
Arthur memberi isyarat kepada Nova untuk menyuruh semua wanita itu keluar. Dengan sopan Nova memerintahkan semua wanita itu keluar. Para wanita itu melewati Arthur sambil menatapnya penuh kekaguman. sepertinya ketampanan Arthur sukses membuat mereka terpesona, kecuali satu orang gadis yang juga berambut coklat, gadis itu terlihat sangat tidak nyaman, rambutnya menutupi wajahnya sehingga Arthur tidak bisa melihat wajah gadis itu, dan ia terlihat sengaja menelusup diantara gadis lainnya. seolah-olah tidak ingin terekspos. Arthur curiga bahwa gadis itu mempunyai maksud tersembunyi. ia berfikir untuk mengurusnya belakangan setelah selesai berdiskusi dengan adiknya.
" Kenapa kakak sangat tergesa-gesa?, aku sudah melakukan perintah kakak. dan semua gadis tadi adalah gadis berambut coklat yang berhasil dikumpulkan oleh para kesatria dan penguasa wilayah. Ada yang kakak kenali dari mereka.?" tanya Nova
Artur menggeleng pelan sambil duduk disinggasananya. ia menekan pelipisnya sambil berfikir." apakah akhir-akhir ini kamu menemukan orang yang kekuatannya sangat besar?" Tanya Artur kepada nova yang duduk disampingnya.
Nova mengangguk cepat." Ada." jawabnya.
" Siapa ?" tanya Artur antusias.
" Kakak." Jawab Nova polos.
Artur menghela nafasnya kesal. " tidak bisakah kamu serius?, sebenarnya aku belum berkeinginan untuk kembali secepat ini, tapi tiba-tiba muncul kekuatan yang sangat besar menarikku sampai sini, jadi aku penasarran siapa sesungguhnya pemilik kekuatan itu?"
Mendengar cerita kakaknya, Nova akhirnya mulai serius berfikir," Itu memang sangat aneh, semua tentara yang kembali masih berada ditingkat yang lebih rendah dariku meskipun mereka sudah mengalami kemajuan, begitu juga dengan para prajurit dan orang yang mengantarkan para gadis itu. semua gadis yang datang memiliki kekuatan sihir yang sangat lemah, apalagi yang datang diantar oleh Elena. kekuatan sihirnya tidak ada sama sekali."
" Tidak memiliki kekuatan sihir?, kamu yakin?" tanya Artur menyakinkan.
Nova mengangguk." Ia sangat cantik, tapi sangat gugup dan pemalu. mungkin karena itulah ia tidak pernah mencoba sihir."
Artur terdiam sejenak sebelum berkata." nanti malam undang semua gadis itu untuk makan malam bersama, aku ingin menilai sendiri kekuatan mereka sekaligus untuk melihat apakah ada yang aku cari."
"Artur bangkit berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati pintu." siapa suruh menjadi adikku." ucapnya dingin
Arthur berjalan pelan sambil memikirkan tentang gadis yang dikatakan tidak memiliki kekuatan itu, ia merasa sedikit heran karena selama ini ia belum pernah bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak memiliki kekuatan. Arthur terus berjalan, semua pelayan menyapanya dengan khidmat, ia terus berjalan hingga sampai dikebun kesayangannya, kebun dimana ibunya dulu selalu menemaninya bermain. ia baru saja mendaratkan pantatnya di bawah sebuah pohon ketika tiba- tiba saja seorang wanita berambut coklat berlari kearahnya sambil berteriak ketakutan. Dengan sigap Arthur bangkit berdiri dan munculkan pedang hitam ditangannya.
" Tolong saya tuan.." kata wanita itu sambil menangis ketakutan.sqmbil berlutut didepan Arthur." Saya undangan Pangeran Nova, tadi saya sedang berjalan- jalan untuk menghilangkan suntuk, tiba-tiba saja ada sesuatu yang seolah menyedot saya " Wanita itu.
" Dimana tempat itu? " tanya Arthur penasaran. Ia berharap sesuatu yang menyedot wanita itu adalah kekuatan yang sama dengan yang membuatnya kepikiran belakangan ini.
" Disana.." wanita itu menunjuk kearah tadi ia datang.
Arthur menyuruh wanita itu untuk mengantarnya, wanita itu menuntunnya dengan sangat pelan, hingga sampai di depan pintu taman.
" Disini... disini tuan." jawab wanita itu.
Arthur menyiagakan pedangnya ditangan kanan sambil melihat sekeliling. Ia menajamkan telinganya saat mendengar suara langkah kaki mendekat. ia menyuruh wanita itu untuk mundur agak jauh darinya. Arthur menggerakkan tangan kirinya dan mengerahkan kekuatan sihirnya, ia membuat lingkaran sihir yang cukup besar dan mengarahkannya ke suara langkah kaki yang semakin mendekat.
Ia menghitung dalam hati" Satu...dua...tiga!!" ledakan sihir yang sangat besarpun terjadi sontak Arthur menutup matanya, sihir yang dibuatnya tidak seharusnya meledak sekeras ini. Ketika membuka matanya, ia bertatapan dengan sepasang mata coklat jernih yang terlihat ketakuatan, secepat kedipan mata wanita itu berbalik dan melarikan diri. Arthur masih terlalu kaget sehingga tidak kepikiran untuk mengejar wanita itu.
" Siapa dia, kenapa wajahnya terlihat familiar??? pikirnya.