I Love You, My Crazy Girl

I Love You, My Crazy Girl
ILY, MCG 3



Langkah manis kaki Jie A menyusuri koridor sekolah barunya. Ini merupakan hari pertama Jie A masuk kekampus, dan untungnya tidak ada ospek disini, ospek yang sekolah lain lakukan saat penerimaan mahasiswa baru. Karena orang tua Jie A selaku pemilik university ini membenci adanya tindakan ospek yang sangat menekan mahasiswanya itu, jadilah university ini terbebas dari ospek.


Didalam hatinya Jie A masih memikirkan kejadian yang sangat mengganggunya, apalagi kalau bukan gara-gara pemuda berlesung pipi yang ia ketahui bernama Juan itu.  


“Jie A, kak David tidak bisa menemani kamu sampai kelas, karena kakak ada urusan mendadak, si Gio juga tidak tau kemana perginya itu anak. Jie A bisakan cari kelasnya sendiri?”.


“Iya kak bisa kok, aku kan sudah 18 tahun bukan anak kecil lagi” jawab Jie A dengan santainya.


”Baiklah, kakak pergi dulu ya. Bye and be careful” David mengelus sayang kepala adiknya sebelum ia berbelok kearah lain yang berbeda jalur dengan Jie A.  


Jie A kembali berjalan menuju kelas, kemudian tanpa sengaja seseorang menabraknya. Dan naasnya sampai membuat Jie A terduduk di lantai menyebabkan pantatnya terasa nyilu.  


“Eh maafkan aku nona” orang itu merasa bersalah, tapi seseorang lagi langsung melotot dan menarik Jie A hingga berdiri dengan seketika.


“Aigoo appo (ya ampun sakit)” Jie A mulai mendongakkan kepalanya dan matanya mulai melirik pemuda yang tadi menarik tangannya dengan sangat kasar. “Kamuu!!!” teriak Jie A.


“Iya nona gila, ini aku. Kenapa? Apa kau merindukanku hm Jie A”.


Seketika Jie A lemas, ia ingin sekali berlari menjauhi pemuda ini. Tapi pergelangan tangan Jie A di genggam erat oleh Juan. Ternyata pemuda yang memiliki lengsung pipi dan berwajah tampan ini bersekolah di universitas yang sama dengan Jie A.


Juan pemuda yang berumur 19 tahun ini kuliah di University White high fakultas informatika. Dan yang menjadi masalah bertambah rumit adalah ….. Jie A juga masuk dalam fakultas itu. Otomatis Juan ini adalah senior Jie A, dan mereka akan sering bertemu karena mereka satu gedung. Ini sungguh gawat, Jie A sudah benar-benar dalam keadaan danger.  


“Mau lari kemana nona?” goda Juan dengan seringai miringnya.


“Ada apa ini? Juan, aku benar-benar bingung?” Galuh teman Juan yang tadi menabrak Jie A itu benar-benar tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi.


Tanpa menjawab pertanyaan dari temannya itu. Juan segera menarik Jie A kelorong yang sepi. Kemudian Juan menghimpit Jie A ketembok dan mengikis jarak di antara keduanya. Rasa takut menghampiri Jie A, pikirannya benar-benar kacau sekarang. Mata indah Jie A membulat menatap mata bak elang Juan. Mata tajam Juan mengunci mata Jie A. Bahkan gadis ini tidak mampu untuk terus menatapnya.  


“Lepas, ja..ja..jangan kurang ajar ya!” Jie A mengatakannya dengan suara bergetar karena Juan semakin mendekatkan wajahnya hingga bibir Juan hampir menyentuh telinga Jie A, karena Jie A memalingkan wajahnya.


“Ada apa gadis gila?” Juan semakin senang menggoda Jie A, karena ekspresi yang Jie A tunjukkan menjadi hiburan tersendiri bagi Juan.


Sejak pertama kali Juan bertemu Jie A dibandara waktu itu. Ada rasa yang aneh dalam dirinya. Ekspresi wajah gugup yang ditunjukkan Jie A mampu membuat senyuman Juan menghiasi wajahnya. Juan yang kaku, Juan yang dingin, namun di gilai banyak gadis-gadis ini adalah termasuk pemuda yang populer dikampusnya. Juan menghembuskan pelan nafasnya di telinga Jie A yang otomatis membuat gadis cantik ini merinding seketika.  


“Kamu harus ganti rugi atas kejadian dibandara waktu itu nona” sedikit desahan keluar dari bibir manis Jie A karena ulah Juan.


