I'M Back

I'M Back
Day 3



    Oh hay guys,, apa kabar? Heh maaf saja, aku sering menghilang, aku tengah sibuk dengan urusan pribadiku, hm,, yah hanya sibuk dengan pikiranku. Kalian tau? Pikiran wanita. Entah kenapa aku sempat iri sengan laki-laki yang hidupnya bisa sangat simpel, oh ayolah, mereka itu laki-laki bung, mereka tidak perlu ribet dengan urusan haid tiap bulan.


    Memang sih secara hukum alam mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada perempuan, but who care? Mereka hanya perlu memikirkan bekerja dan bertanggung jawab dengan keluarganya so secara garis besar mereka hanya berperan sebagai kepala keluarga, suami dan ayah. Sementara perempuan? Hidupnya susah bung, dia harus mengurus rumah, mengurus suami dan anak (kalau sudah menikah) dan bekerja, mereka jarang memanjakan dirinya, secara garis besar mereka memiliki peran menjadi istri, ibu, dan tentunya pekerja (kalau bekerja ya).


    Walau aku sering mengeluh sebagai wanita dan kadang iri pada laki-laki, tapi aku juga tetap menyayangi diriku sendiri, yeah walau tidak sepenuhnya. Setidaknya aku tidak melukai wajahku dan tidak bunuh diri, aku masih cukup waras untuk tetap hidup bung.


    Waktu kecil aku pernah dididik oleh orang tuaku sebagai laki-laki, mengingat aku anak pertama dan perempuan, sementara aku berani bertaruh mereka menginginkan anak laki-laki. Karena didikan sebagai anak laki-laki aku memiliki sifat layaknya laki-laki, kalau orang-orang bilang aku ini tomboy, cuman aku persetan dengan omongan orang.


    Nah sejak adikku lahir, aku mulai dibebaskan dalam artian mulai diperlakukan seperti perempuan, rambutku dibiarkan panjang (kata ibuku agar gampang dikepang). Dibebaskan ini bukan artinya orang tuaku jahat dan mengurungku atau memaksaku ya, mereka hanya mengarahkanku. Jadi tolong jangan menilai buruk orang tuaku. Ah dan yah, memang akunya aja yang nakal sebagai anak kecil dulu, makanya kadang mereka keras dalam mendidikku.


    Bayangkan, aku bisa dengan mudah memanjat pohon yang tinggi hanya untuk balapan sampai dipuncak dengan temanku, suka mencuri buah, main sampai lupa waktu, jatuh dari pohon, bertengkar dikelas, dan masih banyak kenakalan yang aku lakukan dulu, bahkan sudah tak terhitung banyaknya aku menerima hukuman, cuman akunya saja yang tetap bandel.


    Oh ya, kali ini aku menulis untuk memberitahu sebuah kabar, aku sudah menyelesaikan part 2 dari V.10, dan yang part 3 baru satu paragraf. Jujur aku mengalami writer stuck sekarang, entah kapan aku akan melanjutkannya tapi dalam beberapa hari kedepan pasti aku akan melanjutkannya. Aku berjanji bung, aku tidak akan membiarkan karyaku terbengkalai begitu saja. Ceritaku harus sampai tamat pokoknya. HARUS!!


    Haaahhh,,,, aku hanya masih berkutat dengan pikiranku saja, bisa dibilang depresi? Entahlah aku tak tau, intinya aku hanya ingin duduk, diam, dan tak melakukan apapun. Tapi aku tau diri untuk tidak melakukannya, karena secara aku masih diam dirumah, ingat dengan kasus covid yang aku bilang sebelumnya? Yeah aku menuruti surat edaran itu walau aku harus menerima konsekuensinya yakni kesulitan koneksi, kalian tau? Rumahku di desa bung.


    Setiap aku sendirian sudah pasti aku akan kebingungan untuk melakukan apapun, karena koneksi dirumahku buruk aku tidak bisa bermain instagram ataupun sekedar membaca komik bahkan game ku pun hampir tak pernah aku buka kalau dirumah, sampai-sampai untuk mengumpul tugas pun aku kesulitan, aku harus pergi ke luar rumah, ke luar zona nyamanku hanya untuk mendapatkan koneksi yang bagus. Sungguh menyebalkan bukan?


    Yah,, mungkin untuk kali ini cukup segitu aja dulu, see you next time guys, I hope you still there and remember who I am.