I'M Back

I'M Back
Day 5



    Hai, bertemu lagi denganku, apa kalian rindu denganku? Hah kurasa sekarang kalian ini bahkan sudah lupa siapa aku, sudah lama sekali  bukan aku tidak ada menulis kembali. Hah bahkan kalian mungkin sudah tidak peduli lagi denganku, benar-benar tidak peduli. Bagaimana tidak? Aku sudah terlalu banyak berdiam diri dan tidak melanjutkan ceritaku sama sekali. Aku hanya diam, dan menenggelamkan pikiranku pada novel-novel yang aku baca, bukan yang tengah aku kerjakan, bahkan tugas pun tak aku kerjakan sampai hitungan beberapa jam sebelum pengumpulan baru aku kerjakan.


    Aku tau apa yang aku lakukan ini salah, tapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa, aku hanya tidak tau harus melakukan apa, aku merasa bahwa diriku ini hanyalah sampah, orang aneh, menjijikan, dan tidak berguna sama sekali, mungkin juga gila. Semua bayangan itu kembali memenuhi kepalaku, walaupun aku sudah berusaha memfokuskan diri dengan membaca agar tidak terlalu memikirkan masalah yang ada. Tapi apa? Nihil! Itu semua masih memenuhi pikiranku, ingin aku berteriak, menangis, marah. Seketika aku merindukan silet dan pisauku yang tertinggal di asrama. Hal itu untuk apa? Kalian pasti tau bahkan tanpa aku jawab seklipun. Aku stres, depresi, entah karena apa. Semua ingatan itu campur aduk. Rasanya kepalaku ingin pecah.


    Oke-oke aku akan tobat, aku akan berusaha sebisaku menghilangkan pikiran itu dan menjalani hari-hariku dengan lebih baik. Tapi ingat aku nggak janji ya, karena masalah mental sulit disembuhkan tanpa konsultasi (dalam artian berusaha sendiri). belum lagi kalau masalah mental yang dimiliki merupakan masalah yang serius dan lebih dari satu, itu lebih merepotkan lagi bung. Aku tau itu karen aku suka membaca hehehe.


    Aku akan banyak-banyak berdoa dan berfikir positif sebisaku hehehe. Kalian tau? Kalau aku tengah banyak masalah biasanya aku akan mengurung diri dikamar hehe, jarang sekali aku melakukan self-harm kecuali kalau memang akunya benar-benar buntu dan tidak bisa berfikir jernih, ah dan juga karena tidak ada yang diajak bercerita untuk mengurangi beban masalah.


    Oh ya, kalian mau tau gimana rasanya menggores tangan dengan silet atau pisau? Rasanya sakit memang, tapi dengan adanya rasa sakit ditangan itu akan mengalihkan pikiranku dari masalah yang aku miliki, kadang juga dengan melakukan self-harm aku bisa merasa lega karena telah melampiaskan emosiku. Selain dengan self-harm aku juga kadang melampiaskan emosiku dengan membentur-benturkan kepalaku ketembok, pernah dulu sampai benjol besar dan langsung sakit kepala hahaha,,, sungguh bung, itu sakitnya lumayan, untung gak berdarah, kalau berdarah mungkin aku gak tobat-tobat mukulin kepala. Jujur, aku suka melihat darah, makanya aku lebih suka menggoreskan siletku ke tangan ketimbang membenturkan kepala ataupun meninju tembok, karena dengan itu aku bisa langsung melihat darah mengalir bung, cairan merah itu mengalir hehe, dan juga rasanya lumayan enak, aku suka.


    Untungnya saja aku memiliki temen baik pas di smp, itupun pas kelas 3 smp baru punya temen baik dan mereka hanya bertiga, jadi kalau kekantin kami hanya berempat. Haihhh,,, bayangkan udah kelas 3 baru aku punya temen baik, itupun kadang mereka bermulut ular juga.


    Yah ga salah juga sih mereka, karena akunya juga nggak terlalu memperdulikan hal itu, bagiku kalau orang itu baik dan berguna bagiku, maka akan akujadikan teman, kalau orang itu baik maka aku jadikan sebatas teman kenal saja, kalau udah makin meracau tapi masih berguna juga akan tetap jadi teman baik. Entah ya aku seperti menjunjung simbiosis mutualisme jadi make sistem saling menguntungkan gitu, kadi kalau orang itu cuman jadi parasit biasanya aku akan cuek atau mungkin hanya merespon seadanya.


    Eh tapi bukan berarti temen-temen kampusku sekarang semuanya parasit ya, itu hanya pemikiranku sewaktu smp, sekarang aku sudah cukup banyak teman dan itu menyenangkan, setidaknya disini aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus terlalu mengindahkan omongan orang, teman-temanku siap ngelindungin aku soalnya, berasa punya bodyguard di kampus, yah walau aku salah mereka yang bakal marah paling parah, tapi itu demi kebaikanku juga sih, biar gak bikin kesalahan yang sama lagi.


    Ah\, udahlah bahas itu\,\, udah terlalu banyak aku bicara ngelantur\, maaf ya *menggaruk kepala*\, jadi karena moodku udah membaik\, maka aku akan melanjutkan cerita yang V.10 kasihan juga dr. Lisa aku tinggalkan berhari-hari. Oke sampai jumpa lagi di ceritaku selanjutnya\, good bye all, see you next time