
Setelah sampai dirumah, Jie A masih tidak habis pikir dengan pengakuan Juan yang mengejutkan.
_Flashback on
“Sebenarnya sejak pertama kali kita bertemu dibandara tempo lalu. Aku sudah mulai jatuh hati kepadamu dan mata indahmu itu tidak pernah lepas dari pikiranku. Wajah cantikmu selalu mengusikku setiap saat. Dan sebenarnya perjanjian itu hanya siasatku untuk mendekati kamu” ungkap Juan penuh dengan kejujuran membuat Jie A semakin mencintai pemuda tampan berlesung pipi itu.
Dan sejujurnya Jie A juga setiap detiknya tidak pernah lepas dari bayang-bayang Juan. Pemuda yang menyebalkan yang mampu membuat hatinya ingin meledak seketika.
_Flashback off
***
Siang hari yang panas membuat gadis cantik ini kegerahan.
“Ya ampun panas sekali di sini”.
“Di sini memang daerahnya panas Jie A. Beda dengan tempat tinggalmu dulu” seru Valen menggoda.
Dua gadis cantik ini sedang berjalan dikoridor dekat taman. Mereka hendak mencari tempat yang sejuk untuk menikmati minuman dingin yang mereka bawa.
Dan kebetulan sekali tepat di depan dua gadis itu ada David yang sedang berbincang dengan temannya. Jie A yang melihat itu langsung membulatkan matanya, karena sejak pagi tadi David pergi ke universitas lebih dulu.
“Kakak” teriak Jie A.
David yang mendengar itu langsung menengok tapi di detik berikutnya pemuda tampan itu malah buru-buru pergi dan menghiraukan panggilan Jie A.
“Loh kenapa Kak David malah pergi ya” bingung Jie A.
Memang akhir-akhir ini sepertinya David menjauhi gadis cantik ini.
“Siapa? ” tanya Valen bingung.
“Oh itu kakakku. Tapi kenapa dia malah pergi ya saat aku panggil?”.
“Mungkin kakakmu itu sedang sibuk”.
“Mungkin juga”.
“Sudahlah, eh lihat sepertinya bangku ditaman itu cocok untuk kita bersantai?” Valen menunjuk sebuah bangku.
Jie A melihat arah yang ditunjukkan Valen. Tapi dia malah memikirkan Juan “Hm Valen, kamu duluan saja. Aku mau mencari seseorang” kemudian Jie A segera berlari.
“Who? You‘re boyfriend ?” teriak Valen.
“Yes” jawab Jie A dari kejauhan.
“Wow cepat juga. Padahal baru satu bulan dia di sini tapi sudah mendapat pasangan saja” Valen berkata sendiri “Tapi aku penasaran siapa pria yang sudah membuat Jie A jatuh cinta seperti itu?” dan Valen pun dengan sembunyi-sembunyi mengejar dan mengikuti Jie A dari belakang.
***
Jie A terus berjalan dengan langkah terburu-buru hingga tanpa sadar ia menabrak seseorang. Tapi untungnya tidak ada yang jatuh di antara mereka. Jie A menatap orang yang ia tabrak.
Gio malah melotot memandang adiknya jengkel “Jie A! dasar jelek. Main tabrak-tabrak orang sembarangan” Gio mencubit hidung adiknya ini dengan gemas.
“Aw sakit kak. Iya maaf, aku tidak sengaja” ringis Jie A.
Gio melepaskan tangannya dari hidung Jie A “Kamu ini lari-larian seperti anak kecil saja. Ayo ikut kakak” Gio dengan seenaknya merangkul Jie A dan membawa gadis itu pergi.
“Kemana?” tanya Jie A bingung “Aku masih ada urusan kak”.
“Ssst jangan membantah. Kakakmu ini sedang lapar dan ingin adik aku yang jelek ini menemaniku makan”.
Tapi dari kejauhan Valen memandang itu dengan benci. Gadis cantik yang satu ini memang tidak bisa mendengar percakapan mereka. Tapi ia yakin kalau antara Gio dan Jie A pasti ada hubungan spesial. Dengan amarah yang sudah tidak bisa di tampung lagi, Valen mendekati Gio dan Jie A dengan wajah kesal.
“Oh jadi ini pacar kamu Jie A” seru Valen semakin mendekat kearah Gio dan Jie A.
Sedangkan Gio dan Jie A hanya bisa menatap bingung Valen.
“Dan Gio, jadi gadis ini yang membuat kamu memutuskanku?!” serunya lagi, tapi sekarang posisi Valen sudah ada di hadapan mereka.
“Apa sih maksud kamu?!” tanya Gio dengan wajah yang kurang suka.
“Harusnya aku yang berkata seperti itu. Apa maksud kamu Gio? dan Jie A, kenapa kamu tega melakukan ini padaku” sedih Valen tapi tetap dengan wajah yang marah.
“Tapi Valen akuu...” sanggahan Jie A terpotong.
“Apa HAH? Kalian ini!!!” teriak Valen frustasi.
Tangan Valen terangkat keatas untuk menampar Jie A tapi tanpa di duga David dan Juan yang ternyata ada di dekat situ juga segera berlari mendekat dan keduanya sama-sama menangkap tangan Valen yang hendak mengarah kepipi Jie A. Untuk sesaat semuanya diam bahkan seluruh mahasiswa yang menyaksikan kejadian itu membeku seketika. Ada dua pemuda yang menolong Jie A. Juan menatap David tak percaya, David juga sebaliknya. Dengan kasar David dan Juan melepaskan tangan Valen.
Karena kejadian yang mengejutkan ini, Gio pun akhirnya angkat bicara “Valen!!! Kamu gila yah?! Jie A ini adik kandungku bukan pacarku!”.
“Tapi tadi Jie A bilang, bahwa dia ingin menemui kekasihnya?” Valen agak menyesal dengan kelakuannya barusan.
“Iya Valen. Tapi bukan kak Gio maksudku” Jie A berkata sambil melirik kearah Juan.
“Terus siapa?” sepertinya Valen masih belum mengerti juga.
“Juan Evenzie” jawab Jie A ragu karena ia sempat melihat raut wajah David yang tidak terlihat baik.
~My Crazy Girl~
“Jadi pemuda itu yang sudah membuat adik jelek kakak jatuh cinta?” tanya Gio saat mereka sudah ada dirumah.
Kejadian tadi benar-benar membuat shock beberapa pihak. Termasuk Jie A, apalagi Jie A aneh melihat raut David yang berubah muram saat Jie A bilang bahwa Juan lah kekasihnya.
......
......
To be continue .....