
"sejak kejadian kemarin aku dan uncle vir tidak saling bicara, entah mengapa aku hanya malu karena ketahuan menguntit nya kemarin dan dia juga tidak bicara sepatah kata pun setelah sarapan tadi uncle vir langsung pergi ke kantor dan aku juga bergegas ke kampus. saat aku asyik melamun tiba tiba ada yang mengaget kan ku."
"wooyy,, ciieeee lagi ngelamunin apaan nih ? hahahah gue liat liat kaya nya lagi ada yang galau nih."
"uuusshh apaan sih mike siapa yang galau coba ? elu datang ngagetin gue aja, ngapain sih elu kesini gangguin gue aja."
"idiihh sensi banget sih hari ini ada apaan sih ? biasa nya elu paling suka gue gangguin, oooh yah gue tau pasti elu kangen kan sama gue ? secara kemarin kan elu gak masuk, ngomong ngomong kenapa kemarin elu gak masuk ? elu sakit vin ?."
"gak kok, gue sehat aja nih seperti yang elu liat sekarang gue kemarin ada urusan jadi gak masuk lagian kenapa elu jadi kepo banget sih sama gue ?."
"yah gue kangen lah sama elu vin,, dan itu tuh penggemar rahasia elu dia galau banget loh kemarin, hahahahah."
"aku melirik ke ujung taman ku lihat seorang lelaki dengan postur tubuh yang tinggi rambut agak pirang coklat, warna bola mata nya kehijauan memakai topi dan kaos kuning dengan celana jeans nya yah dia daniel, pria paling di kagumi semua wanita di kampus ini, berdarah jerman. namun sayang dia sangat dingin dengan semua wanita tapi tidak dengan ku dia selalu curhat tentang apa pun pada ku, aku juga tidak tahu mengapa aku dan dia bisa dekat dan itu membuat wanita di universitas terbesar ini memusuhi ku, daniel dia pernah menyatakan cinta pada ku namun aku tidak ingin berpacaran dengan nya karena aku hanya menganggap nya sebagai teman biasa dan jelas di hati ku hanya ada seorang pria yaitu uncle vir. oh ya dan teman ku satu ini nama nya mike dia sahabat ku dari kecil dia selalu ada ketika aku sedang dalam kesulitan dia akan selalu ada untuk ku, aku menyayangi nya seperti saudara ku dan dia juga sangat dekat dengan semua keluarga ku yah karena dia sering nginap di rumah dan bermain play station dengan abang alex."
"emm kalau gitu aku samperin dia dulu yah mike kemarin aku gak angkat telfon dari dia karena aku ada suatu urusan jadi daripada dia tambah galau lebih baik gue yang jelasin ke dia yah kan ? hahahah."
"oke deh buruan sana ntar dia frustasi lagi dan bakalan bunuh diri karena elu cuekin seharian, hahahahah."
"iiss apaan sih elu mike, ya udah gue kesitu bentar bye."
"oke vina sayang."
"aneh banget sih vina, kenapa coba dia nolak daniel yang jelas jelas udah nembak dia yang gak ada saingan nya di kampus ini tidak termasuk gue sih, karena gue sama daniel itu sebelas duabelas aja hahahahah PD banget yah gue. kalau gue jadi cewek pun gue mau di apain aja sama daniel mah pasrah, astaga apaan sih diihh gue kok jadi mikir yang aneh aneh, aahh mike mike goblok banget hahahahah. oke biar gue jelasin sebenar nya gue juga suka sama vina tapi gak mungkin sih aku bilang ke dia yang ada gue gak bakal ada si daftar teman nya lagi, secara siapa sih cowok yang gak suka sama vina, postur tubuh nya yang mungil bibir nya yang kecil pipi nya yang tembem bulu mata nya yang lentik badan nya yang ramping dan rambut nya yang lurus panjang sepinggang membuat dia seperti barbie hidup , vinaa vinaaa ingin rasa nya aku jadi kekasih mu."
"hai daniel."
"hai vina, baru masuk nih kemarin kemana aja kok gak ada ? gue cariin elu kemana mana tapi mike bilang elu gak masuk gue telfonin juga elu gak angkat dan pas pulang gue mampir ke rumah elu tapi abang alex bilang elu lagi gak mau di ganggu, emang ada masalah apa ?."
"ouhh itu iya kemarin itu ada sedikit urusan sih sebenar nya gue gak kenapa napa cuman kemarin gue gak enak badan aja jadi gue istirahat tapi gue udah baikan kok, sorry yah kemarin gue gak angkat telfon dari elu soal nya kepala gue pusing banget dan gue gak megang ponsel itu aja sih."
