
"aku menggeser kan badan ku dari uncle vir yang berbaring di samping ku aku sangat takut pada nya tatapan mata nya yang tajam dan suara nya yang keras masih ku ingat jelas baru kali ini aku melihat nya semarah itu. ku jauh kan tubuh ku perlahan namun saat aku ingin menjauh uncle vir menarik lengan ku dan membuat ku jatuh tepat di atas dada nya."
"aaawwww uncle vir apa yang kau lakukan ?."
"maaf kan aku my girls tapi kenapa kau ingin menjauh dari ku apa kah tadi aku membuat mu takut jika iya im sorry my girl, aku tidak bermaksud untuk membuat mu takut aku menyayangi mu aku tidak ingin ada seseorang pria yang berani mendekati mu."
"tapi kenapa ? kenapa uncle melarang ku pergi dengan daniel dia hanya teman ku dan dia juga pria yang sangat baik dia tidak pernah macam macam pada ku."
"kau ini masih sangat polos my girl kau tidak akan pernah tahu bagaimana sifat pria."
"yah aku tahu sifat pria sama seperti uncle yang bebas menciumi dan memeluk wanita yang bukan pasangan nya, tapi daniel tidak seperti itu dan uncle harus tau itu. kali ini aku sangat marah pada uncle vir apa lagi mengingat semua kejadian itu ingin rasa nya aku memaki nya."
"mengapa kau sangat marah pada ku my girls apa kah kau cemburu ? aku rasa kau menyukai ku apa kah itu benar vina ?
"uppss lagi lagi uncle vir membuat jantung ini berdegup tidak karuan tidak mungkin aku bilang bahwa aku menyukai nya namun aku tidak bisa membohongi perasaan ku.
" mengapa kau diam ? kau lihat wajah mu itu sangat merah dan itu pertanda memang benar kau menyukai ku."
"perlahan uncle vir mendekati ku yang duduk sambil memeluk bantal dia mulai membelai rambut ku dan mengusap pipi ku. ohh astaga perasaan apa ini aku sangat nyaman saat dia melakukan ini pada ku dan aku hanya bisa diam tidak berkutik, oh tidak apa yang akan terjadi perlahan tangan uncle vir mengusap lembut bibir ku aku bisa merasakan tangan nya yang lembut itu dan tiba tiba dia mencium bibir ku namun dengan cepat ku tarik wajah ku lalu berlari ingin keluar namun ternyata uncle vir mengunci pintu nya, oohh **** apa apaan ini."
"uncle vir apa yang akan kau lakukan pada ku ? mengapa kau mengunci pintu nya aku ingin keluar
"kenapa kau sangat takut pada ku my girls bukan nya kita sudah terbiasa bersama, kemari duduk lah dengan ku jangan takut aku ingin bertanya pada mu come on baby."
"perlahan ku dekati uncle vir dan duduk di samping nya, perasaan ku bercampur aduk ada rasa takut dan juga rasa bahagia karena memang ini kan yang aku ingin kan memiliki uncle vir sepenuh nya bukan dengan status keponakan dengan paman namun sebagai kekasih."
"kemari lah gadis kecil ku, sayang aku ingin menanyakan sesuatu dan kau harus menjawab dengan sejujur jujur nya. sayang apa kah kau mencintai ku ?."
"haaaah sontak aku terkejut mendengar pertanyaan uncle vir, whats apa yang kau katakan uncle ? kau itu my uncle bagaimana aku bisa mencintai mu ya aku mencintai mu namun itu hanya rasa cinta sebagai keponakan mu tidak lebih. uuhhh ya tuhan ini benar benar membuat ku bisa mati mendadak aaarrghh kenapa aku berbohong kenapa tidak ku jawab saja jika aku memang mencintai nya sejak lama ohh no no no aku tidak boleh jujur pasti uncle vir hanya bercanda pada ku dan saat aku menjawab iya, maka dia akan menertawakan ku."
"apa kau yakin tidak mencintai ku lalu bagaimana jika aku mencintai mu sayang ?"
