
Ku rebah kan tubuh ku di tempat tidur ku raih ponsel ku yang berada di atas meja, ternyata banyak sekali pesan masuk dan panggilan tidak terjawab ooohh sial ternyata daniel banyak sekali dia mengirimi ku pesan aku tidak mendengar bunyi pesan nya masuk dan aku juga tidak mendengar ponsel ku berdering saat dia menelfon ku, ku buka pesan nya satu persatu aku mendapat kan kalimat cemas dari nya "hai mengapa kau tidak menjawab telfon ku dan mengapa kau tidak membalas pesan ku kau baik baik saja kan, katakan apa kah kau marah pada ku jika aku salah pada mu tolong maaf kan aku tolong lah aku mohon" astaga ini pasti aku hanya fokus pada uncle vir sampai aku melupakan daniel. segera aku memanggil nya dengan panggilan video dan tak butuh waktu lama dia menjawab nya
"Hai malam daniel"
"Hai malam juga vin, kau darimana saja mengapa kau baru menghubungi ku kau baik baik saja kan, aku mencemas kan mu sejak tadi aku fikir kau terlibat masalah"
"hmm maaf yah daniel tadi siang aku ketiduran dan aku bangun kemalaman umm ini baru aja selesai mandi, maaf yah udah buat kamu cemas"
"Oh yah sorry mau nanya dimana pria itu ?"
"siapa yang kau maksud ?"
"Paman mu, dimana dia apakah dia bersama mu? "
"Ti ti tidak dia tidak bersama ku mengapa kau menanyakan tentang nya apakah kau merindukan nya hahahahah" aku mencoba mencair kan suasana agar dia tidak menanyakan tentang uncle vir lagi karena aku tahu pasti dia sangat marah sejak kejadian itu
"Hum yah aku merindukan nya ingin sekali aku memeluk nya sampai tulang nya remuk"
"Hahahah kau ini apa kau tidak ingin mencium nya juga"
"Ya tentu aku akan mencium bibir nya sampai gigi nya menjadi rontok, apakah kau puas dan tolong berhenti bertanya tentang itu"
"heheheh oke oke siap mr. daniel kau sangat lucu baru kali ini aku melihat mu banyak bicara dan kau terlihat sangat marah" aku tahu dia masih sangat marah dengan uncle vir dan aku tahu dia adalah sosok pria yang pendendam aku sangat tahu tentang diri mu daniel dan aku tidak ingin kalian bertengkar lagi karena aku menyayangi kalian huufhh andai kan daniel tahu jika aku dan uncle vir saling mencintai sudah pasti dia akan seperti naga yang sedang ngamuk dan akan mengeluar kan semua api dari mulut nya
"Lucu ?bagaimana aku bisa terlihat lucu kau ini ada ada saja hei apakah kau sudah makan malam kalau belum aku akan memesan kan makanan untuk mu"
"Ahhh gak usah aku sudah makan tadi setelah bangun aku segera makan aku sudah kenyang, kau sendiri apakah kau sudah makan malam"
"Hm ya sudah oke kalau gitu kamu tidur dah malam nih sampai ketemu besok yah sweat dreams vina bye"
"okey kamu juga yah sweat dreams too daniel bye"
Aku meletakkan ponsel ku kembali ke meja setelah menutup telfon daniel dan tidak ku sangk saat aku berbalik pria misterius yang baru saja di bicarakan daniel terlihat berdiri di belakang ku dengan tangan menyilang di dada, oh my god sejak kapan dia berdiri disini pasti dia mendengar semua pembicaraan ku dengan daniel tadi uuhh mampus deh bisa bisa perang ketiga nih
"Siapa yang kau hubungi ? "
"Hmmm eeh anu ini tadi temen nanya tentang materi besok soal nya tadi dia gak masuk jadi dia nanya ke aku heheheh itu aja kok, oh ya uncle udah mandi ?" aku mencoba mengalih kan pembicaraan ini
"Berikan pada ku ponsel nya"
"Buat apa ?"
"Berikan ponsel nya sekarang atau saya ambil paksa"
"Iya iya nih" mau tidak mau akhir nya ku serah kan juga ponsel nya aahh sudah lah biar saja dia lihat lagian kan tidak ada apa apa juga dia juga tidak berhak marah pada daniel karena tidak ada hal yang harus dia permasalah kan
"Jadi ini teman yang kau maksud itu pria yang tidak memiliki sopan santun dan tidak terlihat berpendidikan itu, cuihh bagaimana kau bisa mempunyai teman seperti dia kau selama tidak dalam pengawasan ku apakah kau berteman dengan semua pria seperti itu ? jawab aku vina !"
Kata kata uncle vir barusan menusuk di hati ku menembus jantung ku apa yang barusan dia katakan membuat ku merasa menjadi wanita paling rendah mengapa dia beranggapan jika aku akan berteman dengan banyak pria brengsek dan daniel bukan pria brengsek aku mengenal nya sudah lama dia adalah pria yang sangat baik, ingin rasa nya aku membalas ucapan kasar uncle vir namun ini sudah larut malam jika ada yang mendengar kami ribut ini akan menjadi tambah rumit, oh astagaa aku tidak paham lagi mengapa pria di depan ku ini menjadi sangat sensitif dia tidak seperti pria yang ku kenal dulu kini dia seperti seorang polisi yang selalu mengintai tahanan nya.
