I Love My Uncle

I Love My Uncle
I love my uncle



"dari balik jendela aku melihat nya datang dengan mobil dua pintu nya, pria yang selalu aku tunggu kehadiran nya akhir nya tiba juga, tubuh nya yang tinggi wajah nya yang putih bersinar dan hidung nya yang sangat mancung membuat hati ku dag dig dug saat melihat nya. Pria itu adalah paman ku, aku memanggil nya uncle vir, aku berlari menghampiri nya aku sudah tidak tahan menahan rasa rindu ku pada nya."


"uncleee,,, teriak ku sambil berlari menuju ke arah nya, dan aku langsung memeluk nya aku tidak sadar banyak pasang mata yang memandangi sikap kekanak kanakan ku, yah itu menurut mereka karena aku hanya seperti anak perempuan yang baru lahir di mata mereka, yah mereka ibu ayah kakak lelaki ku dan juga oma ku yaitu ibu dari ayah ku."


"heeyy gadis kecil ku, kau terlihat sangat besar aku sangat merindukan mu gadis ku, dan ngomong ngomong apa kau bisa melepas kan pelukan mu ? itu sangat erat aku hampir tidak bisa bernafas, huuufh."


"aaaahh uncle maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk itu aku hanya terlalu merindukan mu, aku melepas kan pelukan ku dan tertunduk malu aku tidak sadar jika aku sudah sangat keterlaluan, yah bagaimana tidak saat aku menginjak sekolah menengah pertama uncle vir meninggal kan ku, dia di tugas kan oleh ayah untuk menangani bisnis di australi saat itu aku sangat sedih bagaimana tidak uncle vir ada lah paman sekaligus ibu ku dari aku kecil dia yang selalu mengurus ku karena ibu sangat sibuk dengan urusan kantor nya dan oma juga baru saja ikut tinggal dengan kami dan hanya uncle vir saja yang tidak terlalu sibuk saat itu karena dia belum ikut menangani bisnis ayah, namun saat dia sudah di percaya oleh ayah untuk menyelesai kan semua nya ayah langsung mengirim nya pergi jauh saat itu aku sangat sedih."


"its ok my girls, itu bukan masalah aku tau jika kau sangat merindukan ku karena kau adalah gadis kecil ku pasti kau akan sangat merindukan ku."


"uuuhhh kenapa sih uncle mengatakan jika aku gadis kecil nya ? aku ini sudah dewasa aku sudah menginjak usia ku yang ke 18 tahun dan saat ini aku sudah kuliah tapi mengapa dia masih saja menganggap ku gadis kecil sama seperti ibu ayah dan semua nya, aahh menyebal kan."


"vina sayang, biar kan uncle vir masuk dulu dan beristirahat dia pasti sangat lelah karena perjalanan jauh kau jangan mengganggu nya yah, kau kembali lah ke kamar mu dan pergi lah mandi ini sudah sore."


"yah ibu ini sangat menyebal kan aku juga akan mandi kok tanpa di ingat kan, memang ny aku ini anak kecil."


"tiba tiba uncle vir membisikkan sesuatu di telinga ku, " apa kah kau ingin mandi dengan ku ?",,uppss astagaa uncle vir apa yang dia katakan, aku menoleh pada nya dan tanpa merasa berdosa sedikit pun dia berlalu meninggal kan ku pergi ke kamar nya yang berada di lantai atas, pipi ku sangat merah dan aku sangat malu jantung ku berdegup kencang aku berlari menuju ke kamar ku agar tidak ada yang melihat ku seperti ini."


"braaakk, aku membanting pintu kamar ku, ku tutup wajah ku dengan bantal sambil tersipu malu aku memikir kan kata kata uncle vir bagaimana bisa dia mengatakan hal yang sangat memalukan itu, apa dia masih menganggap ku gadis kecil nya maka dari itu dia berkata seperti itu ? oh astagaaa, mengapa aku sangat deg degan kali ini ?."


" tok tok tok tok,, iyaaaa masuk gak di kunci kok, siapa sih yang mengetuk kamar ku jam segini, aku melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam, ternyata aku sudah lama tertidur dan tidak ada yang membangun kan ku."


"malaam my girls boleh saya masuk ?."