"sudahi lelucon mu itu uncle vir itu tidak lucu jika kau hanya ingin membuat ku kembali tertawa dan agar aku melupakan persoalan tadi sudah lah aku akan melupakan nya."
"hahahah uncle kau ini sangat romantis tapi ini membuat ku ingin tertawa sekarang cepat buka pintu nya dan keluar lah aku ingin istirahat aku sangat lelah. namun bukan nya malah pergi dia malah memeluk ku, uncle lepas kan pelukan nya ini membuat ku tidak bisa bernafas.
" bukan nya melepas kan dia malah justru makin mempererat pelukan nya kali ini aku benar benar susah untuk bernafas. uncle vir apa kau ingin membunuh ku aku sulit bernafas karena pelukan mu itu dan mengapa kau tiba tiba seperti ini, tolong lepas kan aku.
"aku tidak akan melepas kan pelukan ini sampai kau menjawab nya dengan jujur karena aku sudah tahu semua nya vina kalau kau sangat mencintai ku aku tahu semua nya.
"uncle apa yang kau katakan aku tidak mengerti ?
"kau tidak mengerti vinaa? baik lah lalu apa ini apa yang kau tulis disini ?
"oh my god buku diary ku kenapa ada pada nya astagaa kapan dia mengambil nya dari tas ku, oooh **** kali ini aku benar benar terjebak dan aku sangat malu, aku hanya bisa tertunduk tak berani menatap nya bagaimana tidak di buku diary itu aku menulis semua isi hati ku tentang nya dan saat ini dia sedang duduk di depan ku dengan buku itu, ooohh aku harus seperti apa ?
"hei sayang kenapa kau diam aku bertanya pada mu sekarang jelas kan pada ku atau akan ku lihat kan buku ini pada papah dan mamah mu ?
"jangaaannnn, jangan uncle jika mereka tahu aku pasti akan di marahi dan kau sudah tahu itu apa kah kau akan bahagia melihat ku di marahi mereka ? oke oke baik lah sekarang aku akan jujur pada uncle iya aku menyukai mu aku mencintai mu sejak aku masih kecil aku fikir ini hanya perasaan cinta yang wajar layak nya seperti aku mencintai papah dan mamah namun makin aku dewasa aku makin mengerti jika rasa cinta ku ini tidak wajar aku memikir kan mu setiap saat aku bahagia jika kau ada di dekat ku dan aku sangat merasa sedih saat kau tidak ada disini, aku menunggu mu sangat lama dan saat kau kembali aku sangat bahagia tapi tetap saja aku tidak bisa mengatakan apa pun pada mu karena kau adalah paman ku."
"huustt jangan bicara lagi, sayang kau tahu aku juga begitu mencintai mu kau juga harus tahu jika selama aku tidak disini aku selalu merindukan mu aku selalu mencemas kan mu tidak ada satu wanita yang bisa membuat ku jatuh cinta selain diri mu, kau keponakan ku tapi aku sangat mencintai mu dan ini memang tidak wajar tapi yang harus kau tahu sebenar nya aku ini bukan saudara kandung ayah mu.
"haah apa yang uncle maksud ? kalau kau bukan saudara kandung ayah lalu kau siapa ?
"aku hanya saudara tiri ayah mu vina tapi ayah mu sangat menyayangi ku tapi berjanji lah satu hal pada ku jangan bilang pada siapa pun jika aku mengatakan ini pada mu dan jangan katakan pada siapa pun tentang masalah ini.
"hmm baik lah uncle tapiiiiii
"husstt diam lah kau tidak perlu berkata apa apa lagi karena aku sudah tahu jika kau juga mencintai ku dan aku juga sangat mencintai mu, dan boleh kah aku menjadi kekasih rahasia mu sayang ?
"aku masih tertunduk malu aku sangat bahagia saat ini tiba tiba saja keadaan berpihak pada ku oh apa kah aku hanya mimpi, aku mencubit pipi ku aawww sakit sekali ini bukan mimpi ini nyata lelaki yang ku idam kan selama ini ternyata mempunyai rasa yang sama seperti ku. uncle sebenar nya aku sangat ingin tapi aku takut jika ada yang mengetahui nya ini akan menjadi masalah besar."
"bersambung"