
......
“Baiklah, tapi setelah itu kamu harus tidur. Tidak baik menghirup udara malam berlebihan” sebelum pergi David mengelus sebentar kepala Jie A dan David mulai menghilang di balik pintu.
David memegang dadanya setelah ia keluar dari kamar Jie A “Apakah sesakit ini?”.
~My Crazy Girl~
_Taman Universitas
“Kamu tidak bisa meninggalkanku begitu saja Gio. Aku tidak terima itu!” Valen berteriak di depan wajah Gio.
“Itu urusanmu bukan urusanku. Pokoknya hubungan kita berhenti sampai disini. Aku sudah bosan melihat tampangmu” jawab Gio cuek dan pemuda itu hendak pergi ketika sepasang tangan melingkar diperutnya. Mendekapnya dengan erat sampai terdengar isakan.
“Aku mohon Gio. Jangan tinggalkan aku. hiks hiks” Valen mendekap Gio dengan erat.
Gadis itu berani mengemis cinta dari seorang pemuda seperti Gio. Gio terdiam sejenak. Dan di detik berikut Gio melepas dengan kasar dekapan Valen. Hingga gadis itu sedikit terdorong kebelakang.
“Lupakan aku Valen. Masih banyak laki-laki lain di luar sana yang lebih baik daripada aku” Gio meninggalkan Valen dengan ratusan luka di hati gadis itu.
“Hiks hiks, tidak Gio tidakkk!!!”.
***
Sedangkan di tempat lain Juan yang berjalan bersama Galuh sahabatnya, tapi mata Juan tidak bisa berhenti melirik kesana-kesini mencari seseorang yang jujur sangat ia rindukan.
“Awas matamu lepas” ucap Galuh yang melihat tingkah aneh Juan.
“Diamlah kau!” Juan berhenti ketika orang yang ia tunggu dan cari sejak tadi berada tidak jauh dihadapannya. Gadis itu sedang berjalan kearahnya.
Saat mereka berpapasan, Juan langsung menghadang langkah Jie A. “Aku ingin bicara denganmu. Ayo ikut!!” seperti biasa Juan langsung menarik tangan gadis itu.
Karena bingung, Jie A hanya diam saja mengikuti pemuda yang membawanya pergi.
Tapi di tempat yang tidak jauh, David melihat kejadian itu. Dan ketika David hendak mendekati Jie A, ia mengurungkan niatnya. Karena ia lihat, Jie A diam saja ditarik oleh pemuda itu. David tersenyum hambar. Miris sekali kisah cintanya. Dan kenapa ia harus mencintai orang yang tidak bisa ia cintai seutuhnya?
***
“Ada apa? Kenapa kau mengajakku ketempat ini?” tanya Jie A bingung.
“Tidak ada apa-apa. Aku hanya lapar, dan aku ingin kau menemaniku makan di restoran ini” jawab Juan santai “Sampai kapan kau akan terus berdiri seperti itu? Duduklah” Juan mengajak Jie A untuk makan siang bersama di sebuah restoran di tepi pantai.
Selain untuk makan, Juan juga ingin menikmati ombak pantai yang sangat ia sukai.
“Jie A” panggil Juan ragu.
“Iya?”
“Hah?” Jie A sedikit bingung dengan tingkah Juan yang jauh berbeda dengan kemarin-kemarin.
“Ayo” Juan berdiri dan mengulurkan tangannya.
Jie A mengangkat sebelah alisnya, membuat wajah cantiknya semakin manis saja “Baiklah” dan gadis itupun menerima uluran tangan Juan.
Pantai yang bersinar di terpa cahaya matahari membuatnya semakin cantik. Dua anak manusia juga sedang menikmati kecantikannya dengan kaki-kaki mereka yang melangkah di atas pasir putih.
Juan menghentikan langkahnya dan secara otomatis juga menghentikan langkah Jie A. Lalu, Juan sedikit memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Jie A yang memandangnya dengan pandangan aneh. Dan dengan perlahan Juan meraih tangan mungil gadis itu.
“Jie A? memang kita belum lama kenal. Tapi apa kamu tahu arti ciuman di kening kamu waktu itu”.
Jie A membulatkan matanya kemudian menggeleng.
Juan menghembuskan nafasnya kasar “Kamu ini memang gadis bodoh ya. Masa masih tidak mengerti juga dengan maksudnya?” suara Juan sedikit keras.
Di bentak seperti itu membuat Jie A sedikit kesal “Kamu juga pemuda yang menyebalkan. Tadi sangat lembut sekarang berubah kasar lagi. Sebenarnya apa sih mau kamu. Padahal aku kira kamu akan menembakku sekarang …. uuuppps” Jie A keceplosan, rona merah kembali muncul menghiasi wajah cantiknya.
Tingkah Jie A membuat sebuah senyuman miring muncul di wajah tampan Juan “Oh jadi kamu menungguku menyatakan cinta begitu? Apa kamu sudah sangat menyukaiku hingga kamu menungguku menembakmu” goda Juan.
“Si… siapa juga yang menyukaimu. Aku tidak”.
“Aku tahu ketampananku membuat para wanita tergila-gila padaku termasuk kamu Nona” Juan mencolek dagu Jie A singkat.
Jie A menunduk, menutupi wajahnya yang sudah mulai merah seperti kepiting rebus.
Karena Jie A terus menunduk membuat tangan Juan gemas untuk mengangkat dagu Jie A hingga mata mereka bertemu dan sebuah kecupan hangat terjadi. Juan menyapu bibir Jie A. Gadis itu menutup rapat matanya.
“I love you Jie A” ucap Juan setelah ciuman itu terlepas.
Jie A langsung membuka matanya lebar-lebar. Terlihat mata Juan yang penuh dengan kesungguhan. Gadis manis itu tersenyum. Juan sedikit bingung dengan sikap Jie A yang tidak menjawab pernyataan cintanya, tahukah Jie A bahwa Juan hampir mati salting gara-gara pernyataan itu.
Kemudian Juan hendak membalikan tubuhnya tapi dengan sigap Jie A menahannya lalu memeluk pemuda manis itu.
“I love you too, itukah yang ingin kamu dengar” Jie A berkata sembari mengeratkan pelukannya.
Juan terkejut sekarang, tapi pemuda itu langsung membalas pelukan gadisnya dengan senang hati.
Pantai indah nan luas itu yang menjadi saksi cinta mereka.
~My Crazy Girl~
To be continue ..... 😄😍