
“halo semua apa kabar? Lama tidak berjumpa denganku kan? Kalian pasti sudah rindu denganku” tanya Vio dengan wajah tak bersalah.
“rindu? Kurasa mereka malah marah padamu karena menghilang terlalu lama deh” celetuk seorang gadis yang ada didekatnya.
“kamu siapa? Ngapain ikut campur” tanya Vio kepada gadis yang entah bagaimana ada disebelahnya itu.
*sigh* hela napas gadis itu, satu tangannya terangkat dan menjitak kepala Vio dengan cukup keras.
“apakah kehidupan disana seenak itu sampai-sapai kamu lupa sama aku?!” tanya gadis itu tak percaya.
Sementara Vio hanya menatapnya dengan kebingungan. Melihat Vio yang kebingungan, sontak gadis itu mengeram frustasi.
“eerrrggghhh” geram gadis itu.
“aku Desy, masa kamu lupa? Apa kamu terlalu senang menikmati hari-hari santaimu itu hah?!” kata gadis yang bernama Desy itu.
Sesaat setelah mendengar nama tersebut, Vio hanya bisa diam terpaku menatap gadis yang didepannya itu, yang tak lain merupakan penciptanya.
“ma- maafkan hamba karena tidak mengenali anda nona. Anda terlihat berbeda kali ini sehingga hamba tidak dapat mengenali anda kali ini” ucap Vio dengan sangat sopan dan hati-hati, tak lupa juga dia membungkukkan badannya dengan anggun.
Desy menatapnya dengan tajam, kemudian dia menghela napas lelah.
“sudahlah, lagipula itu bukan salahmu, aku yang salah karena datang secara tiba-tiba dengan penampilan seperti ini” jelas Desy.
“ah, dimana Brainy, Ailsya sama Alex?”
“ampun tuan, Brainy dan nona Ailsya tengah melaksanakan tugas mereka. Sementara tuan Alex keberadaannya ti-“
Belum sempat melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundaknya.
“aku selalu ada disini, hanya kamu saja yang tidak bisa melihatku” kata Alex di sebelah Vio.
Sementara Vio hanya bisa diam membantu menatap kebawah, dia terlalu takut dengan tuannya yang satu itu.
“Alex, bisakah kamu mengurangi kebiasaanmu yang muncul tiba-tiba itu?” tanya Desy bersidekap.
“maaf-maaf, aku hanya senang melihat ekspresi ketakutannya itu hahaha” kata Alex dengan santai.
“jadi ada apa kamu mencariku sayang?” tanya Alex dengan nada menggoda.
“bisakah kamu menghentikan itu? Itu malah membuatku jijik” balas Desy dengan dingin.
“benar, aku juga setuju dengan Desy, kamu itu terlalu menjijikan tau” timpal Brainy yang muncul dari kegelapan yang ada dibelakang Desy.
“huh kalian berdua terlalu kaku tau, tidak seru ah” gerutu Alex layaknya anak kecil yang tidak mendapat dukungan orang tuanya.
“abaikan saja dia. Brainy dimana Ailsya? Kita hanya kurang dia saja untuk rapat kali ini” tanya Desy.
“Alex!! Apa kamu selalu menggota Ailsya selama aku tidak ada? Kenapa kamu selalu saja membuat masalah sih?!” marah Desy.
“apaan sih?! Siapa suruh kamu tidak pernah kemari? Kenapa malah ada si Viorlina itu? Sudah tau aku benci sekali dengannya, kamu malah menciptakan sesuatu yang rusak kaya gitu?!” balas Alex tak kalah sengit.
Vio yang mendengar itu hanya dapat terisak dalam diam. Sementara Desy menghampiri Alex dengan ekspresi penuh akan emosi. Desy menarik kerah baju Alex, sementara Alex hanya menatap dengan ekspresi meremehkan. Mereka berdua terlibat dalam perkelahian, tak ada yang melerai perkelahian itu, bukan karena tak mau, hanya saja tak ada yang berani melerai mereka berdua. Keadaan itu berlangsung cukup lama hingga Ailsya tiba diruangan itu.
Ruangan yang awalnya berwarna putih bersih sekarang telah berubah dengan adanya bercak merah darah disana, ya Desy dan Alex masih berkelahi walau keduanya telah mengalami luka yang cukup parah. Ailsya yang melihat itupun merasa kesal, dia segera mendatangi mereka berdua dan menarik telinga mereka.
“bisakah kalina berdua akur walau hanya sehari saja? Aku muak melihat kalian yang selalu berkelahi seperti ini” omel Ailsya kepada sepasang remaja yang berlumuran darah itu.
“maaf” jawab Desy dan Alex secara bersamaan.
“haihhh,, sudahlah, lagipula kita jarang bisa berkumpul seperti ini, lain kali jangan membuat ruangan ini kotor lagi ya” kata Ailsya.
“baiklah” jawab Alex dan Desy dengan kompak seketika mereka berubah menjadi anak yang penurut.
“baiklah Desy, ada apa memanggil kita semua agar berkumpul?” tanya Ailsia.
“oh iya, aku hampir lupa. Aku kesini mau memberitahukan kalau tugasku diluar sana sudah selesai, sekarang kita dapat melanjutkan kegiatan kita yang tertunda sebelumnya” kata Desy.
“jadi mulai sekarang dan kedepannya sudah menjadi tugasku ya?” tanya Vio
“iya” jawab Desy singkat.
“jangan membuat masalah selama kamu mengambil alih! Kalau tidak awas saja kamu!!” ancam Alex kepada Vio. Sementara Vio hanya mengangguk patuh.
“sudah-sudah, jadi mulai kapan kita akan melanjutkan itu semua? Sudah banyak yang tertunda” tanya Ailsya.
“saranku kita mulai itu semua dari minggu depan saja bagaimana? Jadi kita update rutin itu dimulai dari minggu depan saja, sehingga kita bisa melakukan persiapan dari sekarang” saran Brainy.
“ah, jangan minggu depan soalnya minggu depan masih ada hari raya, jadi aku bakal sibuk” kata Desy.
“ka-kalau begitu mulai update rutinnya bulan depan aja gimana?” tanya Vio dengan hati-hati.
Seketika suasana hening, semua memikirkan saran dari Vio, hingga akhirnya Brainy memecah keheningan.
“jangan bulan depan, terlalu lama. Bagaimana kalau 2 minggu lagi? Tapi kita upnya dengan jarak waktu yang berjauhan sehingga kita memiliki waktu yang cukup untuk membuat kelanjutan kisah dari cerita yang ada” kata Brainy.
“ya aku setuju dengannya, mengingat kita memiliki 3 buah project yang tidak bisa dibilang ringan, belum lagi tugasnya Vio yang sudah sangat banyak untuk membalas komentar-komentar yang ada dan membaca novel teman-teman kita” timpal Ailsya.
Semuanya manggut-manggut tanda setuju. Sehingga disepakati bahwa jadwal update cerita ini akan dimulai 2 minggu lagi yakni di tanggal 24 agustus 2020, yang akan kami update nanti adalah semua novel yang dibuat.
“maaf atas kekacauan tadi ya semuanya. Sampai jumpa pada update selanjutnya” ucap Alex, Ailsya, Brainy, Vio, dan Desy secara bersamaan.