
hari yang cerah, sinar matahari menembus jendela kamarku disinilah awal dari kehidupan baruku di mulai. alarm ku berbunyi yang menandakan waktunya untuk mengawali hariku, aku mulai bangkit dari tidur ku duduk sejenak mengumpulkan kesadaran ku. setelah itu akupun berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap - siap. namaku Karin, hobiku melukis, dan cita - cita ku adalah menjadi dokter.
" karin, sayang ayo turun sarapan " sahut wanita parubaya dari lantai bawah.
yah itu ibuku, aku hanya tinggal dengan ibuku, aku tak memiliki adik ataupun kakak, dan ayah ku dia sudah meninggal dua tahun yang lalu karna kecelakaan mobil karna itulah aku ingin menjadi dokter agar aku bisa merawat dan berusaha menjaga nyawa seseorang.
" iya... ibu sebentar lagi aku turun " teriak ku.
selang beberapa menit aku pun berlari menuju tempat dimana ibuku berada. saat aku tiba aku benar - benar terkejut. karna dimeja makan ku dipenuhi oleh makanan kesukaan ku, ibu sangat menyayangi ku bahkan bisa dibilang dia adalah ibu terbaik yang pernah ku temui.
" ayo.. cepat makan nanti kau terlambat " sahut ibu mempersilah kan ku untuk makan.
" baiklah... " sahut ku balik dengan sangat gembira.
Saat aku sedang asyik menyantap sarapan ku bel rumah ku berbunyi. ibu pun langsung berlari keluar.
" Siap bu.. " tanyaku sambil menyantap makanan ku.
Akan tetapi tak ada jawaban dari ibu, saat aku hendak mengecek nya tiba - tiba ibu datang.
" siapa yang bertamu pagi - pagi begini bu " tanya ku penasaran.
sebelum ibu menjawab nya.
" wah... asyik tuh.. " sahut seseorang dari arah pintu dapur.
suaranya terdengar familiar, akupun berbalik.
" ha...emm.. heheh kalian mau " jawab ku canggung.
Dua orang cowok menatap ku dengan senyuman sadis, yah dia teman - teman ku salah dari mereka duduk disebelah ku sambil senyum kearah ku, dia yang mengenakan suiter krem.
Namanya Rey dia baik, pintar, dan lucu kadang juga ngeselinsih. satu hal dia pandai mengelabui seseorang.
Dan yang berdiri disebelah ku ini sambil menatapku manis.
Namanya Rian dia lucu, kadang dia suka marah, dan satu hal dia sanggat perhatian.mereka berdua adalah sahabatku sejak kecil.
" ayo.. kalian makan juga ibu masak banyak lohhh " sahut ibuku sangat gembira
Mereka berdua seperti kakak ku sendiri ibu menyayangi mereka juga sangat sayang, mereka sering datang kerumah ku bahkan bisa dikatakan rumah ini seperti rumah nya sendiri.
" baiklahhh " jawab mereka kompak.
kurasa tujuan mereka datang lebih awal adalah ini. makan geratis dirumah ku. waktu tak terasa kami bertiga pun bergegas pergi. tak lupa akupun memberi tanda kasih sayang pada ibu.
" aku sayang ibu aku pergi dulu " sahut ku memeluk nya.
saat berbalik mereka berdua menatap ku seperti sedang menunggu giliran.
" Ada apa??? " tanya ku heran.
Rey menyuruh ku untuk minggir lalu mereka berdua pun memeluk ibuku dan mengabaikan ku.
" aku sayang ibu " sahut Rian tersenyum pada ibu.
" kami pergi dulu " sahut balik Rey menyapa ibuku.
kamipun berjalan menuju pintu depan.
" kalian berdua jaga gadis itu yah " sahut ibu sambil tersenyum manis.
" baiklah.. dahh ibu "jawab mereka kompak. dengan tangan rey merangkul ku.
" ibuuuu.. " rengek ku kesal
ibu dan mereka pun tertawa geli, kami pun melanjutkan perjalanan kami.