“O o oke oke aku akan ganti rugi, tapi lepaskan aku dulu”.


“Tidak!!! karena tempo hari kau telah kabur membohongiku dan kali ini aku tidak akan membiarkanmu kabur lagi” Juan semakin menghimpit Jie A.


Dengan keberanian yang tersisa Jie A mendorong Juan menjauh dari tubuhnya.


“Hey pemuda aneh, aku janji akan mengganti semua yang aku perbuat dibandara itu dan aku tidak akan kabur. Asal kau tahu saja yah, aku ini Lee Jie A, anak dari pemilik university ini” maksud Jie A adalah untuk menggertak Juan dan ia terbebas dari pemuda ini. Tapi Jie A sepertinya belum tahu betul siapa Juan, pemuda yang satu ini tidak akan pernah takut dengan yang namanya gertakan.  


“Oh ya wow, tapi sayang aku tidak terkejut sama sekali” Juan malah menyeringai bagai iblis penghuni neraka. Tapi dia iblis yang sangat sangat tampan.


“Siapapun tolong aku huwaaa” Jie A bergumam dalam hatinya.


Juan melirik jam ditanggannya, dan dengan gesit Juan menarik tas yang di gendong Jie A lalu mencari benda elektronik yang bernama handphone.  


~My Crazy Girl~


Setelah jam mata kuliah Jie A kosong, gadis ini malah asyik merenung di sebuah taman yang memang ada di university ini.  


“Baru beberapa hari aku di sini, tapi sudah ada masalah yang sangat berat yang menimpaku. Huh Jie A pabo (bodoh). Tapi pemuda itu sangat menyebalkan. Ya tuhan kenapa engkau ciptakan makhluk seperti pemuda itu. Siapa tadi namanya, oh Juan, pemuda aneh” Jie A terus bergumam sendirian di taman yang memang sepi.


Tapi tanpa di sangka oleh gadis itu, sebuah tangan menyentuh pundaknya. “Aaaa..” jeritan gadis manis itu menggema keseluruh pelosok taman.  


Namun dengan cepat orang yang tadi menyentuh pundaknya segera membungkam mulut Jie A dengan tangannya.


“Diam!” bentak orang itu.  


Tunggu, sepertinya suara itu tidak asing bagi Jie A. Yah Jie A pernah mendengar suara itu. Suaranya serak dan begitu berat. Mata Jie A membulat seketika saat ia melihat orang yang menyentuhnya tadi “Kamu!!!”.


“Yes me, merindukanku?” goda Juan jail.  


Dengan kasar Jie A menepis tangan Juan yang berada dipundaknya “Aku pasti sudah gila bila aku merindukan orang aneh seperti kamu”.


“Wow, kamu tidak hanya gadis ceroboh tetapi juga pemarah yah. I like it” senyum miring Juan kembali muncul di wajah tampannya.


“Shut up”.


“Baiklah nona manis, dan ya tentu sedikit gila” Juan mencolek dagu Jie A, tapi Jie A segera menepisnya “Aku akan akhiri basa basi ini. Aku datang kesini hanya meminta pertanggung jawabanmu nona Jie A yang galak”.


“A aa apa kamu memintaku untuk membayar semua ganti rugi atas kerusakan mobil kamu?”.


“Berapa? berapa yang kamu inginkan? aku akan membayarnya sekarang juga” Jie A sudah bersiap-siap untuk mengambil uang dari dalam tasnya.


“hahaha” tawa Juan “Tapi sayang nona, aku sama sekali tidak membutuhkan uangmu”.


“Terus apa yang kamu inginkan?”.


“Aku hanya membutuhkanmu untuk menjadi pembantu pribadiku”.


“A..apa kamu sudah benar-benar gila tuan Juan yang aneh.”


“Iya, aku gila karena melihat rupa cantikmu. Hmm hey apa aku sudah gila? tidak-tidak buang jauh-jauh pikiran itu” gumaman Juan dalam hati.


“Nona, hanya itu yang aku minta untuk membayar semua ganti rugimu. Dan pekerjaan ini berlaku hingga satu bulan, bagaimana?”.


Otak Jie A terus berpikir mencerna kata-kata Juan yang menyulitkan itu.  


“Kalau kamu menolak permintaanku maka aku tidak akan segan-segan untuk melaporkanmu kepolisi dengan tujuan penyebab kecelakaan dan pembunuhan. Karena kamu hampir membunuhku di dalam danau itu nona. Dan itu merupakan kriminalitas nona yang cantik”.


