I Love My Uncle

I Love My Uncle
I Love My Uncle



"Ku tarik nafas ku dalam dalam saat menatap lelaki yang ku sayangi itu pergi meninggal kan ku yang masih menatap nya dari balik jendela mobil, entah ada rasa sedih saat melihat nya pergi padahal dia hanya akan pergi sebentar namun hati ku sangat gundah, sepanjang perjalanan ke kampus aku hanya terdiam lelaki itu membuat hati ku tidak karuan terkadang aku sangat merindukan nya namun terkadang dia membuat ku sangat kesal."


"nooon vinaaaa kita sudah sampai non" pak muh membuat ku terkejut


"oh iya pak maaf tadi aku tidak dengar". baru saja aku turun dari mobil tiba tiba ada yang menarik tangan ku dan membawa ku pergi aku menatap lelaki itu yah lelaki itu daniel lelaki yang sangat di benci oleh uncle vir


"daniel ada apa ? kenapa kau menarik ku seperti ini" aku berusaha melepas kan tangan ku daniel membawa ku ke taman belakang hanya ada aku dan dia, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada ku


"silah kan duduk tuan putri maaf kan aku menarik mu seperti itu"


"hmm iya gak apa apa kok tapi lain kali jangan gitu aku jadi terkejut tadi" ku tatap mata daniel seperti nya ada yang dia ingin katakan namun aku pura pura tidak tahu saja


"hari ini kamu bebas kan maksud aku gak ada janji sama siapa siapa kan ?"


"iya hari ini aku bebas kenapa emang nya ?"


"okey jadi pulang nanti bisa ikut aku kan, aku mau ngajakin kamu kan kemarin gak bisa karena yah body guard kamu itu datang jadi nya batal deh"


"hahahahah kamu masih ingat aja sih kejadian kemarin, tapi sorry yah uncle vir memang seperti itu dia sangat menjaga ku jadi yah gitu deh"


"tapi itu tidak wajar dia memperlakukan mu seperti seorang kekasih bukan seperti keponakan, ayah mu saja tidak seperti itu"


"sudah lah lupain aja daniel jangan di bahas lagi yah, kalau gitu aku ke kelas duluan yah nanti ketemu di depan, bye daniel"


"okay sampai ketemu nanti bye vina"


Jika uncle vir tahu aku akan jalan dengan daniel sudah pasti ini akan menjadi keributan besar tapi semoga saja uncle vir tidak tahu lagian kan dia hari ini sangat sibuk dan akan ke luar kota jadi aku rasa dia tidak akan tahu, huumm aku tersenyum kecil.


"good morning baby"


"good morning mike"


"waaaww ada yang lagi berbunga bunga nih dari tadi gue perhatiin senyum senyum aja"


"apaan sih mike emang gak boleh gitu aku senyum ya udah kalau aku gak boleh senyum aku nangis aja nih".


"nangis aja lu gak peduli gue hahahahah oh ya gue perhatiin lu jalan dari taman belakang ngapain lu di taman sama daniel yah"


"kalau iya emang kenapa lu kepo banget sih jadi manusia gak ada kerjaan lain gitu atau tuh lu liat tukang kebun sekolah kita kaya nya lagi butuh bantuan daripada elu nganggur mending sana tuh bantuin"


"heheheh elu bisa aja vin, oh ya gimana kabar uncle vir kok bisa sih jadi tengkar sama daniel"


"Ya gitu deh kamu tau sendiri kan gimana uncle vir, dari dulu selalu posesif kalau masalah gue yah ini cuman salah paham aja kok" andai kan mike tau jika aku dan uncle vir saling mencintai entah apa yang akan dia fikir kan tentang ku mungkin dia akan menjauhi ku karena ini sangat aneh ooohh tuhan aku harap rahasia ini selalu aman


"temenin gue ke kantin yuk laper nih gue belum sarapan"


"Ya udah ayo tapi gue gak makan yah gue udah sarapan"


"Iya terserah elu aja deh manja"


"apaan sih mike di dengar orang tuh"


"emang manja kan, elu sahabat gue yang paling manja"


Ku lirik jam ternyata sudah pukul 11 waktu nya pulang aku segera bergegas menemui daniel di depan dan ternyata daniel sudah menunggu ku entah dari kapan dia menunggu disana huuh atau dia tidak ikut pelajaran tadi ?


"Hai daniel dari tadi nunggu nya"


"Gak juga kok gimana kamu udah siap ?"


