I Love You, My Crazy Girl

I Love You, My Crazy Girl
ILY, MCG 2



Jie A terus berlari hingga jauh. Sekarang dia ada di pinggir jalan dengan nafas yang memburu “Thank’s god”  ucap Jie A tenang karena telah berhasil lolos dari pemuda tadi.    


Hari sudah mulai gelap, tapi Jie A masih saja belum menemukan kedua kakaknya dan alhasil dia luntang-lantung di pinggir jalan.


Dan tiba-tiba sebuah mobil Sedan hitam berhenti dihadapannya. Jie A menutup matanya karena silau akan lampu mobil itu.  


“Jie Aaa” teriak seseorang dari dalam mobil.  


Jie A berusaha melihat orang yg tadi memanggilnya, dan orang tersebut mulai keluar dari mobilnya kemudian menghampiri Jie A.  


“Kak David” gumam Jie A setelah mengetahui sosok itu.


“Kamu dari mana saja?” tanya David sembari menggunjang ringan bahu Jie A. ”Aku dari tadi mencarimu?”.    


Bukannya merespon pertanyaan David, ehh malah Jie A memasang tampang cemberutnya.


“Hey, kamu kenapa??” David menatap bingung.    


Jie A masih saja diam seribu bahasa dengan tampang yang sama. Kemudian Jie A malah berlalu masuk ke mobil meninggalkan David yang masih bingung akan sikap adiknya ini. David pun akhirnya hanya bisa pasrah dan ia juga kembali masuk kemobilnya.  


~My Crazy Girl~


“Wow, selamat datang adik kecil kita” Sapa Gio kepada Jie A yang baru saja masuk kedalam rumah di susul David dibelakangnya.


Tapi Jie A tidak memperdulikan Gio dan malah langsung melenggang masuk kedalam kamarnya.


“Hm..” Gio menampilkan wajah bingung dan bertanya-tanya. ”Kenapa tuh?”


Sedangkan David hanya bisa menghembuskan nafasnya.    


~My Crazy Girl~      


Didalam kamarnya, Jie A melamun dia masih memikirkan kejadian tadi “Ya ampun semoga aku tidak akan pernah bertemu dengan pemuda itu lagi” gerutu Jie A.


Dengan wajah lelah dan kusut serta bibir yang cemberut, Jie A tertidur lelap. Kedua kakaknya yang hendak masuk kekamar adiknya itu mengurungkan niat mereka karena mereka kasihan dengan wajah lelah Jie A yang sedang tertidur pulas.  


“Besok sajalah kita bicarakan dengan Jie A, kasihan dia kelelahan” David pun menutup kembali pintu kamar Jie A dengan perlahan.


  _Keesokan harinya..


Sabtu pagi yang sejuk, hembusan anginnya menyapa gadis cantik yang masih terlelap didalam selimut hingga suara ketukan pintu sedikit mengganggu nya.  


“Yakkk nugu-ya (siapa itu)?“ teriak Jie A kesal.


“Adik kecil yang jelek, ini bukan koreamu lagi. Jadi hentikan bahasa itu” Gio dengan seenaknya masuk kekamar Jie A dan langsung menarik hidung adiknya itu.


“Aw, aw, aw.. kak Gio sakit.”


“Ayo cepat bangun pemalas, lihat matahari saja sudah tinggi” Gio berusaha untuk membangunkan Jie A.


“Iya kakakku yang bawel, bentar dulu kenapa“.


“Baiklah nanti turun kebawah ya,  kita makan siang bersama” Gio meninggalkan Jie A yang kamarnya memang berada dilantai atas itu.  


***


“Lusa kamu akan mulai sekolah dek” David mulai membuka pembicaraannya saat mereka makan siang didekat pantai. “Dan maaf atas keterlambatan kakak menjemput kamu”.


....  


“Hmm iya“  hanya kata itu yang keluar dari bibir manis Jie A.  


David dibuat salah tingkah menghadapi adiknya yang sudah sangat lama tidak bertemu ini ngambek. “Jie A? kakak mohon maaf, please dong jangan marah lagi yaa”.


“Bakal lama nih” gumam pelan Gio sambil mengunyah makanannya.


“Baiklah Jie A maafin”.


“Apa? uhukk,uhukk,uhukk” Gio tiba-tiba terbatuk mendengar jawaban Jie A.


“Apa aku tidak salah dengar?”.


“Hm tapi ada syaratnya!” ucap Jie A menambahkan.


~My Crazy Girl~  


“Wow pantai, aigooo heol daebak neomu daebak (ya ampun keren sungguh keren)” teriak Jie A senang.  


Sedangkan kedua kakaknya menatap sang adik dengan tatapan aneh.  


“David? Jie A di kasih makan apa sih sama bunda, kok dia jadi seperti itu” bisik Gio.


David menunjukkan senyumannya, ia juga geli melihat tingkah adiknya itu. “Entahlah, terlalu banyak makan kimchi kali hehe”.


“Dav? kita ke caffe sana yuk. Panas kalau terus-terusan di sini” keluh Gio yang sudah mulai kepanasan.


