
Keesokan harinya disekolah, aku datang lebih awal dibanding mereka berdua.akupun duduk dibangku ku.
Karna merasa bosan aku membuka ponselku untuk menanyai mereka sedang dimana.
" Rey kamu dimana " tanya ku pada Rey.
" aku, masih di jalan " jawab Rey.
" Rian mana " tanyaku
" ada, kok nih " jawab Rey sambil mengirimiku foto Rian yang sedang duduk di bangku bus.
" ohhh yaudah " ucapku lewat ponsel.
Rey hanya membacanya mungkin karna mengetik di bus sambi berdiri itu sulit, biarlah yang penting mereka sebentar lagi nyampe. Aku keluar daru sekolah dan ingin menunggunya di pintu sekolah.
saat berbalik aku melihat kakak senior yang kemarin. Dia hanya menatap ku sinis, sepertinya dia sedang menunggu sesuatu.
" emm... Kak maaf soal yang kemarin, kakak sedang menunggu seseorang?? " sahutku memecahkan keheningan.
" he... Ternyata gadis sepertimu bisa meminta maaf rupanya, dan apa urusan mu kalau aku sedang apa " jawabnya songgong.
Yah, dan itu membuat ku semakin kesal untung saja Rey dan Rian sudah datang dengan begini aku bisa langsung pergi dari orang ini, sunggu menyebalkan.
\*
Disepanjang jalan pulang aku dan Rian saling adu mulut sampai membuat Rey tidak tahan dan lebih memilih menyibukkan dirinya dengan ponsel nya.
" emmm.. Malam ini jalan - jalan yuk " ucapku dengan wajah penuh harapan.
" mau kemana sih " jawab Rian cuek.
" yah.. Kemana ajah makan atau apa gitu " sahutku.
" emang kamu mau kemana " jawab Rey.
" makan... " jawabku antusias.
" makan dirumah juga bisa " jawab Rian.
" kamu kalau enga mau yah enga usah, biar aku ajah sama Rey yang pergi " jawabku sebal.
" yaaa, udah pergi sana " ucap Rian kesal.
Kami pun melanjutkan perjalanan pulang dengan canda. Hingga tak terasa rumah ku tinggal tiga blok rumah lagi, di prempatan jalan dekat rumah ku, kami berpisah. Aku bergegas menuju rumah ku untuk membersihkan kan diri dan bersiap - siap untuk malam ini. Waktupun berlalu Rey sudah berada di depan rumah ku aku segera keluar.
saat berada di depan pintu mataku seketika terahlih kan pada cowok yang berada di sebelah Rey.
ya dia si kampret Rian, yang sedang tersenyum aneh menatap ku.
" katanya enga mau ikut " sahutku meledek.
" ehh.. Rey yang mengajak ku jangan salah paham deh " ucapnya berusaha mengelak.
Aku langsung menutup mulutnya dan menyalami ibu.
" Kami pergi dulu, dahh " sahutku melambai pada ibu.
Begitupun dengan Rey dan Rian.
" Hati - hati dijalan, pulang jangan terlalu larut " teriak ibu menasehati.
Kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju toko cemilan, yang dekat dengan sekolah. Saat Rey memesan makanan dia terkejut karna melihat kak Rangga.
" ahh.. Kak senior " ucap Rey menundukkan badan nya.
Akan tetapi senior itu hanya menatapnya dan pergi begitu saja. Setelah Rey mendapatkan pesanan nya dia kembali menuju meja dimana Rian dan aku duduk.
" tadi aku ketemu kak Rangga " ucap Rey sambil mengeluarkan ponsel dari saku nya.
" kak rangga siapa??? " tanya Rian.
" kak senior yang waktu itu adu mulut sama Karin " jawab Rey.
Entah apa, tapi aku malah mencari keberadaan kak Rangga.
" kamu kenapa Rin, dari tadi kaya cari seseorang " tanya Rey penasaran.
" ahh.. Enga papa, ayo makan " jawab Karin mengelak.
Mereka bertiga pun menyantap makanan itu dengan nikmat. Waktu berlalu, karna tokoh itu memiliki koleksi komik yang dapat dibaca agar pelanggan tidak bosan kami pun membaca salah dari koleksi komik itu. Karna terlalu asyik membaca merak sampai lupa akan pulang.
" ha... Oh iya, pulang yuu nanti mama marah " jawab Karin merasa kaget.
Mereka pun bergegas pulang adai Rian tidak mengingat kan mungkin mereka akan ketinggalan bus terakhir.
