
Brukkk brukkk
“Hei gadis gila, cuma mengangkat buku segitu saja kamu tidak bisa, dasar lambat. Cepat! Aku menunggu diparkiran”.
“Huh orang itu benar-benar menyebalkan. Enak saja dia ngomong, mending kalau cuma satu atau dua buku. Tapi ini ya ampun apa dia akan membaca belasan buku yang tebalnya tidak terkira ini?!” Jie A menyesal sudah menyetujui perjanjian bodoh ini. Karena pemuda itu benar-benar iblis yang tidak punya hati.
***
Jie A meletakan semua buku-buku terkutuk itu diatas meja.
“Hei hei siapa yang menyuruhmu meletakkan buku-buku itu di meja sana. Cepat angkat dan masukan kekamarku!” perintah tegas Juan.
“Apa? apa aku harus masuk kekamarmu? Aku tidak mau! Masih untung aku mau datang kerumahmu ini”.
“Tidak usah banyak protes, ingat perjanjian itu. Kamu harus menuruti semua perintahku. Cepat angkat! Aku mau mandi dulu, melihat wajahmu membuatku kepanasan dan pusing” Juan melengos pergi meninggalkan Jie A.
“Sialan kamu” Jie A sangat dongkol akan sikap Juan yang menyebalkan “Tapi dimana kamarmu?”.
“Ikuti saja aku, bodoh” teriak Juan dari kejauhan.
Dengan wajah merah padam menahan kesal Jie A kembali mengangkat buku-buku terkutuk itu. Dan mengejar Juan yang naik kelantai atas kemudian masuk kesebuah ruangan, yang pasti itu kamarnya.
***
Diruangan yang luas dan bertema hitam putih ini, Jie A berdiri dengan tumpukan buku-buku ditangannya “Uh melelahkan sekali”.
Brukk...
Jie A meletakan semua buku-buku sialan itu di atas sofa. Sedangkan pemuda yang tadi menyuruhnya malah asyik bersemedi di dalam kamar mandi yang ada diruangan itu.
“Aku pulang yah, pemuda menyebalkan”.
Ketika Jie A hendak membuka pintu, Juan keluar dari kamar mandi dengan dada dan rambut yang basah, juga dua handuk kecil yang melingkar di leher dan pinggangnya. Memberikan kesan wow errrr.
“Tunggu nona gila, tugasmu belum selesai sampai di situ saja” suara serak Juan menggema memenuhi seluruh ruangan.
Dari tadi Jie A hanya diam membeku ditempatnya dengan wajah yang sulit digambarkan. Ketika sadar, Jie A langsung melengos menutup matanya.
“Dasar pemuda aneh dan menyebalkan, cepat pakai pakaianmu! Apa kamu tidak malu ada seorang gadis yang melihatmu seperti itu. Bodoh!” jutek Jie A dengan pipi yang merona.
Sedangkan Juan hanya tersenyum simpul menanggapinya dan ia langsung pergi kelemari mengambil kaos santai dan celana pendek kemudian memakainya.
“Sudah, buka matamu itu nona” Juan mendekati Jie A yang masih terus menutup matanya dengan rapat.
Dan dengan perlahan Juan meraih tangan Jie A yang menghalangi wajah cantiknya lalu pemuda itu menuntun tangan Jie A untuk melepaskan tangannya dari wajah gadis itu.
“Buka matamu” seru Juan dengan suara lembut.
Jie A mulai membuka matanya dengan perlahan “Oh..” Jie A terkejut karena jarak wajah Juan dan dirinya sangat dekat bahkan hidung Juan mengenai keningnya.
Mata mereka bertemu. Semuanya diam, diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Hembusan nafas Juan yang teratur mulai menyentuh wajah Jie A. Tak ada jarak di antara mereka. Bahkan kini Juan dengan beraninya merangkul pinggang Jie A dengan tangan kekarnya. Dengan gugup Jie A menutup matanya kembali ketika jari Juan mengelus pipi gadis cantik itu. Juan mendekatkan wajahnya semakin dekat dan dengan perlahan pemuda tampan itu mencium kening Jie A dengan lembut.
