
" Kak senior mana yah " gumamku dalam hati.
Akupun mencari senior itu saat aku berjalan menelusuri koridor aku melihat senior itu tepat di depan kelas di ujung koridor ini, dengan bersemangat akupun berlari menghampirinya.
" kak....." saat hendak menyebut nama nya seorang wanita melesat dari arah belakang ku dengan berteriak menyebut nama nya
Saat kak Rangga berbalik wanita itu langsung memeluk nya. Entah mengapa saat aku melihat wajah kak rangga yang tersenyum pada wanita yang memeluk nya hati ku serasa tak enak padanya, maksudku pria yang sudah menolong ku dua kali ternyata memiliki seorang gadis yang bah kan lebih cantik dari ku. Tapi aku tak pernah melihat wanita itu apa dia senior ku juga, entah lah sebaik nya aku mengembalikan payung ini lain kali saja.
\\*
" kau kenapa...Kenapa wajah mu dilipat 1000 kaya gitu " tanya Rey meledek.
" mungkin kesambet lagi " ucap Rian yang ikut meledek ku.
" diam kalian, ini punya siapa " ucap ku sabil bertanya pemilik makanan yang ada di hadapan ku.
" itu punya mu kami pikir kau akan terlambat dan tidak ada waktu untuk mengambilnya jadi kami ambilkan " ucap Rey sambil melanjut makannya.
" walau mendapatkan nya cukup sulit " sahut Rian.
" tapi mengambilkan itu kan tidak boleh bagai mana kalian mendapat kan nya " tanya ku penasaran sambil duduk di samping Rian.
" kau tau kan penjaga kantin hari ini bukan wanita parubaya yang bahkan kalau kita berlama - lama mengantri dia akan marah " jawab Rian.
" terus kalau bukan wanita parubaya itu siapa " tanya ku bingung.
" ah... Kau pikir hanya wanita paru baya itu saja yang menjaga makanan, kali ini wanita yang menyukai Rey. Jadi kami dengan mudah mendapatkan makanan nya " jawab Rian.
" kau makan saja jangan banyak tanya "sahut Rey dengan senyuman bangga.
" wahhh...hebat " ucap ku kagum. Akupun melanjutkan nya dengan memakan makanan ku.
Usai makan siang aku, Rey, dan Rian pun kembali ke kelas. Akan tetapi langkah kami terhenti ketika seorang wanita memanggil nama Rey.
" Rey.....emmmm, kamu kan yang namanya Rey " tanya wanita itu.
" ahh...iya. kamu siapa yah, dan ada apa memanggil ku " jawab Rey.
" emmm...aku ketua kelas dari kelas 1-3 nama ku Selena kepala sekolah menyuruh ku memanggil mu kau ketua kelas 1-1 kan " sahutnya.
" memang nya ada apa kepala sekolah memanggil ku secara tiba - tiba " tanya Rey penasaran.
" ahhh..…katanya sih perkumpulan masing - masing ketua kelas " jawab selena.
" ohhh....baik lah, kalian duluan saja yah " sahut Rey menyurh ku dan Rian untuk kekelas duluan.
" baik lah " ucap ku sambil menggandeng tangan Rian dan membawanya pergi.
" emmmm....mereka berdua pacaran??? " tanya selena.
" ha...tidak kok kami bertiga hanya bersahabat dari kecil dan wanita itu kami anggap sebagai adik sendiri heheh " jawab Rey.
" wahhh... Kau tidak hanya tampan ternyata baik juga yahhh, tidak kusangka " ucap wanita itu memuji Rey.
" ah.... hahahaha. kenapa begitu, kita ngobrolnya sambil jalan ajah yah " sahut Rey.
" emmmmm....dari cara bicara mu yang sopan dan sikapnya juga, tidak heran anak kelas 1-1 memilih mu jadi ketua kelas " puji selena.
" hahahaha...biasa ajah kok " ucap Rey tidak menerima kenyataan nya.
Usai sekolah Rey masih belum keluar dari ruang rapat.
" sebenarnya apa yang mereka bahas sihhh " keluh Rian.
" entah lah coba ku Chet dia " sahut ku sambil mengeluarkan kan handpone ku dari saku.
" Rey.. " ucap ku.
" ah... Dia tidak membalas sepertinya sibuk " sahut ku pada Rian.
Lima menit kemudian aku melihat Rey berlari menuju pintu depan.
" kenapa kau lama sekali??? " taya Rian penasaran.