"Ya aku siap emang kita mau kemana sih"


"Udah nanti juga kamu tau kok, pegangan yah awas terbang"


"pintar juga nih bocah ngelawak"


Baru kali ini aku di gonceng cowok selain mike, aku merasa sedikit gugup karena aku tahu selama ini daniel menyukai ku namun aku tidak pernah merespon nya karena aku menganggap nya sama saja dengan mike tidak lebih dari sahabat


"Hahahah iya iya nih aku pegangan kok"


Di sisi lain vir yang dalam perjalanan akan ke surabaya bersama kakak ipar nya tidak sengaja melihat daniel dan vina yang berhenti di lampu merah sontak saja wajah vir tiba tiba memerah dan ketika dia ingin turun menghampiri mereka namun lampu sudah berwaran hijau dan lagi pula tidak mungkin dia menghentikan mobil nya saat ini karena dalam keadaan buru buru.


"ini tidak bisa di biar kan anak itu masih berani mengajak vina jalan aku sudah mengatakan pada nya untuk tidak menyentuh sedikit pun milik ku namun dia melanggar nya"


Setelah lima belas menit daniel dan vina akhir nya sampai, sebuah pinggir pantai yang sangat luas dengan hamparan pasir putih dan juga laut yang berwarna biru membawa ombak nya menghantam pinggiran pantai di ikuti angin sepoi sepoi yang membuat hati jadi tenang saat berada disana.


" wooowww enak yah tempat nya"


"gimana kamu happy ?"


"Ya aku happy dan aku sangat suka tempat ini, ngomong ngomong kok tempat nya sepi yah apa emang cuman kita berdua disini ?"


"Ya emang sepi karena tempat ini hanya ada aku kamu dan penjual jagung bakar itu"


"Terus gak ada orang sama sekali gitu selain kita"


"Gak ada disini bukan tempat umum, nanti cerita nya di sana ayo ikut aku"


"kita mau kemana"


"ke rumah aku"


"Haah kerumah kamu ? apaan sih emang rumah kamu disini"


"Nah dah sampai ini rumah aku gimana bagus kan?"


daniel menunjukkan sebuah rumah rumah kecil yang ada di atas pohon


"Oh tuhan bagus banget rumah itu jadi ini rumah kamu ? heheheh so sweet banget sih daniel" rumah kecil berada si atas pohon di pinggir pantai dan di hiasa lampu lampu hias di sekeliling nya membuat suasana jadi sangat romantis


"ayok naik ke atas pemandangan di atas lebih oke loh, pelan pelan yah awas jatuh, pegangan di tangga nya tuh biar gak jatuh"


"Daniel bisa tolong tarik tangan aku ?"


"Sini ulurin tangan kamu"


Akhir nya sampai juga di rumah pohon ini, oh my god ini benar benar surga dunia yang baru aku liat pemandangan dari atas pohon ini makin memperindah suasana indah sekali tempat ini.


"Daniel sungguh tempat ini sangat indah waaaww aku suka banget makasih banyak yah daniel" aku yang sangat senang tidak sadar jika aku memeluk daniel


"Iya sama sama apa aja bakal aku lakuin asal kamu bahagia vina"


"Eeehh sorry yah daniel aku gak sengaja meluk kamu, heheheh aku tersipu malu"


"Gak apa apa kok peluk lama lama juga aku oke aja kok"


"Hahahah apaan sih daniel ? , tapi beneran tempat ini bagus banget loh pasti kalau malam pemandangan nya lebih bagus dengan cahaya lampu lampu dari kapal para nelayan dan lampu hias yang di pajang di rumah rumah kecil ini, aku sangat menyukai nya thank you so much daniel". Di balik kesenangan ku ada sedikit rasa rindu di dalam hati ku andaikan saja saat ini yang bersama ku uncle vir ini pasti terasa sangat lengkap


"Heeeeii kok ngelamun aja sih ? tunggu sini bentar yah biar aku pesanin jagung bakar sekalian mau di pesanin minum gak"


"hmm boleh deh aku minum nya air kelapa muda aja yah"


"Oke siap tuan putri tunggu bentar yah aku akan segera kembali"


"Hati hati yah daniel, oh ya sekali lagi makasih banget yah"


"Iya bawel" sambil memain kan mata nya


"Genit banget dia hahahahahah, heran deh sama dia cakep keren semua tuh ada sama dia kenapa dia mau sama aku yah padahal kan aku gak cantik dan sampai kapan pun hati ku tidak akan bisa terbuka untuk siapa pun selain uncle vir"


\#bersambung