~My Crazy Girl~
“Kemana Jie A? sudah malam begini dia belum pulang juga” David gelisah menanti Jie A yang tak kunjung pulang.
Dan dengan raut wajah khawatir David segera mengambil jaket dan kunci mobilnya untuk mencari Jie A.
“Mau kemana Dav?” tanya Gio yang melihat David hendak pergi malam-malam begini.
“Sudah jam 9, tapi Jie A belum pulang juga. Aku jadi khawatir”.
Tapi ketika mereka hendak keluar, tiba-tiba...?
“Aku pulang” teriak Jie A yang baru saja masuk kedalam rumah.
David yang melihat itu langsung saja mendekat kearah Jie A dan langsung memeluk gadis itu dengan sayang.
“Kamu kemana saja sih dek? Kok jam segini baru pulang?” tanya David dengan raut lega.
Jie A membalas pelukan kakaknya itu “Maaf kak, tadi aku pergi kerumah teman baru aku dulu” jawab Jie A berbohong.
_Flashback on
Setelah Juan mengecup kening Jie A, pemuda itu mengelus sayang rambut Jie A.
“Pulanglah hari sudah mulai larut” ucap Juan dengan senyum dibibirnya.
Jie A langsung tersadar dan mulai membuka matanya kemudian mendorong Juan menjauh “Tapi aku tidak tahu jalan pulang” ucapnya dengan suara pelan, karena gadis itu masih bingung dengan kejadian yang tadi.
“Baiklah aku akan mengantarmu. Tapi ingat besok sudah ada pekerjaan yang menunggu oke.”
“Iya” sahut Jie A pasrah.
Juan mengantar Jie A pulang, yang tentunya alamatnya dari Jie A, tapi gadis manis itu tidak tau jalannya.
_Flashback off
David melepaskan pelukannya, dan membelai rambut Jie A “Apa kamu sudah makan?” tanyanya.
Jie A hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Baiklah, ayo kita makan” ajak David dan langsung di terima dengan senang hati oleh Jie A.
“Lebih baik aku pergi. Kalian ini seperti sepasang kekasih saja. Lama-lama aku nikahin juga kalian berdua” sindir Gio.
“Gio!!!”.
“Kakak ngaco deh!!!”.
“Hahaha just kidding. Sudahlah kalian berdua jangan menatapku dengan wajah menyeramkan seperti itu, membuat bulu kudukku merinding saja. Aku kan hanya bercanda”.
***
Terpaan angin malam yang dingin menyentuh kulit lembut Jie A. Gadis cantik itu tak pernah bosan menatap langit malam yang bertabur bintang dari jendela kamar tidurnya yang sengaja ia buka lebar-lebar.
Pikiran gadis itu melayang jauh mengingat pemuda yang menyebalkan dan juga entah apa yang dirasakan Jie A sekarang ini. Jantungnya seakan berdetak lebih cepat dari biasanya. “Juan” nama itu terucap dari bibir manisnya.
Jie A memegang keningnya. Ia mengingat kejadian yang membuatnya bingung dan yaa sedikit bahagia mungkin.
“Apa yang sedang kamu lakukan Jie A?” tiba-tiba David masuk mengusik Jie A yang sedang melamun.
Jie A sedikit kaget “Ya ampun kak David ngagetin aja”.
David tersenyum teduh “Apa yang membuatmu diam menatap langit hem? Apa adikku yang satu ini sedang jatuh cinta?” tanya David, yang jujur pemuda tampan yang satu ini agak merasa aneh dengan sikap Jie A.
Pipi Jie A merona seketika “Kak David bisa saja. Tidak kok, aku hanya lagi ingin melihat langit saja” Jie A kembali membalikan tubuhnya dan kembali menatap langit malam.
Ada sedikit luka di hati David. David tahu walaupun di bibir Jie A bilang tidak, tapi mata gadis cantik itu mengatakan bahwa ia sedang jatuh cinta. Dan David bisa melihat itu.
........
To be Continue ....