" maaf tadi banyak masalah, sebenarnya aku keluar jam 02:30 tapi kepala sekola mengetauhi masalah di kelas 1-5 makanya jadi lama " jawab Rey.
" memangnya apa masalah nya " tanya ku penasaran.
" bukan urusan mu ayo nanti keburu gelap " jawab Rey sambil berjalan duluan.
" hey....masih untung di tunggu kalau tidak kau jalan sendirian " sahut ku kesal.
" iya... Iya... Maaf dan makasih udah nungguin " ucap Rey.
\*
Sesampainya dirumah aku langsung bergegas mandi.
" wahhh....segarnya " gumamku dalam hati.
" Karin " sahut ibu memanggil ku.
" iya bu.. " sahut ku balik
Akupun mengambil suiter lalu bergegas turun.
" mana uang nya " tanya ku pada ibu.
" ini belinya 1 kilo ajah yah " sahut ibu.
" baik.. Aku pergi dulu " teriak ku sambil membuka pintu.
Akupun pergi ke supermarket akan tetapi saat di jalan aku melihat senior itu, karna reflek tiba \- tiba aku memanggil nama nya.
" kak Rangga " teriak ku memanggil namanya.
Saat hendak menyebrang kak Rangga berbalik karna kupanggil, akan tetapi karna dia tak memperhatikan jalan sebuah motor melaju kencang dan menyerempet senior itu
" kak Rangga " teriak ku dan segera berlari.
dia hanya menatap ku, aku segera menghampiri nya.
" sedang apa kau disini " jawab senior itu.
" ammmm.....aku disuruh ibuku membeli jeruk " sahut ku.
" kak Rangga, emmmm... Itu payung mu " sahut ku.
" tak perlu kau kembalika " ucapnya memotong perkataan ku.
Dia pun pergi dan tanpa sesekalipun berbalik kearah ku. Dan saat itulah aku teringat akan wanita yang memeluk nya tadi, Apa dia pacarnya entah lah itu bukan urusan ku.
\\*
" aku pulang " sahut ku.
" kau darimana saja kenapa lama sekali ibu menginginkan jeruk itu " tanya ibu cukup kesal.
" maaf bu tadi aku bertemu teman ku dijalan " jawab ku dan tidak memberi tau ibu yang sebenarnya.
Setelah memberikan ibu belanjaan nya aku langsung kekamarku dan segera rebahan. Karna merasa bosan akupun mengeluarkan handpone ku dari saku dan segera memberi pesan pada Rey.
" lagi apa.???" tanya ku penasaran.
Akan tetapi Rey tidak membalasnya mungkin dia sedang sibuk. Setelah beberapa menit kemudian handpone ku berdering. Saat kulihat ternyata balasan dari Rey.
" maaf baru bisa kubalas tadi habis belajar soalnya " jawab Rey, merasa bersalah karna telat menjawab pesan ku.
" tak apa....kau masih belajar " ucap ku memastikan.
Rey memang sering mematikan ponselnya saat sedang belajar, Atau keadaan penting.
" tidak....lagi istirahat " jawab nya.
" ohhhh... Kupikir lagi belajar takutnya aku ganggu " ucap ku.
" ah... Tidak kok memang nya kenapa ada yabg ingin kau tanyakan atau kau merasa bosan " tanya Rey.
" ya.... Aku merasa bosan " jawab ku simpel.
" mau kutemani " tanya Rey.
" emmmmmm....kita bisa ketemu engga ada yang ingin ku omongin " tanya ku pada Rey.
" di jam segini emang enga papa ini udah malam banget lohh " jawab Rey khawatir.
" kalau kau tak bisa enga papa kok " ucap ku.
" emang penting banget yah yang mau kamu omongin " tanya Rey penasaran.
" yahhhh...…kurasa " jawab ku tidak yakin.
" baiklah tunggu aku 10 menit lagi ok " ucap Rey yang segera datang untuk menemui ku.
Akupun turun dan menungunya di depan rumah, tidak cukup lama Rey datang memang sih rumah ku dan rumah nya tidak cukup jauh hanya perlu beberapa menit untuk sampai kerumah ku.
" apa yang ingin kau katakan " tanya Rey sambil duduk di samping ku.
" sebenarnya ini tentang senior yang tempo hari adumulut dengan ku " jawab ku canggung.
" maksud mu kak Rangga " sahut Rey.
" iya.....sebenarnya …" akupun. Menceritakan semua yang terjadi pada Rey.
Rey hanya mentap ku dengan senyuman hingga ia mengatakan.