I Promise YOU

I Promise YOU
3



malam itu adalah, malam pertama dimana rumah ku ribut atas sekian lama semenjak ayah ku tiada. dan hari ini adalah hari sepsial bagiku, karna aku bisa rebahan dan bermalas \- malasan sepanjang hari.


 


" hari ini mau ngapain yahhh... " gumamku dalam hati sambil mengeringkan rambut ku mengunakan handuk.


" ahhh... aku akan ke supermarket untuk membeli cemilan lalu nonton sambil makan cemilan dehh " sahut ku sambil menyisir rambut.


 


setelah itu akupun bergegas mengambil uang simpanan ku dan pergi. sebelum pergi aku berpamitan dulu pada ibu.


 


" ibu aku ingin pergi ke supermarket dulu yahh, bentar kok " teriak ku sambil berlari menuju pintu depan.


Saat di pertengahan jalan.


" tunggu itu Rey, coba ku panggil saja. Rey " sahut ku sambil meneriakinya dia pun berbalik.



dan ternyata memang benar itu Rey, akupun berlari kearah nya.


" heyyy.. "



" karin... kok kamu ada disini " sahut Rey kaget melihat ku.


" kau mau kemana " tanya ku penasaran.


" ahh.. aku mau ketempat les, kau mau kemana, kupikir kau tidak akan kemana - mana hari ini " ucap nya.


" memang kok, aku cuma mau ke supermarket saja. kau setiap ahir minggu seperti ini, emmm maksud ku belajar " tanya ku penasaran.


" iya... memang nya kenapa " jawab nya heran.


" ahhh...apa kau tidak capek belajar terus " tanyaku prihatin padanya.


" tidak kok...mau ke supermarket kan mau aku temani " ucap nya mengalihkan pembicaraan.


" ahhh....iya, tapi kau kan mau ke tempat les " sahut ku.


" tak apa mulai nya masih 20 menit lagi kok " ucap nya.


kami pun berjalan menuju supermarket bersama. setibanya disana.


" kau mau masuk juga " tanya ku pada Rey yanh sedang memainkan ponselnya.


" ah... Enga aku langsung pergi saja " jawab Rey.


" kenapa kanmasih ada 10 menit lagi " sahut ku mencoba menahan nya.


" kata teman les ku jam pelajarannya di percepat jadi aku mau langsung pergi saja " ucap Rey.


" ohhh... Baiklah hati - hati di jalan " sahut ku.


" ok ….kau juga jaga diri mu aku pergi dahhh " sahut Rey sambil berlari meninggal kan ku.


Aku pun masuk dan segera memilih cemilan yang akan ku beli.


" emmmm....selai coklat mana yah " tanya ku pada diri sendiri.


 


" kau cari ini " sahut seseorang dari arah belakang ku.


 


saat aku berbalik aku terkaget melihat orang yang sedang berbicara pada ku



" emmm... Kak Rangga " ucap ku gerogi.


"Ah... terima kasih " ucap ku dengan nada yang pelan akupun pergi dari tempat itu.


" kurasa..….semua yang kubutuh kan sudah ku beli saat nya membayar nya " gumam ku dalah hati sambil berjalan menuju kasir.


 


Saat belanjaan ku sudah dihitung aku terkaget melihat jumblah yang ku beli.


 


" hah..... Bagai mana ini yang nya kurang " gumamku dalam hati dengan rasa yang sangat takut.


" emmm... Mba ini enga salah hitung yahhh kok banyak banget " sahut ku.


" enga kok mba ini udah betul, atau mau saya hitung kembali " ucap penjaga kasir.


" boleh... Coba cek lagi " sahut ku mencoba merubah keadaan.


" tetap sama kok mba enga ada yang salah " jawab penjaga kasir.


Dan itu tambah membuat ku takut. Saat keringat dingin ku mulai muncul seseorang dari arah belakang ku berkata.


" mba coba cek barapa total harga barang ku " sahut seorang pria dengan suara yang tak asing bagi ku.


 


Saat menoleh itu adalah kak rangga.


 


" 38.500 kak, ada yang mau di tambah " ucap penjaga kasir.


" tidak ada, berapa total harga belanjaan wanita ini " tanya kak rangga pada penjaga kasir.


Saat kak Rangga mengucap kannya aku langsung terkaget dan berbalik kearah nya.


" ah.... 46.800 " jawab penjaga kasir. Dengan sangat ramah.


" biar saya yang bayar... " ucap kak rangga sambil memberikan uang nya.


Dan kata² itu tambah membuat ku kaget akan tindakan nya.


" baik... Ini kembalian nya trimakasih telah berbelan ja kak " sahut penjaga kasir.


Aku pun mengambil belanjaan ku dan berlari mengejar kepergian kak Rangga.


" kak Rangga tunggu " teriak ku mencoba menghentikan langkah kak Rangga.


" ada apa " tanya kak Rangga sambil berbalik kearah ku.


" ah... Trimakasih untuk semua ini " sahut ku sambil menunduk padanya.


" sama² lain kali kalau mau belanja bawa uang yang lebih dasar payah " ucap kak rangga sambil berjalan pergi.


 


\*


 


Akupun segera masuk kekamar dan berbaring di kasur ku. Dan mengingat kejadian yang baru saja ku alami.


" ternyata dia tak seseram yang anak² bilang. Dan dari kecuekan nya itu ternyata masih tersimpan kebaikan di dalam nya, aku jadi merasa bersalah karna mengagap nya seperti preman " gumamku dalam hati.


Akupun beranjak dari kasur ku dan berjalan menuju komputer ku dan mulai bermain game.


Waktu berlalu dan jam menunjuk kan angka 13:45.


" ahhhh....capek juga main game, abis ini ngapain yah " ucap ku sambil memikir kan aktifitas yang akan ku lakukan berikut nya.


Saat sedang berfikir handpone ku berdering, Saat ku buka ternyata itu pesan dari Rian.


" sedang apa??? " tanya nya.


" habis main game, bosen nih " jawab ku mengeluh pada nya.


" terus " ucap nya cuek.


" mau jalan² " ucap Rian, menawarkan.


" emmmm.. Boleh, tapi jalan² kemana " tanya ku penasaran.


" kemana ajah yang penting bisa bikin kamu enga bosen " ucap nya cukup perhatian.


" wahhh... " ucap ku kagum.


" kenapa, " ucap nya heran


" tenyata sejahat² nya kamu ada sisi perhatian nya juga yah " ucap ku meledek.


" enga jadi deh " ucap nya secara tiba²


" ah.... Enga² bercanda kok jadi yahhh jam 16.30, ok


" tanya ku.


" ok.. " jawab Rian singkat.


Akupun bergegas mandi dan bersiap². Hari kupun menjadi hari yang sangat membahagiakan berkat kehadiran Rian yang sudah mau menemani ku jalan² dan bukan hanya itu saja dia juga mentraktir ku makan dan membelikan ku boneka, dia juga membelikan makanan buat ibu ku entah apa yang merasukinya tapi aku suka dia seperti ini, baik tanpa ada maunya andai setiap saat dia seperti ini.


 


Karna sudah terlalu larut Rian pun mengantar ku, sebenar nya dia sempat singgah tapi tidak lama cuma ingin melihat kondisi ibu ku apa dia baik \- baik saja setelah itu aku menemaninya keluar rumah dan berterimakasih atas waktunya untuk malam ini aku sangat bahagia.


saat dia sudah pergi akupun kembali kekamar ku dan bergegas tidur.