"Vina sorry uncle minta maaf harus nya uncle tidak membentak mu seperti itu so sorry baby"
Di raih nya tubuh ku ke dalam pelukan nya di usap rambut ku dan air mata yang sudah ku tahan akhir nya jatuh juga aku menangis dalam pelukan pria yang membuat ku seperti ini, di kecup nya kening ku seraya meminta maaf pada ku entah dia sadar karena membentak ku atau dia sadar karena perkataan nya tadi aku hanya menangis terisak isak dalam dekapan pria yang sangat aku cintai ini.
"hey baby please dont cry oke, jangan nangis lagi yah sorry uncle gak bermaksud bentak kamu dan ngomong seperti itu kau tahu aku sangat mencintai mu dan aku tidak ingin melihat mu berbicara pada pria lain dan aku tahu pria itu juga sangat mencintai mu please sorry"
Air mata ku makin mengucur deras isak tangis ku makin pecah aku duduk di atas kasur dan uncle vir duduk di bawah sambil memegang kedua tangan ku sesekali dia mencium tangan ku dia memohon pada ku, yah jujur aku sangat terluka karena nya namun aku juga tidak bisa melihat nya seperti ini memohon pada ku dan ku lihat air mata nya juga menetes oohh dia seperti nya benar benar menyesal dengan perkataan nya.
"Yes aku memaaf kan mu uncle udah tidak apa apa berdiri lah" ku usap air mata nya lalu membantu nya duduk di samping ku
"Baby thanks thank you so much and so sorry baby, i love you so much"
Dicium nya kening ku dan di usap nya air mata ku lalu dia meraih tubuh ku untuk memeluk ku
"Yes i love you too my uncle" aku mencoba melupakan kejadian tadi aku hanya ingin kebahagiaan malam ini
"Bisa kah berhenti memanggil ku uncle jika kita hanya berdua ? aku ingin kau memanggil ku baby"
"what ? baby tapi aku tidak terbiasa memanggil dengan kata itu"
"Ya aku tahu mulai sekarang panggil aku baby jika kita hanya berdua dan aku juga akan memanggil mu dengan sebutan my baby"
"Akan ku coba jika aku bisa" apa lagi kali ini huffh ada ada saja tapi biar lah ini akan terlihat lebih romantis bukan, heheheheh.
"Okey good baby, sekarang kau tidur lah" dia merebah kan tubuh ku dan dia melangkah menuju pintu aku fikir dia akan keluar dari kamar ku sekarang namun ternyata whats apa yang dia lakukan dia malah mengunci pintu kamar ini ? oh my god apa yang dia akan lakukan malam ini pada ku.
"uncle upss sorry baby apa yang kau lakukan mengapa kau mengunci pintu nya kau tidak tidur di kamar mu malam ini ?"
"Tidak malam ini aku tidur dengan mu aku ingin bersama mu dan menjaga mu"
Di rebah kan nya tubuh nya di samping ku lalu dia mencoba memeluk ku, jantung ku berdetak tidak karuan tubuh ku terasa panas dingin rasa nya aku ingin melayang ini bukan pertama kali nya dia memeluk ku seperti ini namun entah mengapa kali ini terasa sangat berbeda aduhh apa yang harus ku lakukan ini sudah seperti film drakor habis ini dia akan mencium ku lalu ohhh my god apakah dia akan ? oh no no no no
"Kau kenapa sayang apa yang kau fikir kan, kau keberatan aku tidur dengan mu ?"
"Eehh tidak heheheh" aku mencoba tertawa kecil agar uncle vir tidak tahu jika aku sedang memikir kan hal aneh, sejujur nya aku ingin sekali mencium bibir uncle vir yang sangat merah merona dan sexy itu setiap kali aku menonton film drakor aku selalu membayang kan jika di film itu adalah aku dan uncle vir aku ingin sekali merasakan apa itu kiss.
"Umm sayang kau sudah mengantuk"
"Belum baby why kamu bertanya, kau sendiri apakah kau belum ngantuk"
"Umm belum juga ehhh kau mau menonton film drakor aku akan menonton nya ayo nonton bersama jika kau mau"
"Baik lah aku akan menonton bersama mu"
Ku ambil ponsel lalu ku buka aplikasi film drakor kesukaan ku dan ku putar film yang sengaja aku pilih untuk aku dan uncle vir tonton yah aku memilih film yang sedikit beradegan hot, kami menikmati film itu dan sampai adegan yang aku tunggu tunggu oohh semoga uncle vir akan melakukan nya pada ku dan saat aku menoleh pada nya dan ingin memberi nya isyarat ternyata pemandangan yang tidak aku ingin kan terlihat jelas di depan ku, uncle vir tenyata sudah tertidur entah sejak kapan dia tertidur uuhhh sia sia semua nya dia tertidur padahal kan ini waktu yang tepat untuk mencoba kiss love pada nya hal yang aku bayang kan dan hal yang aku tunggu selama bertahun tahun but its oke gak masalah masih banyak waktu aku hany harus bersabar dan tidak boleh terlihat terlalu agresif, huufhh harus santai dan lebih baik sekarang aku tidur juga aku mencium kening uncle vir sebelum tidur dan membisikkan selamat malam di telinga nya.
#bersambung#