
Kalian percaya dengan istilah manusia robot? Ah ini bukan mengenai teknologi robotik yang berbentuk manusia canggih itu, tapi ini adalah manusia yang seperti robot.
Aku menyebutnya manusia robot. Jadi gini, aku punya kebiasaan buruk yang hanya melakukan pekerjaan yang sudah dirusuh dan yang memang sudah diprogram di otakku saja, untuk kegiatan atau kerjaan lainnya palingan aku kerjakan kalau memang sudah ada mood saja, kalau engga ada mood ya tidak akan aku kerjakan.
Salah satunya kejadian yang terjadi kemaren, aku tidak sengaja menghilangkan uang sebesar Rp. 75.000, kemungkinan besar uang itu jatuh pas dijalan mau pulang. Bodohnya aku yang baru sadar kalau uangnya nggak ada itu pas udah nyampe rumah, jadi kalau keluar lagi buat nyari pasti udah enggak bakal ketemu, secara jatuhnya dijalan raya, jadi sudah pasti ada orang yang memungutnya.
Ya tentu saja aku menyembunyikan hal ini dari keluargaku, aku terlalu malas untuk berbicara, malas mendengarkan omelan mereka tentunya.
Dan hari ini malah lebih parah, pagi-pagi udah main disembur aja dengan ceramah yang membosankan dan menyebalkan itu. Ingat yang aku bilang diatas? Aku punya kebiasaan buruk yang dimana melakukan kegiatan cuman yang disuruh dan yang keprogram doang. Tentunya aku mendapat siraman rohani dibagian itu, dibilang gak ada inisiatif, gak mau kerja, malas-malasan aja kerjaannya, harus selalu disuruh baru mau jalan/kerja, dan masih banyak lagi.
Aku sampai bosan dengerinnya. Ah, kalian tau? Tiap kali aku dapet ceramah, moodku auto berubah jelek dong, siapa coba yang gak bakalan kesel kalo pagi-pagi udah diceramahin kaya gitu.
Sangat bersyukur marahku hanya diam, dan aku juga memiliki sifat yang emang pendiam sih, baik dirumah maupun diluar rumah, jarang sekali aku berbicara. Jadi sejak tadi pagi aku hanya diam, yah diam dalam artian menutup mulut ya, bukan artian diam menjadi patung dan tidak melakukan apapun. Kalau aku diam jadi patung, yang ada aku bakalan dapet semakin banyak ceramah, bentakan, dan masih banyak lagi.
Tentu saja karena kalau dibalas, dia akan makin murka. Kalau diibaratkan bermain game, dia ngomel itu berada di mode hard, kalau aku membalas omelannya, dia langsung berubah menjadi mode super hard.
Tidak hanya mulutnya yang berucap, tapi tangannya juga ikut bertindak, bayangkan saja. Dulu aku pernah kan dimarahin, lalu aku nyaut kan, eh malah mulutku yang jadi korban dong, dibejek-bejek gitu astaga. Jujur , itu sakit, apalagi bagi aku yang masih kecil dulu. Sekarang aja kalo dibejek mulutku pasti akan sakit.
Pokoknya serba salah gitu dah, nyaut salah, diem juga salah. Tapi menurutku diem masih lebih baik ketimbang nyaut. Berusaha memposisikan diri didalam zona aman aja lah. Terlalu malas untuk memulai peperangan hehe.
Pernah juga dikeluargaku terjadi perang dingin. Bapakku yang seperti kulkas membuat suasana dirumah itu rasanya kaya di kutub utara, sementara ibukku? Dia itu berapi-api dong, jadi kami itu merasa seakan-akan kami ada di neraka. Diem-dieman aja sekeluarga selama beberapa hari sampai bapakku akhirnya mau mencairkan suasana, yah walau berakhir dengan satu pintu rusak sih. Tapi itu merupakan bayaran yang cukup setimpal, ketimbang perang dinginnya makin lama kan.
Haih,,, aku banyak mengeluh lagi kali ini. Kapan ya aku akan bisa menuliskan cerita yang berisi kisah menyenangkan dalam hidup ku ya? Aku ingin sekali bisa menceritakan hal menyenangkan yang semoga saja masih bisa aku ingat.
Baiklah, untuk hari ini cukup segitu aja kali ya, sampai jumpa lagi see you next time.