"kau sangat lelap sekali tidur sampai kau tidak bangun untuk makan malam, ini uncle bawain makanan buat kamu pasti kamu sangat lapar kan ?, ibu dan ayah mu pergi ke luar kota untuk seminggu mereka ada urusan mendadak dan oma juga pergi berobat ke luar kota paling tiga hari oma akan pulang dan aku bertugas menjaga mu dan alex, ini makan malam mu segera di habis kan."


" mengapa mereka pergi tanpa memberi tahu ku ?, aah iya uncle aku akan menghabis kan makanan ini karena ini buatan uncle pasti ini sangat lezat, aku merindukan masakan uncle sederhana namun sangat cocok di lidah ku. oh iya uncle, ngomong ngomong kau tidak akan pergi lagi kan kau akan tetap disini saja untuk menjaga ku bukan?, aku tidak mau kalau kau pergi lagi aku sangat merindukan mu."


"uncle berbaring di paha ku, dia menatap ku dengan tatapan yang membuat jantung ku serasa ingin copot, ya tuhaann ada apa ini mengapa aku tidak merasa terbiasa seperti dulu padahal dari kecil uncle sering tidur di paha ku atau di samping ku tapi kali ini aku sangat malu."


" ada apa my girls ? kenapa kau seperti melihat hantu wajah mu pucat, apa kau melihat ku seperti hantu ?, kau dengar yah, aku tidak akan pergi lagi dari mu dan bukan hanya kau yang merindukan ku, aku sangat merindukan mu setiap hari setiap detik dan setiap waktu aku selalu memimir kan mu, yah aku memikir kan bagaimana kau bisa mandi sendiri dan mengurus diri mu tanpa bantuan ku, karena aku tau persis ibu mu pasti tidak akan ada waktu untuk itu bukan ?, aku hanya cemas kau tidak bisa melakukan semua nya sendiri."


" ah oh anu tidak ada uncle mungkin wajah ku pucat karena aku belum mandi dan udara nya sangat dingin malam ini jadi aku merasa kedinginan, yah itu semua memang seperti yang kau pikir kan uncle, aku tidak bisa melakukan semua nya dan ibu juga tidak ada waktu untuk mengajari ku tapi setelah beberapa bulan uncle pergi oma datang dan oma yang mengurus ku dan juga abang alex, dan setelah aku naik ke bangku kelas dua sekolah menengah pertama aku mulai belajar untuk menangani ny sendiri karena oma mulai sakit sakitan aku tidak tega jika oma yang sudah tua harus mengurusi kami juga, seharus nya oma harus istirahat dan sampai sekarang aku sudah bisa mengurus semua nya."


"yah kau seharus nya memang melakukan semua nya sendiri karena kau sudah dewasa, oh yah bagaimana apa kah kau sudah memiliki kekasih ?."


"sontak aku terkejut dengan peetanyaan nya makanan yang ku suap kan ke mulut hampir saja keluar kembali, uhuk uhuk uhuk,,, pertanyaan uncle itu membuat ku sangat terkejut bagaiman dia menanyakan hal itu, memikir kan untuk meiliki kekasih saja tidak, karena selama ini hanya dia yang ada di dalam fikiran ku."


"heeii heii kau kenapa vina, pelan pelan saja makan nya tidak usah terburu buru cepat lah minum."


" uncle vir mengambil minum lalu meminum kan nya pada ku, aahh dia sangat romantis bukan ?, aku menatap nya sangat dalam jika saja dia bukan saudara ayah ku mungkin sudah ku katakan jika aku menyukai nya sejak kecil dan tidak ada seorang pria yang akan menggantikan nya di hati ku, namun sayang sekali dia adalah paman ku dan hubungan itu sangat di larang."


" hm uncle its ok, aku baik baik saja aku hanya tersedak kau jangan khawatir uncle, hm uncle aku tidak memiliki kekasih karena aku tidak ingin memiliki kekasih saat ini aku hanya fokus dengan kuliah dan ingin bekerja seperti ibu dan ayah, ingin sekali aku katakan pada nya jika dia adalah penyebab utama nya namun aku tidak bisa mengatakan itu apa kata nya jika aku mengatakan sejujur nya ? bisa bisa dia mengadukan ku pada ayah dan ibu ku."


*bersambung*