***
jam makan siang aku dan Rey pergi menuju ruang makan, aku dan Rey segara mengantri selepas itu kami mencari tempat untuk duduk. selang beberapa menit Rian datang dengan membawa nafas yang terengah - engah.
" pertama... " ucapnya sambil mengambil dan meminum air ku.
" maaf... tadi aku abis daftar buat latihan basket " sahutnya bangga.
" udah ambil makan dulu sanah baru cerita lagi " ucap ku.
" iya - iya... jangan suka marah - marah nanti cepet tua " sahutnya sambil meledek ku.
" issssss... awas yah kamu, kudapat mati kau " jawab ku kesal.
" udah - udah makan aja dulu " kata Rey menenangkan ku.
" ohh... iya kamu enga ikutan latihan basket " tanya ku penasaran.
" ha... aku enga bisa olah raga heheh " jawab nya malu.
tiba - tiba si kunyuk itu, maksud ku Rian datang dan melanjut ceritanya.
" ohhh... iya kamu enga ikutan la.. " tanya Rian pada Rey.
akan tetapi sebelum ucapannya selesai aku langsung menyelanya.
" dia enga bisa olah raga " sahut ku.
" yehhh... aku tanya Rey bukan kamu " jawabnya sambil meledek ku.
" yang karin bilang bener ko. aku emang enga bisa olah raga " sahut balik Rey.
" ohhhh " ucap Rian seketika diam dan menyantap makanan nya.
makan siang berakhir saat di perjalanan ingin ke kelas. kami bertemu dengan kakak kelas yang katanya enga lulus selama tiga tahun.
namanya Rangga banyak anak - anak bilang dia preman di sekolah ini tapi bagi ku tampang nya bukan seperti preman kurasa dia baik.
" kalian anak kelas 10 kah, anak baru " sahutnya songgong.
akan tetapi setelah mendengar nya berkata seperti itu aku menarik ucapan ku bahwa dia baik.
" yaa.. " teriak ku kecil.
" maaf karna kau kakak kelas ku, tapi perkataan mu itu serasa menyinggung " ucap ku tegas.
" karin " sahut Rey dan rian berusaha menghentikan ku.
" he.. gadis ap kau tak tau diri kau ini memang anak baru kan, salah ku ap " jawab nya.
" ahh.. maaf kan teman kami kak, kurasa dia terbawa suasana karna membaca komik tadi. maaf yah kak " ucap Rey meminta maaf.
mendengar ucapan Rey kakak senior itu langsung pergi dengan membawa tasnya.
" eh.. karin kak senior itu memang benarkan kita ini anak baru " ucap Rian sedikit memarahi ku.
bel sekolah pun berbunyi aku ,Rian dan Rey pun berlari menuju kelas.
\*\*\*
setibanya dirumah aku langsung bergegas membersih kan diri ku lalu istirahat. saat aku istirahat ponselku berdering, saat ku buka Rian memberiku pesan
" Rin malam ini aku sama Rey mau mampir kerumah mu " tanya Rian.
" baik lah yang penting bawa makanan yah, heheheh " jawab ku sambil mengirimkan emotikon gembira.
" iya bawel " jawabnya meledek lagi.
aku segera turun dan memberi tau ibu, yah seperti dugaan ku ibu sangat gembira dia langsung meluncur menuju dapur dan memasak cemilan.
" ibu, seperti presiden saja yang mau datang " sahut ku meledek.
" ihhh.. kamu taukan mereka berdua sudah seperti anak ibu sendiri apa lagi ibu cuma punya anak perempuan " jawab ibu.
" iyah tapi aku paling cantik kan " ucap ku sambil tersenyum pada ibu.
" udah dari pada kamu bawel mending bantuin biar pas mereka dateng semua udah rapi " sahut ibu menarik ku.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Jangan lupa untuk like dan komentar nya yah.., Bantu Author untuk beri rating juga :)