”Baiklah” David masih menatap lurus kearah adik perempuannya itu sambil tersenyum. ”Jie A?” teriak David memanggil Jie A.  


“Kakak tunggu kamu di caffe sebelah sana yaa” David menunjuk sebuah caffe yang letaknya tidak jauh dari pantai “Disini panas”.


“Oh ok, tapi aku masih lama disini”.


”Iya lanjutkan saja sampai kamu puas adik kecil. Kami mau berteduh dulu” balas Gio.


“Ya, baiklah bye” itu yang terakhir Jie A ucapkan, setelah itu ia langsung berlari layaknya seorang anak kecil yang baru bebas dari rumahnya.


~My Crazy Girl~  


Jie A dengan wajah yang dihiasi senyum itu, terus melangkah di atas pasir putih pantai kuta yang sangat terkenal dengan keindahannya.


Hingga tanpa terasa matahari akan digantikan oleh bulan. senja mulai menyapa. Tapi Jie A, gadis itu tidak ada niatan untuk menggeser kakinya dari atas pasir pantai. Pandangannya lurus menatap luasnya laut biru yang membentang. Jie A sepertinya sedang menunggu sesuatu, mata indahnya bahkan tak mau berkedip sedetik pun.  


“It‘s showtime”.


Wow, sunset menunjukkan warna indahnya. Jie A tersenyum manis, ini yang ia tunggu. Dengan perlahan ia menutup matanya dan mulai merentangkan tangannya menikmati indahnya pulau dewata ini.      


Iya, Jie A memang terlalu fanatik dengan yang namanya sunset. Walau sudah banyak sunset yang ia lihat dari beberapa pantai di Korea, tapi seorang Jie A tidak pernah puas. Namun tiba-tiba lamunannya terganggu oleh sebuah bola yang tepat mengenai kepalanya.  


_Pletakkk


“Aw sakit..” ringis Jie A.


”Maaf kak, aku tidak sengaja”.  


Tadinya Jie A hendak marah, tapi saat ia mendengar dan melihat orang yang tadi melempar bola kekepalanya itu ternyata anak kecil laki-laki yang sangat manis menurut Jie A, kemarahannya pun lenyap begitu saja.


Jie A tersenyum kepada anak laki-laki itu “tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati yaa”.


“Iya kakak cantik” jawab polos anak kecil itu.


“Ya ampun kamu manis banget sih tampan, siapa namanya?” tanya Jie A gemas sambil mencubit pipi anak kecil yang umurnya sekitar 4 tahunan itu.  


Anak kecil yang berwajah tampan itu nampaknya tersipu malu atas perlakuan Jie A terhadapnya.


“Namaku Haikal kak”.


“Nama yang bagus, dan nama kakak kak Jie A sayang”.


“Nama kakak cantik, secantik orangnya”.


“Haikal bisa saja, siapa yang ngajarin?”.


“Kak Juan”.


”Oh kak Juan itu kakaknya Haikal yah”.


”Iyah kakak cantik. Bolehkan Haikal manggil kak Jie A, kakak cantik”.


“Oh tentu boleh dong sayang. Eh kakak punya permen, Haikal mau?” Jie A menyerahkan permen itu, dan langsung di terima oleh Haikal dengan senyuman khas anak kecilnya.


Hingga seseorang menghampiri Jie A dan juga Haikal.


“Haikal, kak Juan cariin ternyata kamu ada disini. Ayo pulang, ini sudah hampir malam”.  


Pemuda yang di panggil kak Juan oleh Haikal itu pun menggendongnya. Sedangkan Jie A yang sedari tadi diam karena shock bergumam di dalam hatinya “ini kan pemuda yang dibandara itu. ya ampun mati aku” wajah Jie A berubah pucat seketika.  


Dan pas pada saat itu Juan sedang melirik kearah Jie A.  


“Kamu kan gadis…?” ucapan Juan terpotong.


“Hm itu, oh Haikal kakak harus pergi, bye sampai bertemu lagi” dengan cepat Jie A langsung berlari pergi menjauhi mereka, ia tidak peduli walaupun pemuda itu berkali-kali meneriakinya.


“Hey gadis gila!!! tunggu woy jangan lari kamu hey hey GADIS GILAAAA!!!”.  


~My Crazy Girl~


To be continue....


........


........


........


Sedikit penjelasan,


Jie A di bacanya Jia, nah kalau Gio itu Jio.


Dan kenapa Gio manggil David hanya David saja? Dulu waktu tinggal di Korea Gio manggil David dengan sebutan Hyung (yaitu panggilan dari adik laki-laki ke kakak laki-lakinya). Tapi setelah pindah ke Indonesia Gio tidak bisa memanggil David dengan sebutan itu lagi, dan dia juga canggung kalau harus memanggil David dengan sebutan Kakak, jadilah Gio hanya memanggil David tanpa embel-embel apapun. Alasannya lainnya juga karena mereka terlalu dekat seperti teman atau sahabat, lagi pula Gio dan David hanya terpaut 1 tahun :-D .


Terimakasih