rambut perak indah miliknya.


Beberapa menit kami hanya mengobrol ringan


topiknya tentu saja waktu di bumi, karena tidak ada yang menarik di dungeon sialan ini selain bahaya dan monster yang ada.


“Sayang... apakah kau tidak ingin bertemu dengan teman lama mu lagi ? ”


“hmm.. ” aku menoleh menatap Carmila yang masih bersandar di bahuku.


Memasang senyum tipis, kemudian aku membalas perkataannya.


“Aku tidak ada niatan dengan itu, aku juga tidak peduli dengan mereka aku hanya ingin kau tetap berada di sampingku! ”


Mendengar penjelasan ku Carmila tampaknya tidak terkejut tapi malah tersenyum mendengar penjelasan ku.


“Fufu sejak kapan Nito ku menjadi jahat begini”


Aku yang mendengar dia berkata demikian dengan senyum menggodanya, mulai menyeringai.


“hehe~ apakah kau peduli dengan mereka? ”


“Fufufu buat apa aku peduli kepada mereka, aku hanya ingin bersama mu... sayang~” balasnya kembali menampilkan senyum menggodanya.


POV NITO END.


Melihat kedua pasangan ini entah kenapa membuat ku berpikir bahwa ini adalah pasangan 'psycho' (ini pandangan author ya mek) .


Sifat mereka menjadi begitu mungkin saja karena sudah terlalu lama menghadapi banyak bahaya di sekeliling nya dan perlahan lahan sifat manusiawi mereka mulai terkikis sedikit demi sedikit dan hanya menyisakan kasih sayang terhadap orang yang sangat mereka cintai. Tidak masuk akal kan? hoho.


Mendengar balasan Carmila Nito mulai menyeringai kemudian dia memandangi dua gunung Carmila yang tidak tertutupi oleh satu kain pun.


Sudah tidak tahan, Nito langsung menyerang dua gunung Carmila, dia menghisap cheri nya yang berwarna merah lalu yang satunya lagi dia remas dengan halus.


Ennggghhh


Carmila mendapati itu hanya mendesah kenikmatan, tak sampai disitu saja tangan Nito di masukan ke gua pink milik Carmila. Dia menggesek nya dengan cepat hingga membuat Carmila terus mengerang kenikmatan..


“Ti-tidak aku keluuaaar!!! ”


Cruussstt!


Cairan keluar dari gua pink milik Carmila dengan deras nya.


Carmila terjatuh dan berbaring di kasur dengan wajah puasnya dia kemudian hanya menutup matanya secara perlahan.


Melihat itu Nito langsung tersenyum kembali lalu dia berjalan meninggalkan kasur itu. dia mulai memakai celananya dan hanya bertelanjang dada, itu sengaja karena Nito merasa keren jika hanya bertelanjang dada saja.


“... sayang ayo bangun” ucapnya dengan nada lembut.


“emh.. ”


Jawabnya sembari berdiri dan berjalan mengambil bajunya, setelah beberapa menit akhirnya dia sudah memakai pakaian yang dia pakai waktu kemarin.


Nito yang melihat Carmila sudah memakai pakaian nya mulai berjalan dengan pelan meninggalkan ruangan penuh harta itu, tapi di tengah tengah langkah nya dia mulai teringat sesuatu dan berbalik melihat Carmila berjalan di belakangnya.


“Carmila ”


“mm? ”


“Apakah kau mempunyai system? ”


“Aku juga punya... ”


Nito hanya mengangguk mendengar itu lalu dia berjalan mendekati Carmila dan langsung memegang tangan Carmila, mereka berjalan keluar ruangan itu.


“Apakah kau tidak mau memasukan semua harta ini ke ruang penyimpanan system mu? ”


tanya Nito yang melihat semua harta itu.


“Aku tidak mau ”


“Baiklah... Lagipula aku juga sudah banyak sekali harta di ruang penyimpanan ku”


“Apakah kau tau cara kekuar dari dungeon ini sayang.. ” tanya Nito kepada Carmila.


“Fufu tentu saja aku tau sayang, ikuti aku”


“hehe~ seperti yang di harapkan sayangku”


Kemudian Carmila berjalan keluar dari ruang harta itu, sesudah di luar dia berjalan menuju luar ruangan singgasana, sesudah di dekat pintu Carmila berhenti dan berjalan ke sudut ruangan itu.


Carmila berdiri di sudut ruangan itu, dapat terlihat jika di bawah kakinya ada sebuah lingkaran sihir yang sangat kecil di sana.


Nito yang melihat lingkaran sihir itu mengangguk. Carmila yang melihat Nito tidak terkejut mengerti, dia tau jika Nito setiap naik lantai akan menggunakan lingkaran sihir.


“Pegang tanganku” Carmila mengulurkan tangannya kepada Nito.


Nito yang melihat itu segera memegang tangan Carmila, setelah di rasa cukup Carmila mulai merapalkan semacam mantra. Cahaya mulai menyelimuti mereka berdua dengan angin kencang di ruangan itu tercipta.


Swoosshh!


Di barengi dengan hembusan angin, mereka sudah menghilang dari ruangan itu dan hanya menyisakan singgasana yang kosong tanpa adanya yang menduduki.


***


Swosh!


Di tengah lebatnya hutan cahaya yang entah darimana muncul dari ketiadaan, memunculkan dua siluet yang tampak seperti manusia. Setelah memunculkan dua siluet itu cahaya itu kemudian menghilang kembali ke ketiadaan.


Kedua siluet itu yang tak lain ialah Nito dan Carmila mulai tersenyum.


“Akhirnya matahariii... ”Nito berteriak sambil meregangkan badannya, dia senang selama belasan tahun akhirnya bisa merasakan kembali apa yang di sebut sinar matahari.


Carmila yang melihat tingkah laku Nito hanya terkekeh kecil kemudian berjalan mendekati Nito yang sedang meregangkan tangannya.


Krek!


Ahk!


Carmila yang tiba tiba menggigit leher Nito membuatnya menggeliat geli.


Glek


Setelah tiga tegukan dia meminum darah Nito akhirnya dia melepaskan gigitannya, menjilati sisa darah di leher Nito dan mulai tersenyum kepada Nito.


“Emmmhhhh ini sangat nikmat! ”


“Apa yang kau lakukan? ” tanya Nito dengan wajah heran.


“Tidak aku hanya sedang haus saja... dan juga darah mu sangat sangat nikmat sayang”


Mendengar balasan dari Carmila Nito akhirnya paham dengan itu, karena ras Carmila adalah vampir maka wajar jika dia menyedot darah makhluk hidup.


*


*


BERSAMBUNG...


Jika kalian suka dengan ch ini di harapkan Like, komen and vote. terserah kalian sih wkwk.