
keesokan harinya saat diperjalanan ingin kesekolah tiba² hujan turun.
" ahhhh....memang harus begini yah " ucap ku kesal.
" waduh, mana enga bawa apa² lagi gimana dong " sahut ku panik.
" yahhhh...bisa telat kalau seperti ini terus." keluh ku.
Saat mencoba melihat sekeliling seseorang datang dengan membawa payung berwarna biru, aku tak bisa melihat wajahnya saat dia menaikkan payung nya aku terkaget karna itu adalah kak Rangga. Aku hanya terdiam karna merasa canggung akan tetapi dia langsung memberi ku payung,
" ambil ini kau tak membawa payung kan " ucap senior itu sambil memberiku payungnya.
" tapi kak nanti kau bisa basah " sahut ku merasa tidak enak.
" pakai saja, kau mau terlambat " ucap nya sambil berlari pergi tanpa mengunakan apa - apa.
Aku hanya bisa melihat nya berlari sambil hujan - hujan, akan tetapi hanya satu yang terpikirkan di otak ku ada apa dengan wajah nya.
\*
Saat jam istirahat aku mencoba mengembalikan payung milik kak Rangga akan tetapi aku tak tau dimana kelas nya.
" Karin mau kemana??? " tanya Rey yang tiba² muncul dibelakang ku,
" ah.... Kau mengagetkan ku saja " sahut ku sempat terkejut.
" ammm....aku mau ke, mau ke ah kantin " jawab ku terbatah - batah.
" kekantin kok bawa payung " tanya Rey penasaran.
" ahh...ini... Ini aku....aku dapat di jalan jadi aku bawa saja dari pada nanti dibuang " jawab ku mencoba mengelak.
" mau ku temani " ucap Rey menawarkan diri.
" mau kemana " sahut ku, keceplosan.
" kau bilang mau kekantin mau kutemani " ucap Rey yang mulai kesal akan tingkah ku.
" ah...... " sahut ku mencoba memikir kan nya
" kau bukan mau kekantin kan, " tanya Rey yang mulai curiga.
" ha....aku mau ke kantin kok, kamu duluan saja aku mau Buru² takut belnya keburu bunyi hehehe " jawab ku masih saja mengelak dan segera pergi meninggal kan Rey.
Aku yang masih berkeliling sekolah mencari kelas kak Rangga, mulai merasa lelah.
" wah....kalau begini masa aku harus menelusuri sekolah sebasar bandara ini gila ajah, tapi payung nya " ucap ku yang mulai kesal akan tindakan ku sendiri.
Karna merasa capek akupun kembali ke kelas, akan tetapi saat hendak berbalik aku melihat kak Rangga berjalan di lantai 3.
" ha... Kak Rangga, " sahut ku dan mulai berlari menuju lantai tiga.
Akan tetapi saat berada dilantai tiga kemunculan senior itu sudah menghilang.
" aduh... Kemana sihh, jalan kok cepat banget " gumamku dalam hati sambil menghela nafas.
Karna merasa putus asa akupun kembali kekelas, dan memutus ka untuk mengembalikannya saat bertemu saja.
" ha.... Itu dia " sahut Rian.
" dari mana saja kau " tanya Rian penasaran.
" ha....bukan urusan mu " jawab ku cuek.
" cih.. " ucap Rian kesal.
" Ada apa, apa sesuatu terjadi pada mu " tanya Rey cukup khawatir.
" tak ada, aku hanya kesal saja " jawab ku simpel.
" kurasa dia kerasukan " ucap Rian meledek ku.
" kau ini kalau ngomong, suka bener heheheh " sahut balik Rey yang ikut meledek ku.
" ahh....udah sana - sana kembali ke tempat duduk kalian " sahut ku mendorong mereka.
Setelah mereka duduk di tempat masing - masing. Guru pun tiba - tiba datang.
" wahhh...belajar sendiri " ucap Rian senang.
" senang yah " sahut ku pelan..
" iya dong, memang kau tak suka" tanya nya dengan senyuman jahat dengan tangan nya yang begaya.
" yah....suka juga sih hehehe" jawab ku dengan senyuman malu.
" makannya diam saja dan nikmati saja belajar sendiri nya " sahut nya menyuruh ku diam.
Aku dan Rian pun terdiam untuk sejenak sampai Rey memanggil ku.
" Karin.....kau ada catatan matematika yang minggu kemarin engga " tanya Rey.
" ha... Memang kau kemana saat jam pelajaran " tanya ku binggung.
" aku kan di panggil kepala sekolah kau lupa " jawab nya.
" ohhh.... Iya aku lupa. aku ada kok nih " sahut ku sambil memberinya buku ku.
Karna terlalu capek mencari senior itu aku jadi lupa kalau Rey adalah ketua kelas ku. Beberapa menit kemudian Karna merasa bosan aku dan Rian pun main game bersama walau sebenar nya itu tak boleh tapi ketuanya kan sahabat ku sendiri tak mungkin dia mau melaporkan kami.
" hey....jangan pake itu dong " sahut Rian menik mati game nya.
" iya.. Iya.. Maaf tadi kebawa kok " ucap ku meminta maaf.
" hey... Kau kemana jangan jauh - jauh nanti kita kalah " ucap Rian yang kesal karna aku jau darinya.
" aku di belakang mu bodoh " jawab ku juga ikut kesal.
" Rian di belakang mu " sahut ku menyuruh Rian berbalik.
" apa.....ahhh " jawab Rian terkaget karna musuh yang ada dibelakang nya membuat karakternya mati.
" yahhhh...…kau sihhhh makan nya kalau jalan itu lihat sekeliling mu jadi kalah kan " sahut ku kesal.
" kupikir tak usah kan kau ada di belakang ku " sahut balik Rian yang tak terima keadaan.
" hey...dari pada main game mending kalian kerja soal kalian " ucap Rey menasehati kami berdua.
" soal ku sudah selesai " sahut Rian.
" apa.....kau menyelesaikan semua soal mu tidak mungkin apa dunia ini sudah terbalik " ucap ku meledek.
" diam kau " ucap Rian menyuruh ku diam.
Jam berlalu akhirnya jam makan siang pun tiba.
" wahh... Laparnya " ucap Rey mengeluk kelaparan.
" aku juga " sahut Rian ikut mengeluh.
" apa nya kau kerja saja tidak pake ngeluk kelaparan lagi dari tadi tidur " sahut ku meledek.
" diam kau " ucap nya kesal pada ku.
Kami bertigapun pergi ke ruang makan, saat di jalan aku melihat senior itu dan mengingat kan ku akan payung itu.
" ah....aku mau balik dulu yah, uang ku ketinggalan kalian duluan saja ok dah " ucap ku sambil berlari kembali ke kelas.
" uang, makan siang saja tidak di bayar alasan saja " keluh Rian.
" sudahlah, mungkin ada sesuatu yang harus dia bayar " ucap Rey.
" tapi kau ada betul nya juga seharian ini dia selalu bertingkah aneh " ucap Rey penasaran.
" kan sudah ku bilang mungkin dia sedang kerasukan hehehe " ucap Rian meledek.
" coba kita cari tau " ajak Rey.
" tapi mau cari tau bagai mana " tanya Rian binggung.
" kan dia pergi ke kelas kita ikuti saja bagai mana " jawab Rey.
" benar juga ayo " sahut Rian sambil mengajak Rey berlari menuju kelas.
Setiba nya di kelas mereka tidak menemukan keberadaan Karin di sana. Karna tak memiliki petunjuk lain mereka pun kembali keruang makan walaupun jarak ruang makan dengan kelas kami itu cukup jauh.