I'M Back

I'M Back
Day 11



Hy guys, I’m back again. Kali ini aku hanya akan menceritakan masalah mimpi yang pernah aku alamin sih.


Aku pernah bermimpi, dulu tapi ya, jadi kalau misalnya ada beberapa hal yang aku lupa ya mohon maklum. Nah gini nih ceritanya:


Aku tersadar bahwa diriku ini ada di suatu tempat, yang dimana di tempat itu aku bersama 2 anak anjing yang mana keduanya itu memang bener-bener anjing yang aku miliki, yang satu namanya roxy dan satunya lagi namanya mely kalau tidak salah ingat (di dunia nyata si mely dibawa sama mantanku sih, oke lupakan).


Jadi aku masih berusaha mengenali lokasi itu sampai aku menyadari kalau hari sudah semakin gelap, jadi aku dan ditemani oleh 2 ekor anak anjing itu berjalan ke arah depan, karena dibelakang kami lebih gelap dan menyeramkan tentunya. Kami terus berjalan sampai kami menemukan sebuah rumah berwarna putih, rumahnya itu minimalis, tapi rapi.


Di depan rumah itu terdapat kandang sapi, dilihat dari kondisi rumput yang ada disana, sepertinya barusan ada orang yang memberinya makan. Aku sempat memanggil-manggil orang yang punya rumah itu, tapi cukup lama memanggil-manggil, pemilik rumah itu tidak kunjung memberi jawaban, karena penasaran aku dan kedua anjing itu masuk kedalam rumah.


Didalam sana sangat rapi, ruangannya benar-benar nyaman, sampai-sampai aku sempat berfikir untuk memiliki rumah seperti itu nantinya, ada rak kayu yang berisi patung pajangan yang cantik-cantik, ada juga jendela besar yang menghadap langsung ke jalanan yang ada disebelah rumah itu.


Jalanan itu berupa jalan tanah yang berdebu, ukurannya cukup besar, kira-kira seukuran mobil. Belum sempat menjelajahi rumah itu lebih dalam lagi, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki, sontak aku langsung sembunyi kepojok ruangan yang entah kenapa dalam sekejap ruangan itu berubah menjadi gudang yang berisi banyak jendela besar, bahkan tempat sembunyi kami berubah menjadi tumpukan jerami, ya kami bersembunyi di balik jerami itu.


Tak lama kemudian ada seorang pria besar datang, kalau dilihat dari wajahnya, dia itu merupakan pria yang berusia kisaran 40 tahunan dengan kumis tebalnya, badannya cukup gemuk kira-kira beratnya 80 kg, kalau tingginya setara dengan atlet pemain basket.


Pria itu membawa karung besar dipunggungnya, lalu berjalan mendekat kearahku, aku berusaha menutup mulut kedua anak anjing itu agar tidak menggonggong, aku melihat karung itu diletakkan tepat didepanku, untung saja pria itu tidak menyadari keberadaanku karena aku tertutup oleh jerami.


Setelah meletakkan karung itu, si pria itu lalu berjalan keluar untuk melihat kondisi ternak sapinya, sementara aku dan kedua anak anjingku keluar dari persembunyian, aku sempat mengecek isi karung yang dibawa pria tadi.


Ternyata di dalamnya terdapat banyak jerami dan aku melihat ada dua anak anjing disana, keduanya terlihat mirip dengan roxy dan mely, cuman kondisinya yang entahlah, aku tak tau, intinya keduanya tak bergerak.


Tepat saat aku hendak melompat, tiba-tiba pria itu masuk dan melihat kami, merasa tak senang karena ada yang memasuki teritorinya, diapun dengan kalap mengejar kami, bahkan wajahnya makin murka karena melihat aku yang membawa 2 ekor anak anjing, yang kurasa dia mengira mereka adalah anak anjing mati yang ada di karungnya itu.


Panik, akupun segera melompat dan berlari kearah ujung jalan yang lebih terang, aku tak tau kenapa, tapi sejak pria tadi menyadari keberadaanku, langit yang ada diatas kami itu menjadi semakin gelap, aura mencekam dapat aku rasakan sampai-sampai semua bulu kudukku berdiri.


Aku terus memacu langkahku, dan kedua anak anjingku masih tetap aman berada didalam pelukanku, sementara dibelakang kami, pria itu masih mengejar sambil mengacungkan celurit yang entah ia dapatkan dari mana, dengan disebelahnya ada anjing hitam besar yang ikut mengejar, aku tak tau sejak kapan ada anjing itu, bahkan aku tak tau kalau ada anjing hitam itu tadi.


Saat kami sampai diujung jalan dan memasuki area yang lebih terang, kami dikejutkan dengan suasana yang berubah drastis, tak sama dengan suasana mencekam tadi, disini suasananya sangat tentram dan damai, bahkan aku bisa melihat orang-orang yang bekerja dengan sangat giat.


Yah, kami tiba diladang, setelah sempat tertegun karena perubahan suasana yang cukup signifikan, akupun segera sadar dan sontak melihat kebelakang. Secara ajaib dibelakangku tidak ada apa-apa, hanya hamparan ladang yang luas, tidak ada gudang, tidak ada pria bercelurit yang ditemani anjing hitamnya, tidak ada awan hitam, pokoknya semua itu lenyap.


Seakan-akan itu semua tidak pernah ada, yah, kami berpindah dimensi lagi, cuman kali ini aku tidak sendirian, aku ditemani oleh 2 ekor anak anjing. Akupun berjalan menuju kerumunan orang-orang yang tengah bekerja, aku disana menanyakan jalan, entahlah aku tak tau, tapi otakku menyuruhku untuk mencari sebuah rumah sederhana yang ada dihutan yang ada ditengah ladang ini.


Setelah mendapat informasi tersebut, akupun menurunkan kedua anak anjing yang dipelukanku dan berjalan menuju arah yang ditunjuk oleh salah satu warga disana, sementara kedua anak anjing itu terus mengikutiku kemanapun aku pergi.


Tak berselang lama kemudian, kami tiba di depan hutan yang dikatakan. Dari sini kami dapat melihat atap rumah yang dimaksud, saat sampai didepan rumahnya, kami cukup terkejut, karena rumah itu hanyalah sebuah kamar tidur kecil, tanpa dapur dan lain-lain.


Entah emang dorongan hati kayaknya, aku berjalan masuk kedalam ruangan itu, saat memasuki ruangan itu adalah saat dimana aku terbangun dari mimpiku itu. Yah terbangun kedunia nyata dong, masa iya kedimensi lain lagi sih.


Ok sudah segitu aja untuk kali ini, see you.