I Love My Uncle

I Love My Uncle
I lovemy uncle



"hooaaammm,,tubuh ku terasa sangat berat seperti ada yang mendekap ku dengan erat ku buka mata ku perlahan dan betapa terkejut nya ketika aku melihat sosok pria sedang mendekap ku."


"aaaaaaaaaaaakkhh tidaaaakkkk,,,,,".


"heeii heeii kau kenapa vina, ada apa mengapa kau berteriak ?."


"a..a..aku ha..hanya terkejut saja, mengapa uncle ada disini tidur dengan ku."


"iya itu karena kau yang meminta, semalam setelah kau makan dan mengobrol dengan ku kau tertidur dan saat aku ingin kekamar kau menarik tangan ku dan melarang ku pergi kau meminta ku menemani mu jadi aku menuruti permintaan mu tuan putri."


"oh apa kah itu benar ?, maaf kan aku uncle aku tidak sadar maaf merepot kan mu. padahal aku sangat senang yah sering sering aja tidur dengan ku, itu menyenang kan bukan ?."


"sudah tidak apa apa, dulu juga aku yang selalu menidur kan mu."


"sambil mengedip kan mata nya uncle vir berlalu meninggal kan ku sendiri."


"oh my god jantung ku lagi lagi berdegup kencang melihat nya menggoda ku seperti itu, ingin rasa nya aku berkata pada nya, uncle peluk aku dan jangan lepas kan pelukan itu aku menunggu mu dengan waktu yang sangat lama jadi jangan sia sia kan pertemuan kita ini, hahahah lucu sekali andai saja aku bisa mengatakan langsung pada nya, uuhh itu pasti sangat menyenang kan."


"aku bersiap untuk kuliah aku bermaksud ingin berpamitan dengan uncle vir, umm mungkin lebih baik aku mendatangi kamar nya, aku mencoba mengetuk pintu kamar nya dan memanggil nya namun aku tidak ada sahutan, aku langsung menorobos masuk tapi aku tidak mendapat kan uncle vir di kamar aku mencoba membuka kamar mandi nya daaann.....,, aaaaaaaaaaa,,, unclee,,, kenapa kau tidak mengunci pintu mu saat kau mandi, aku segera berlari ingin keluar namun uncle vir menarik tangan ku, tubuh ku mendarat di dada nya yang sangat cool nafas ku tidak beraturan wajah ku memerah astagaa ada aapaa ini ???, kenapa uncle vir malah menarik ku aku melihat tubuh nya saja badan ku sudah gemetaran, dia hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawah nya, fikiran ku tidak karuan oohh tuhan apa apaan ini aku sangat benci dengan fikiran ku."


"kenapa wajah mu merah seperti itu ?."


"aaahh tidak uncle, aku hanya sangat malu mengapa kau menarik ku dan kau mengapa tidak menutup pintu mu saat kau mandi ?, eeh aku akan pergi ke kampus aku sudah telat aku tadi kesini hanya ingin memberi tahu uncle, bye uncle."


"kau mau kemana ?, aku yang akan mengantar mu aku disini dan mulai hari ini aku yang mengantar mu aku akan menjaga mu dan bisakah kau ambil kan pakaian ku di lemari my girls."


"tapi uncle aku akan pergi sendiri aku sudah biasa, oh ya aku akan mengambil kan pakaian mu tunggu lah sebentar."


"ku buka lemari nya dan ku ambil kaos hitam dengan celana jeans hitam yah itu adalah pakaian favorit uncle vir dia tidak repot dengan masalah berpakaian aku tahu persis sejak aku kecil dia pria yang sangat simpel, saat tangan ku meraih baju dan tiba tiba sebuah kertas jatuh ke lantai seperti foto ku ambil dan ku lihat foto itu tampak uncle vir sedang berfoto dengan seorang wanita yang sangat cantik dan sexy, hati ku terasa ada yang menusuk saat melihat foto itu sedih bercampur sakit siapa kah wanita ini apa dia kekasih uncle vir ? aku akan menanyakan nya nanti."


"uncle ini pakaian mu kau pakai lah lalu antar aku, aku tidak ingin telat."


"baik my girls, apa kah kau akan berdiri disitu dan melihat ku berpakaian sayang ?."


"aahh ehh, maaf uncle aku akan menunggu mu di luar cepat lah berpakaian aku tidak mau menunggu lama."


"siap sayang ku."


"uuhh apa apaan sih uncle manggil aku dengan sebutan sayang, aku sangat marah saat ini entah mengapa hati ku terasa sangat perih melihat nya berfoto dengan seoranv wanita, ingin rasa nya aku memarahi nya namun jika itu terjadi apa kata nya nanti, yang ada aku malah dikira sedang tidak waras huuhhhh kesal sekali."


"ayuk aku sudah siap my girls, heemm apa kau tidak sarapan ?."


"tidak uncle aku akan makan di kampus saja lagian aku juga belum lapar. yah tadi aku sangat lapar dan berniat ingin mampir membeli makanan tapi seketika nafsu makan ku hilang."


