
Setelah sarapan, Roy memberikan Luna pakaian dan menyuruhnya untuk membersihkan dirinya disungai, ditemani oleh seorang wanita cantik yang terlihat beberapa tahun lebih tua darinya. Nama wanita itu Elena, begitulah yang tadi Luna dengar dari Roy. Elena terlihat seperti seorang selebriti anggun yang memiliki wajah tegas sekaligus mempesona. Pakaian yang ia kenakan sama dengan beberapa wanita yang tadi sempat dilihat oleh Luna. Celana panjang dari kain, sepatu boot dengan hak sekitar dua centimeter, Baju unik yang berwarna biru tua dengan beberapa garis putih dilengannya. lebih terlihat seperti pakaian- pakaian perwira kerajaan di cerita-cerita dongeng. Luna yakin baju biru yang digunakan Elena adalah seragam, karena ia sempat melihat Roy menyampirkan baju itu dibahunya sperti jas dan berjalan dengan bertelanjang dada. juga sempat ada beberapa orang yang berkumpul yang mengenakan baju yang sama, apalahi melihat sabuk yang terikat di pinggang Elena terlihat sama persis dengan langbang sabuk yang lainnya. Untuk saat ini hanya tiga nama yang diketahui oleh lUna. Yang pertama Roy, Luna menebak umur Roy sekitar40 tahunan. ia menebaknya dari rambut Roy yang terlihat beruban dan kerutan diwajahnya. yang kedua tentu saja Devian, laki-laki ceria yang menurutnya aneh. Dan Elena.
" Permisi....apakah tidak ada sabun?" Tanya Luna pelan saat mereka sudah sampai dipinggir sungai.
" Elen...panggil saja aku Elen" perintah Elena saat melihat Luna kebingungan untuk memanggilnya dwngan sebutan apa." Dan maaf disini tidak ada sabun, jadi usahakanlah untuk nyaman dengan air saja"
"oh..makasih hm..Kak Elen" Luna menambahkan embel-embel Kak didepan nama Elen.
Elen hanya mengangguk singkat sambil tersenyum singkat dan anggun. Ia berdiri disamping Luna saat Luna berlutut untuk membasuh mukanya.
" Jadi.. benarkah kamu juga dari dunia manusia?" Tanya Elena tiba- tiba
Luna menoleh dengan kaget sekaligus bingung." maksud kak Elen apa?"
" Tadi Devian memberitahuku, katanya kamu juga seperti kami." Kata Elena.
Luna bangkit berdiri dan menatap Elena dengan bingung sambil menunggu kelanjutan kata-kata Elena.
" Aku tahu kamu pasti masih bingung. dulu aku juga begitu, syukurlah waktu itu ada Devian. Jadi sebenarnya tempat ini bukanlah dunia yang dulu kamu tahu, kita berada ditempat yang kita tidak tahu dan kenapa kita disini. " Elena berusaha menjelaskan.
" Jadi maksud kakak aku tidak berada di bumi lagi?, apakah aku sudah mati?" Luna terlihat sangat kebingungan.
" Aku tidak tahu kita ada dimana sekarang, tapi semua orang disini taidak tahu apapun tentang bumi kita, mereka tidak tahu korea, china , dan negara-negara seperti itu. sistem pemerintahan disini semuanya kerajaan, dan nama-nama tempat disini semuanya akan asing untukkmu. begitu pula denganku dulu." Elena terlihat sedikit nelangsa."Dan yang pasti kita belum mati, kita hanya tersedot atau terbawa seuatu yang gaib dan terbawa kesini. setidaknya begitulah yang dikatakan Devian."
" Jadi semua orang yang disini bernaksib sama seperti kita?" Tanya Luna.
" Tidak, setahuku hanya aku dan Devian lalu kamu. Yang lainnya adalah penduduk asli tempat ini. Aku sudah berada ditempat ini sekitar tujuh tahun, jika dihitung menggunakan waktu di tempat ini."
" Tapi kenapa kita bisa menggunakan bahasa yang sama, dan kakak tidak mencari jalan untuk kembali?"