“Ta tapii” lidah Jie A tiba-tiba menjadi kelu.


“Juan?! kita harus pergi sekarang. Semuanya sudah menunggu, cepatlah” dari arah jauh Galuh berteriak memanggil Juan.


“Pikirkanlah itu, aku menunggu jawabanmu hingga besok” setelah mengatakan itu Juan langsung pergi kearah Galuh, teman yang memanggilnya tadi.


“Hei apa itu mainan barumu?” tanya Galuh yang sudah mulai penasaran dengan sosok Jie A.


“Kita lihat saja nanti”.


“Hm” Galuh kembali menengok sebentar kearah Jie A berdiri “Dia gadis yang sangat cantik dan manis” Galuh mulai terpesona sepertinya.


“Hei sudahlah, dia itu milikku” mata Juan berubah seram seketika dan itu membuat nyali Galuh menciut.


“Hehe baiklah teman” Galuh mengangkat kedua tangannya sebagai tanda bahwa ia menyerah dan tidak akan macam-macam.  


~My Crazy Girl~


“Ahhhh jinjja (benar-benar), dia sangat menyebalkan” Jie A sangat frustasi sekarang “Oh god, iblis jenis apakah pemuda itu. Tatapannya sungguh menyeramkan”.


“Siapa yang menyeramkan hem?” Gio menghampiri Jie A yang sedang mengoceh di balkon atas.


Jie A terkejut dan ia langsung menengok kesumber suara “Oh ah tidak, bukan apa-apa”.  


Tiba-tiba saja ponsel Gio berbunyi dan pemuda yang tampan khas wajah camburan antara Indonesia-Korea ini langsung mengangkatnya.


“Hello” ucapan Gio bersama lawan bicaranya di telpon.


Jie A sudah bisa menebak kalau yang menelpon kakaknya ini seorang perempuan, bisa di baca dari raut wajah kakaknya. Dan yah tentu saja Gio merupakan tipe pemuda yang sering gunta-ganti pacar alias playboy. Hm dan juga ketampanan wajah-wajah korea yang lebih dominan terhadap wajah Gio membuat siapa saja terpukau terutama para gadis.


“Bukannya tadi aku sudah bilang, kita putus” jawab tegas Gio terhadap orang di seberang telepon sana dan setelah itu ia langsung menutup teleponnya.


Jie A hanya menatap biasa akan tingkah kakaknya ini “Seperti biasa menyakiti para gadis lagi”.


“Anni (tidak), hanya membuat mereka sadar saja” jawab Gio sambil menunjukkan senyuman termanisnya kepada adik cantiknya ini.  


“Huh hentikan senyuman iblismu itu kak. Aku ini sudah kebal dengan trikmu dalam merayu wanita. Dan apa tadi kakak bilang, membuat mereka sadar? Membuat para wanita bodoh itu sadar atau kau sudah bosan? Dasar playboy” sindir Jie A.


“Eh siapa yang playboy adik jelek” Gio mengacak gemas kepala Jie A “Aku ini tidak playboy cuma sedang mencari yang cocok”.


“Alasan! playboy mana mau ngaku” Jie A terus mencibir Gio “Untungnya kak David beda dengan kak Gio. Kak David itu baik dan tidak pernah mempermainkan wanita”.


“Oh jadi kamu begitu ya jelek. Berani sekali kamu membanding-bandingkan aku dengannya. Lagi pula David kan sudah memiliki pujaan hati selama ini hm...” Gio tiba-tiba menghentikan ucapannya.


“Apa? Kak David sudah memiliki pujaan hati? Benarkah?” Jie A menatap Gio dengan mata yang hampir mau copot karena terkejut “Bukannya kak David sangat sulit dekat dengan wanita yah? Tapi kenapa bisa? wow hebat. Siapa wanita yang beruntung mendapatkan hati kak David. Dia orang mana? Hemm” Dengan antusianisme yang menggebu-gebu Jie A menanyakan semua pertanyaan itu dalam satu tarikan nafas.


“Hah ehm itu a.. aku juga tidak tahu. Sudahlah ini sudah larut malam cepat tidur jelek. Bye” Gio langsung pergi meniggalkan Jie A dengan seribu pertanyaan di kepala gadis itu.


“Yah kak Gio, jawab dulu kak” Jie A berteriak tapi tidak diperdulikan oleh Gio.


Pemuda itu malah terus berjalan menjauh hingga masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu dan bersender di balik pintu itu “Gawat, hampir saja aku keceplosan”.


To be continue ......


Terimakasih sudah membaca 😉