"suasana jadi sepi hanya suara klakson pengendara lain yang terdengar aku dan uncle tidak berbicara satu sama lain, tiba tiba ponsel nya bergetar dreett dreett dreett....."


"iya hallo ada apa nona sarah ? pagi pagi sudah menelfon ku, apa kau merindukan ku ?,, ahahahah, tidak aku hanya bercanda, ok ok aku akan menemui mu 30 menit lagi ok tunggu saja aku."


haaaah,, apa apaan ini ? siapa sarah itu apa dia wanita yang ada di foto itu ? mereka seperti mesra sekali apa kah wanita itu kekasih uncle vir ?, kini otak ku berputar keras memikir kan wanita itu jika dia memang kekasih uncle vir aahh sudah di pastikan aku akan patah hati, tiba tiba aku berfikir untuk tidak ikut kuliah hari ini bagaimana kalau aku mengikuti uncle vir dan mencari tahu tentang wanita itu, yups itu ide bagus vina, heheheh."


"my girls seperti nya kita sudah sampai, kau tunggu disitu aku akan membukakan pintu untuk mu."


"tidak usah uncle aku bisa sendiri kok, seperti nya kau buru buru kau pergilah takut nona sarah menunggu terlalu lama, aku berbicara dengan nada sinis sedikit."


"braakkk aku menutup pintu terlalu kencang seperti nya , upps tapi itu di luar dari fikiran ku aku tak sengaja."


"uncle vir pergi melajukan mobil nya dengan sangat kencang pasti dia sudah tidak sabar untuk bertemu kekasih nya itu."


"taxi taxi,,,,,, pak ikutin mobil yang di depan itu yah !, aku sangat penasaran dengan wanita itu. dulu uncle vir sangat dingin dengan semua wanita semua yang mendekati nya pun sampai angkat tangan, uncle vir bukan pria yang romantis dia tidak suka basa basi. usia nya kini memasuki 30 tahun tapi wajah nya tetap terlihat seperti usia 20 tahun. sikap nya yang super cuek itu yang bikin semua wanita klepek klepek termasuk diri ku, tapi kali ini dia berbeda dengan yanh dulu kini dia sudah berani berbicara dengan wanita dan merayu nya, entah seperti apa cantik nya wanita itu aku sangat penasaran."


"mbaa kita sudah sampai."


"oh iya pak terimakasih, aku membayar taxi dan masuk ke sebuah cafe dimana uncle vir menemui wanita itu. dan ketika aku masuk aku melihat pemandangan yang sangat menyakit kan,tubuh ku serasa ingin tumbang hati ku seperti di sayat sayat melihat uncle vir memeluk seorang wanita dengan mesra, perasaan ku sangat hancur ternyata benar uncle vir telah memiliki kekasih aku berlari pergi menjauhi tempat itu tapi aku tak sengaja menabrak seorang pelayan dan membuat pelayan itu jatuh. astagaaa,, ma ma maafkan aku aku sungguh tidak sengaja."


" ah tidak ada terimakasih aku harus segera pergi."


"dan tanpa ku sadari ternyata uncle melihat ku, aku saling bertatap mata dengan nya dan aku segera berlari, tetapi uncle vir mengejar ku."


"vinaaaaa,, vinaaaa, hei kau mau kemana ?."


"aku tidak menghirau kan panggilan itu dan terus berlari ku hentikan sebuah taksi lalu pulang kerumah."


"hei hei hei,, gadis manja kenapa kau sudah pulang harus nya kau kan masih di kampus ?."


"aku terus berlari menuju kamar ku, aku tak perdulikan lagi abang alex, yah dia abang ku saat ini dia berusia 22 tahun dan akan bekerja di kantor ayah. dia sangat perduli pada ku namun aku tidak akrab dengan nya sejak kecil kami selalu bertengkar walaupun hanya sebuah masalah kecil, tapi percayalah aku sangat menyayangi nya."


"aneh sekali anak itu, harus nya saat ini dia di kampus untuk belajar kenapa tiba tiba pulang dengan wajah kecut, aahh memang wanita seperti itu bukan ?, sebentar sedih sebentar happy huuhh untung saja dia adik ku jika tidak sudah ku pacari lalu ku tinggal kan dia, ooooh **** aku benci pikiran ku hahahah. emm tunggu tunggu bukan nya tadi dia pergi dengan uncle vir tapi dimana dia aku tida melihat nya, apa mereka sedang tengkar ?."


"vinaaaa vinaaaa, kau kenapaa?,,."


"alex,, dimana vina ?."


"di kamar nya mungkin, oh yah kalian bertengkar ?,, tapi karena masalah apa aku melihat nya datang dan seperti sangat sedih aku bertanya juga dia tidak menjawab memang nya kenapa dia apa yang terjadi pada nya ?, apa kau berselingkuh dari nya ?,, hahahahah."


"apa yang kau katakan alex apa kau sudah gila aku ini saudara ayah mu bagaimana aku bisa berpacaran dengan keponakan ku sendiri ? buang fikiran kotor mu itu alex."