\*
Untung saja ibu tidak marah karna aku pulang terlambat, aku langsung berlari masuk ke kamar untuk beristirahat.
" ohhh.. Iya, tadi sebelum pulang kan Rey kasih aku sesuatu apa yah " gumamku dalam hati.
Aku langsung membuka tas dan mengambil kotak kecil pemberian Rey, saat ku buka ter nya ta isinya jepitan rambut.
" wah, modelnya cantik. Tapi apa maksud Rey kasih ini ke aku " ucap ku pelan.
" emmm... Langsung kutanya saja deh " gumamku dalam hati, sambil menyalakan ponselku.
" kau sudah tidur " sahut ku pada rey melalui ponsel.
Cukup lama aku menunggu hingga aku mendapapt balasan darinya.
" belum.. Maaf baru di jawab soalnya aku habis belajar " jawab Rey
Yah pantas saja tidak dijawab di habis belajar, Rey memang tipe orang yang kalau sedang belajar tidak ingin diganggu sehingga dia harus mematikan ponselnya.
" enga papa ko " jawabku
" ada apa kamu ngecet, apa ada yang ingin di omongin " tanya Rey.
" emmm.…aku mau nanya aku udah buka hadiah darimu, tapi apa maksudnya kamu kasih jepitan ini ke aku " tanyaku, penasaran.
" ah.. Kamu udah buka, itu punya ibuku dia nyuruh aku kasih ke orang yang berharga bagi ku. Jadi aku kasih ke kamu deh " jawab nya.
" emang kenapa kamu enga suka " tanya nya.
" bukan.. Bukan aku enga suka, suka banget kok modelnya cantik. Tapi kenapa kamu kasih ke aku " sahut ku.
" karna bagiku kau adalah hal terpenting di dunia ini setelah ibuku, tentunya " jawabnya.
" Bagimu aku sepenting itu " tanya ku penasaran.
" iya " jawabnya.
Entah mengapa saat dia mengucapkan kata - kata itu serasa seketika ada getaran yang aneh dalam hidup ku.
" wahh... Makasih udah angap aku kaya gitu " ucap ku merasa bahagia.
" ha.. Aku cuma anggap kamu adik kok, adik yang harus ku jaga " jawabnya simpel.
" ah... Yaudah ini udah larut kita harus sekolah besok, dah " ucap ku.
" iya, dah " jawabnya.
Kupikir sepenting itu ternya ta cuma adik aku juga anggap kamu kakak kok kalau gitu dari dulu aku tau.
\*
Wah takterasa tiga hari berlalu, sudah satu minggu aku sekolah di sekolah itu dan karna hari sabtu libur jadinya kau bisa nyantai deh di rumah.
" Mandi dulu ah.. " ucap ku, yang sedang berjalan ke kamar mandi.
Usai mandi aku merapikan diriku.
" ternyata aku cantik juga yah...hehehe " ucap ku memuji diri sendiri.
Segera ku ambil ponsel ku dan memotret diriku.
" wah.. Ini cantik akan ku jadikan profil whatsapp deh " gumamku dalam hati.
Saat sedang asyik melihat galeri Rian mengirimiku pesan.
" wah.. Kamu ganti profil " tanya Rian.
" iya.. Baguskan " jawab ku dengan rasa bangga.
" iya - iya " jawabnya teraksa.
" turun aku sama Rey di bawah " sahutnya.
Seketika aku langsung beranjak untuk mengecek apa benar merak di bawah dan benar saja Rian yang sedang asyik menonton di ruang keluarga dan Rey yang sedang membantu ibuku di dapur.
" kau kenapa disini " sahut ku sambil menunjuk Rian.
" Ibu yang memangil ku, kenapa kau mau marah " jawab Rian menyingkirkan tangan Karin.
" Karin ibu yang menyuruh mereka datang, memangnya kenapa kalau mereka datang " sahut ibu dari arah dapur.
" mungkin dia merasa tersaingi bu " sahut
" hey... siapa yang merasa tersaingi " teriak ku sambil berlari kecil kearah dapur, dan menatap sinis langsung di hadapan Rey yang tengah memotong sayuran.
" udah jangan bertengkar " ucap ibu menyuruh ku diam.
karna aku sayang ibu ku makan aku menuruti perintah nya dan sekarang hari dimana aku bisa bersantai di gangu oleh mereka, tapi aku tak merasa risau karna masih ada hari esok.