
Tok tok tok..
"Kuan." Panggil Guan Lin.
Kuan Yu menghapus air matanya segera sebelum membuka pintu kamarnya.
"Ah, jie? Ada apa?" tanya Kuan Yu seolah tak terjadi apa apa.
"Kuan, boleh aku masuk?" tanya Guan Lin.
"Ya, tentu masuklah." Kuan Yu membiarkan Guan Lin masuk ke kamarnya.
"Apa kau menangis?" tanya Guan Lin karena melihat mata Kuan Yu sedikit sembab, Kuan Yu hanya menggelengkan kepalanya.
"Kuan, jangan dengarkan apa kata papa ya! Papa gak bermaksud gitu kok." kata Guan Lin.
"Iya jie, udah biasa kok lagian kan emang gitu kan?" kata Kuan Yu dengan senyum kecutnya.
"Tentu saja tidak, kau lebih berprestasi dariku. lihat bahkan kau mendapatkan banyak penghargaan dan kau masih aktif di e-sport." kata Guan Lin.
"Terima kasih mau peduli padaku, aku senang punya jie jie sepertimu." kata Kuan Yu.
"Sama sama, jika ada apa apa bilang sama jiejie. Maaf merepotkan mu beberapa bulan ini jiejie janji gak akan lama lagi kok." kata Guan Lin sambil memeluk Kuan Yu.
"Iya jie."
"Tidurlah, kau ada jelaskan besok?"
"Iya jie."
Guan Lin pergi dari kamar Kuan Yu.
Menutup kembali pintu kamarnya, ia berinisiatif bermain game sebentar setelah sekian lamanya.
"Huf.."
Kuan Yu menarik nafas dalam dalam untuk menenangkan pikirannya sebentar.
"Wah sungguh kebetulan sekali Lord devil online." Gumam Kuan Yu.
Segera ia invite temannya ini agar berada satu room dengannya dan bisa mengobrol bareng.
"Sudah lama sekali kita tidak berjumpa." kata Kuan Yu.
"Hai wolf, maaf ya aku sibuk tak sempat online akhir akhir ini." kata lord devil.
"Aku juga sibuk akhir akhir ini, tugas kuliah tiada akhir ditambah deadline nya tinggal 4 hari lagi." Kata Kuan Yu.
"Semangat kalau begitu, pacarku juga sedang mengejar deadline nya." kata Lord devil
"Wah Gege sudah punya pacar car sekarang?" tanya Kuan Yu.
"Iya, makanya aku jarang online hahahaa.." kata Lord devil
"Baguslah jadi gak kelaan ngejomblonya, hahahaha."
"Kenapa suaramu agak mendengung seperti habis menangis?" tanya Lord devil terdengar nada khawatir disana.
"Ah, tidak. Aku rasa karna aku sedang flu." kata Kuan Yu mengelak.
"Tidak, aku bisa membedakan suara sedang flu atau habis menangis. Sudahlah ceritakan saja padaku, Kau sudah seperti adikku." kata lord devil.
"Tidak ge, ini hanya masalah keluarga." kata Kuan Yu.
"Baiklah jika kau tak ingin bercerita."
"Ayo kita push rank saja kebetulan kan baru saja turun season nih." kata Kuan Yu mengalihkan pembicaraan.
"Ya sudah ayok."
mereka berdua kemudian mengajak teman lainnya termasuk Ming Tian dengan nama akunnya Blackswan.
*
*
*
"Kuan, gak usah dandan kelamaan udah cantik kok." kata Ming Tian jujur apa adanya namun bagi Kuan Yu itu seperti mengejeknya.
"Sial, apa yang kau katakan." kata Kuan Yu.
"Hehehehe.... jangan marah dong cantik." Kata Ming Tian.
"Pergi sana! nyebelin banget deh."
Ming Tian malah tambah ngakak karena Kuan Yu sangat lucu kalau sedang marah saat ia goda.
"Ya udah iya, maaf ya. Ini pakai helmnya!" kata Ming Tian memberikan helm pada Kuan Yu.
"Tumben bawa motor, biasanya jalan kaki." kata Kuan Yu.
"Kasian Bunny gak pernah di ajak keluar." kata Ming Tian yang menyebut motornya Bunny.
"Sudah siap? pegangan Cantik!" kata Ming Tian bersiap meluncur menuju kampus.
"Ogah." kata Kuan Yu.
"Ya udah."
Ngeng..
Kuan Yu hampir ke jungkal ke belakang karena tiba tiba Ming Tian ngegas jadi reflek Kuan Yu berpegangan pada Ming Tian.
"Sialan kau!" umpat Kuan Yu sambil memukul punggung Ming Tian. Si tersangka malah ketawa ngakak kaya gak punya dosa.
"Pegangan yang erat Kuan!" kata Ming Tian menambah kecepatannya.
"Ming Tian!!! Jangan kebut kebut dong!" kata Kuan Yu ketakutan.
Setelah menempuh perjalanan 20 menit akhirnya mereka sampai kampus dan tentu saja wajah Kuan Yu pucat sekarang karena ketakutan tadi.
"Kurang ajar! Anak Ngen... anak anj...!!! Kalo mau mati jangan ngajakin orang dong!!" marah Kuan Yu.
"Hei, nona cantik sejak kapan kamu jago mengumpat?" tanya Ming Tian terkejut sekaligus ketawa kecil melihat ekspresi kesal Kuan Yu.
"Sejak kau mengajakku naik motor jelekmu!" kata Kuan Yu kesal.
"Hehehe.... maaf maaf." Ming Tian membantu melepaskan helm Kuan Yu.
"Eh, ada pasangan homo di sini." kata Seorang mahasiswa satu angkatan dengan mereka.
"Kita ini temenan jaga omonganmu ya!" marah Kuan Yu.
"Tinggal ngaku aja sok ngelak segala." katanya lagi, sebut saja Win Shi.
"Terus apa masalahmu?" tanya Ming Tian.
"Ya risih aja jika ada pasangan homo yang tebar mesra di kampus ganggu mata tau gak." Kata Win Shi.
"Hei ngaca dong! Kau modelan banci gitu ngata ngatain orang. Kau laki bukan?" kata Kuan Yu.
"What? Bukannya itu kamu ya? Dandan kaya cewek nempel ke cowok terus, badan pendek. Hahaha.." Kuan Yu mengepalkan tangannya kesal, rasa marahnya sudah berada di ubun ubun dan siap meledak kapan saja.
Kuan Yu maju ke arah Win Shi siap menonjoknya namun di tahan oleh Ming Tian.
"Sudah Kuan, gak ada gunanya juga ngeladenin orang gak waras." kata Ming Tian mengajak Kuan Yu pergi dari parkiran.
"Cih, pengecut." kata Win Shi.
Mendengar gumaman Win Shi, Kuan Yu berbalik dan menunjukan jari tengahnya pada Win Shi.
#
#
#
To be continued
Ini untuk visual dari Win Shi