" Jadi ditempat ini aku bisa belajar sihir?" tanya Luna
" tentu saja bisa. ditempat ini semua orang bisa menggunakan sihir, nanti kamu juga akan aku ajari dan dari semuanya yang paling hebat dalah Raja Ginggard. Ia masih muda tapi kekuatan sihirnya sudah mengalahkan semua orang terhebat di tempat ini. dan juga ia sangat tampan. Sayangnya ia lebih cocok untuk menjadi adikku bukan pacar." sesalnya.
" Jadi menghilang bersama angin juga bisa dilakukan dengan sihir?" tiba -tiba Luna teringat dengan bocah berambut hitam kemarin.
" Tentu saja bisa, tapi itu hal yang sulit untuk dipelajari karena membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang tinggi. jadi harus mempunyai kekuatan sihir yang kuat. biasanya itu disebut sihir teleportasi. kamu sudah pernah melihatnya?" Tanya Elena.
Luna mengangguk " Dilakukan oleh seorang bocah, segini" Luna menggerakkan tanganny sedikit diatas lutut. apakah mungkin."
" Dimana kamu melihatnya?" Tanya Elena penasaran
" Di tengah hutan agak jauh dari tempat semalam aku tidur." jawab Luna
" Agak mustahil untuk seorang bocah yang kamu lihat, tapi jika dia adalah orang jeniusmungkin bisa. karena Raja juga dulu melakukannya ketika masih sangat kecil."Atau mungkin dia ditarik oleh kekuatan lain.
" Aku masih belum bisa percaya aku berada di dunia yang berbeda. Terimakasih sudah mau menemaniku Kak" Ucap Elena dengan tulus.
Ini pertama kalinya ia bertemu orang-orang yang menerimanya dan menghargainya tanpa melihat latar belakangnya yang tidak jelas.
"Santai saja , sudah sewajarnya kita saling menghibur. Oh..ya namamu Luna kaa?" Tanya Elena
Luna mengangguk senang. jarang ada orang yang mau memanggil namanya dengan benar, apalagi disaramanya semua memanggilnya dangan sebutan babu atau sampah. Meski sedkikit merasa bingungdengan keadaannya sekarang ia merasa bahwa ia akn merasa nyaman ditempat ini dengan kehangatan orang-orang.
" Sana lanjutin bersih-bersih, nanti aku bantu kamu pakai baju itu, soalnya lumayan sulit. Dan berhenti mengepang rambutmu atau menutupi wajahmu dengan membuat poni panjang yang sangat mengganggu . Nanti aku akan menata rambutmu dan membuatmu menyadari kecantikanmu yang sebenarnya." Kata Elena." Ingat Di Ginggard wanita cantik adalah kandidat Ratu yang paling diincar. siapa tahu kamu beruntung.
Luna akhirnya melepaskan pakaiannya dengan malu-malu dan merendam dirinya dalam air, rasanya sudah sangat lama ia tidak mandi. dengan perlahan ia menggerai rambut coklatnya dan membasahinya dengan air. Ia berharap dengan tahunya diamana ia berada dan kehadiran Elena,Roy, Dan Devian, ia bisa mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa ia dapatkan di dunianya kemarin pagi. Dibalik ketegasan wajah dan keanggunannya Luna meggakui Elena adalah wanita yang sangat baik. Dengan sabar Elena membantu Luna menggunakan Gaun panjang Putih tanpa lengan, lalu dilapisi dengan baju seperti jubah panjang berwarna merah cantik dengan bermasam -macam motif ukiran dipinggirnya, lalu dilengkapi dengan kain hitam yang melilit Pinggang Luna dan berperan sebagai sabuk, tidak lupa juga Elena membawakan sepatu boot yang sama seperti miliknya untuk Luna. Saat itu Luna terlihat sangat cantik dengan rambut coklatnya yang setengah tergerai , Ikal rambutnya terlihat sempurna saat ditata oleh Elena. Luna yang selama ini menutupi wajahnya dengan poni yang agak panjang baru menyadari bahwa ia bisa menjadi sangat cantik hanya dengan menjepiti poninya kesamping dan memberi sedikit efek kepangan. Ia mengagumi kelihaian tangan Elena. orang-orang yang ada di perkemahan sempat kaget saat melihat Luna terlihat seperti orang yang berbeda. Bahkan Devian dan Roy sempat terpana untuk sejenak. Hari itu adalah hari yang paling menyenangkan bagi Luna, sampai esoknya saaat ia harus meninggalkan orang-orang irtu.