"ooh gitu, tapi sekarang udah gak pusing lagi kan kalau masih pusing biar gue antar pulang."
"eemm gak usah gue sehat kok kalau gue masih pusing yah gue gak masuk tadi, gue baik baik aja elu gak usah cemas."
"kalau gitu ntar pulang ikut gue yuk."
"haah kemana ???."
"udah ikut aja ntar juga tau kok. pleaseeee elu mau yah ???."
"hmm oke gue ikut, tapi gue gak bisa lama lama yah sore jam 4 gue harus dirumah, aku menerima tawaran nya dan jelas dia sangat happy."
"yeesss thank you so much girls."
"yes welcome handsome."
" jam menunjukkan pukul 11 waktu nya pulang kelas ku baru saja selesai dan aku bergegas menghampiri daniel, namun saat aku tiba di parkiran tidak hanya daniel yang menunggu ku tetapi pujaan hati ku juga sedang menunggu di dalam mobil berpintu dua itu, yah siapa lagi kalau bukan uncle vir. aduhh mengapa uncle vir datang menjemput ku tanpa memberitahu ku aku harus bagaimana ini."
" hai girls come on, lets go. heii kenapa masih bengong sih ayo naik lah ke motor ku."
"heii my girls ikut lah pulang dengan ku aku juga akan pulang jadi lebih baik kita pulang bersama, ayo masuk mobil."
"aaahh uncle ini sebenar nya aku dan, oh ya kenalin ini daniel teman vina, dan daniel ini uncle vir yang sering mike ceritakan. oh ya uncle sebenar nya aku dan daniel ingin pergi daniel mengajak ku jalan."
"uncle menatap daniel dengan tatapan dingin nya dan sebalik nya daniel pun juga menatap uncle vir dengan tajam, yah begini lah ketika dua orang yang sangat dingin bertemu."
"tapi maaf vina malam ini kita akan mengadakan makan malam dengan keluarga besar ayah dan ibu mu kau tidak lupa kan hari ini ulang tahun pernikahan orang tua mu kau tidak bisa pergi hari ini."
"maaf uncle vir, kau tenang saja aku akan membawa nya pulang sebelum pukul 4 sore. kau tak perlu cemas aku akan menjaga vina dengan sangat hati hati dan aku tidak akan membuat nya menangis atau pun sedih."
"apa yang di katakan daniel ?? seperti menyinggung uncle vir saja, dan tatapan uncle vir makin tajam aku tak tahu mengapa mereka seperti anjing dan kucing yah seperti ada dendam saja padahal kan mereka baru saja bertemu, aahh sudah lah bikin pusing saja."
" tapi kau tidak berhak membawa vina dia keponakan ku dan aku harus menjaga nya kau pasti sudah tahu bukan aku ini siapa ??? aku yang menjaga vina dari kecil dan sampai sekarang, so vina masuk lah ke mobil now !."
"aku terkejut karena uncle vir bicara dengan nada tinggi dan ini baru pertama kali aku melihat nya sangat marah aku yang terkejut segera masuk ke mobil aku tidak ingin sampai uncle vir berteriak lagi itu akan jadi tontonan orang."
"vinaa,, vinaaa tunggu aku vinaa,, kau sudah berjanji kan akan ikut dengan ku dengar kan aku vina aku akan membawa mu pulang sebelum jam empat sore dan aku akan menjaga mu aku janji tapi ikut lah dengan ku saat ini aku mohon vinaa pleaseee !!!."
"daniel im sorry tapi aku tidak bisa ikut dengan mu aku tidak ingin kau ribut dengan uncle vir aku berjanji pada mu akan ikut dengan mu di lain hari, im sorry daniel."
" ku lepas kan tangan daniel yang mencoba menahan ku dan masuk ke mobil uncle vir ku lihat betapa kecewa nya daniel tapi aku tidak punya pilihan lain aku sangat takut dengan uncle vir yang seketika berubah menjadi seperti harimau yang melihat mangsa nya.
ku tinggal kan mereka berdua yang masih saling tatap tatapan, entah apa yang mereka berdua katakan mereka seperti terlibat adu mulut dan setelah itu daniel melajukan motor nya meninggal kan uncle vir yang masih berdiri."
" di sepanjang jalan pulang aku hanya diam aku takut melihat uncle vir entah mengapa dia bisa semarah itu, dan saat tiba dirumah aku langsung masuk ke kamar dan merebah kan tubuh ku. baru saja aku mengambil ponsel dan ingin menghubungi daniel tiba tiba pintu kamar ku ada yang buka aku menoleh ke pintu ku lihat uncle vir memasuki kamar ku dan merebah kan tubuh nya di samping ku."
*bersambung*