"sudah lah uncle aku tahu semua nya, aku tahu jika kau menyayangi nya emm maksud ku mencintai nya bukan hanya sekedar dia keponakan mu tapi karena kau ada perasaan yang lain kepada nya, uncle vir kau tidak usah berbohong aku bisa merasakan hati mu itu, heheheheh."


"stop alex jika kau mengatakan itu lagi aku yang akan menutup mulut mu, lebih baik kau belajar tentang perusahaan karena sebentar lagi kau juga akan menangani perusahaan, aku akan menemui vina dulu."


"yeaahh sepasang kekasih, dia fikir aku tidak tau perasaan nya pada vina aku ini lelaki da aku tahu bagaimana sikap pria saat sedang jatuh cinta. dari pertama dia datang dia hanya mencari seseorang yang tak lain vina, dan saat vina berlari memeluk nya dia terlihat bersemangat dan tadi malam dia memeluk erat vina, yah semalam aku tak sengaja mendengar uncle vir mengatakan bahwa dia sangat mencintai vina dia mengatakan itu saat vina tertidur dia memeluk erat karena merindukan ponakan tersayang nya itu, tapi itu hal wajar karena uncle vir hanya saudara tiri ayah ku dan itu sah sah saja, aku pun setuju saja jika mereka menikah suatu hari nanti aku tidak takut lagi vina mendapat kan pria yang brengsek seperti ku, hahahahaha."


" tok tok tok,, vina buka pintu nya ini uncle !, vinaaaaa,, buka pintu nya uncle ingin mengatakan sesuatu."


"adduuhh gawaaat apa yang harus ku katakan pada uncle vir tidak mungkin aku bilang pada nya jika aku sedang mengikuti nya karena aku ingin tahu wanita yang dia temui itu, adduhh aku harus mengatakan apa."


"vinaaaa jika kau tak membuka pintu nya aku akan menghubungi ayah mu dan bilang kalau kau,,,


" sebelum dia melanjut kan kata kata nya aku langsung membuka pintu kamar ku, iyaa uncle ada apa ?."


" aku ingin menanyakan sesuatu pada mu."


"hmm bertanya tentang apa ?. uncle vir menarik ku duduk di samping nya."


"apa yang terjadi pada mu ? mengapa kau ada disana dan bukan nya di kampus ? kau mengikuti ku ?."


"ooo **** apa yang harus aku katakan, adduuhh."


"kenapa kau diam ?, apa yang terjadi jelas kan pada uncle !."


"aku hanya diam aku tidak ingin mengatakan apa pun, aku masih sangat marah pada nya san juga malu karena ketahuan mengikuti nya."


"tiba tiba uncle menarik tubuh ku dan memeluk ku, tentu saja aku sangat terkejut wajah ku lagi lagi memerah, mengapa dia memeluk ku aaahhh uncle kenapa sih selalu buat jantung ku berdebar, aku menyembunyikan wajah ku yang memerah."


"katakan pada uncle, apa yang terjadi aku akan mendengar kan mu sayang."


"seketika bulu kuduk ku merinding seperti melihat hantu, suara uncle vir begitu lembut terdengar di telinga ku membuat hati ku yang semula panas menjadi adem, aku lalu mengatakan yang sejujur nya. uumm sebenar nya aku tadi mengikuti uncle, maaf kan aku aku tida bermaksud apa apa aku hanya ingin tahu kekasih mu itu, kau sangat dingin dengan wanita bukan ? tapi setelah kau balik dari australi kau tidak terlihat seperti uncle vir yang dulu lagi dan pagi ini aku mendengar percakapan mu dengan kekasih mu, aku hanya ingin tahu siapa wanita yang sangat beruntung itu. aku mencoba tersenyum agar tidak terlihat sedang cemburu."


" ooohhh jadi hanya karena itu kau meninggal kan pelajaran mu dan mengikuti ku ?,hahahah kau ini sangat lucu my girls, hahahahahah, maaf kan aku my girls aku tidak bisa berhenti tertawa karena jawaban mu itu, im sorry my girls. ok ok aku akan mejelas kan pada mu, jadi wanita itu adalah sarah dia teman bisnis uncle waktu di australi dia salah satu manager di perusahaan besar dan perusahaan nya bekerja sama dengan perusahaan kita sayang, dan tadi itu aku ingin menemui nya karena ada urusan bisnis hanya itu tidak ada hal lain, trust me my girls."


"ada sedikit perasaan lega saat uncle bilang sarah itu bukan kekasih nya, tapi mengapa mereka berpelukan seperti itu ingin sekali aku menanyakan nya tapi yah sudah lah yang ada ucle vir akan curiga jika aku menyukai nya. oohh gitu, heheheh aku terkekeh, andai saja dia tau kalau aku sangat menyayangi nya aku mencintai mu vir bukan cinta seorang keponakan namun cinta sebagai kekasih walaupun ini salah."


*bersambung*