
Seoul – Korea selatan....
Salju putih kembali turun dikota ginseng ini. Terlihat seorang gadis cantik jelita sedang berdiri di depan jendela rumahnya menikmati salju yang berjatuhan.
“Jie A...” Sapa wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu membuyarkan lamunan gadis yang umurnya mungkin jauh dibawahnya.
“Bunda”. Jawab gadis cantik yang ternyata bernama Jie A.
“Bagaimana? apa kamu sudah memikirkan di mana kamu akan melanjutkan sekolah sayang”.
“Tidak tahu Bunda, aku masih bingung”.
“Appa (ayah) kan sudah menyarankan kamu untuk ke Bali melanjutkan sekolah kamu disana, seperti kakak-kakak kamu chagi (sayang)”. Sang Appa menambahkan.
“Tapi, aku suka disini Appa”. Jawab Jie A gundah.
“Ya sudah kamu pikirkan lagi, sayang. Kamu kan sudah 18 tahun jadi kamu pasti tahu mana yang terbaik buat diri kamu sendiri oke. Appa dan Bunda mau ke supermarket dulu untuk membeli bahan makanan. Jie A jaga rumah yah sayang”. Ucap sang Bunda.
“Iya, siap Bun”.
Lee Jie A, gadis yang lahir 18 tahun yang lalu ini keturunan campuran dari Korea - Indonesia. Ayahnya bernama Lee Jae Hee berkewarganegaraan Korea Selatan jatuh hati kepada Sarah Belliza yang notabennya Ibunda Jie A yang berkewarganegaraan Indonesia khususnya tinggal di Bali.
Jie A juga mempunyai 2 kakak laki-laki yang bermarga sama dengannya yaitu Lee David yang berbeda 3 tahun dengannya sedangkan yang satunya lagi bernama Lee Gio yang berumur 20 tahun, mereka berdua sekarang sedang kuliah di Bali kota kelahiran sang Ibunda. Ayah Jie A mengusulkan untuk sekolah di Bali karena disana ada sekolah yang didirikan oleh Lee Jae Hee saat ia tinggal di Bali hingga ia bertemu dan jatuh hati kepada Sarah.
University White High, sekolah yang didirikan oleh ayah Jie A, kampus itu juga biasa dipanggil University Lee Family. David dan Gio kakak Jie A juga sedang mencari ilmu disitu dan sekarang tinggal Jie A yang ingin melanjutkan sekolahnya di Universitas keluarga mereka atau tidak.
~My Crazy Girl~
Rintik hujan sedang membasahi kota Bali yang hampir senja, ketika Jie A baru saja menginjakkan kakinya di bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dengan manisnya gadis cantik itu melenggang keluar dari bandara tersebut. Jie A terus berdiri menunggu jemputannya yang tak kunjung datang.
“Kemana sih kak David sama kak Gio? Jam segini belum datang-datang juga?”. Gerutu Jie A.
Kaki-kaki mungilnya pun ikut kesal, hingga dengan kekuatan penuh Jie A menendang-nendang kerikil yang ada di hadapannya. Namun tiba-tiba sebuah mobil BMW putih melintas tepat dihadapan Jie A dan ......
_Cipretttt_
Genangan air pun sukses mengenai wajah cantik Jie A.
“Heyy!!! kalau naik mobil hati-hati dong, dasar gilaaaaa”. Jie A berteriak kepada pengemudi mobil itu. Dan dengan refleks Jie A segera mengambil batu yang ada didepannya dan kemudian tanpa basa-basi lagi Jie A melempar batu itu kearah mobil yang tadi membuatnya basah.
Pletaaakk_
Gubrakkk
Gubrakkk
Brukkkk
Mobil BMW putih itu menabrak pembatas jalan dan merusak taman yang ada di bandara I gusti ngurah rai, kemudian berbelok-belok hingga terjebur kedalam danau buatan yang ada di taman itu. Mengenaskan sekali. #geleng2kepala
Dan untuk sepersekian menit semuanya nampak sunyi dengan kejadian yang ajaib itu. Hingga seorang pemuda yang basah kuyub keluar dari mobil yang mengenaskan. Dengan kekesalan yang sudah mencapai ubun-ubun, sang pemuda yang ternyata mempunyai lesung pipi yang sangat manis itu menatap kearah Jie A dengan tatapan death killer nya. Dengan langkah cepat si pemuda berlesung pipi itu menghampiri Jie A dengan wajah merah padam.
“Hey Nona gilaaa, apa kamu baru keluar dari rumah sakit jiwa hah??”. tanyanya dengan muka kesal. “Lihat hasil perbuatanmu!!!”.
Sedangkan Jie A sekarang malah kikuk, ia genggam tangannya erat-erat. Gelisah dan takut yang sekarang sedang melanda Jie A.
“Ma..ma..maafkan saya tuan eh mas eh dek”. Jie A ngeri plus gugup menatap mata membunuh dari sang pemuda berlesung pipi itu.
“Apa dengan kata maaf semuanya akan kembali seperti semula??!” bentak pemuda itu. ”Kamu harus bertanggung jawab!!!”.
Aduh, jujur sekarang Jie A sedang tidak membawa uang tunai, tapi di detik berikutnya ia kembali ingat sesuatu.
“Hey pemuda jelek, kamu juga salah!! lihat hasil ulahmu, aku jadi basah terkena cipratan air saat mobilmu melintas tadi!!” bentak Jie A yang sekarang tak mau kalah.
“Hemm” Pemuda itu menyeringai kesal ”Itu tidak seberapa dibandingkan dengan keadaan mobilku yang tenggelam didanau, wahai nona gillaa” ejeknya.
Jie A memang kesal terhadap perkataan pemuda itu, tapi mau bagaimana lagi, toh ini juga kesalahan dia. Dengan sistem kerja otaknya Jie A terus berpikir, bagaimana dia bisa lepas dari pemuda yang tidak berperikemanusiaan ini.
“Ta…tapi saya tidak membawa uang tunai hari ini tuan”.
“Saya tidak mau tau! dan jika saya lepasan kamu hari ini, pasti kamu akan kabur”.
“Aduh bagaimana ini??” Gumam hati Jie A.
_Jengjreng
Tiba-tiba sebuah lampu keajaiban muncul dari kepala mungil Jie A.
Jie A menengok kearah sekitar, kemudian “Heyyy Mah, Pah” teriak Jie A sambil melambaikan tangan kepada orang lain.
”Tuan, itu keluarga saya. Saya akan minta uang kepada mereka, tuan tenang saja” tipunya.
Jie A pun hendak beranjak namun lengannya di tahan oleh pemuda itu. Pemuda itu nampak menatap dengan tatapan tidak percaya. Dan Jie A sepertinya tahu itu.
“Tenang tuan, saya tidak akan kabur kok”.
“Baiklah” dengan terpaksa pemuda itu pun melepaskan Jie A dari cengkramannya.
Ini merupakan kesempatan bagus bagi Jie A, Jie A pun berteriak dan berlari menghampiri orang yang dipanggilnya Mama dan Papa tadi. Pemuda manis berlesung pipi itu terus mengawasi Jie A. Tapi ehh bukannya Jie A berhenti di depan orang tadi melainkan dia terus berlari menjauh. Sontak pemuda berlesung pipi itu langsung terperajat kaget dan segera berlari mengejar Jie A.
“Hey, hey, hey... jangan lari kamu, cewek gilaaa!!!”
***
To be continue.....