
"Aku gak mau Guan, jangan konyol yang di jodohin kan kamu kok jadi aku sih?"
"Tapi kan aku belum kenal dia, Tolong dong bantuin cari tau dia kaya apa ya! Aku sudah bilang ke papa kok, di bolehin malah."
"Tapi Guan, aku kan cowok!"
"Tinggal pake bajuku aja make up dikit gak ada bedanya sama aku!" Paksanya.
"Tetep aja Guan, aku gak mau!" Tolaknya.
"Aku laporin papa nih!" Katanya mengancam.
"Ya udah Sono laporin!" Ujarnya kesal.
...*...
..."Wang Kuan Yu! Gantikan kakakmu untuk sementara karena kakakmu belum siap bertemu dengan pasangannya, dan beritahu kakakmu apa yang jodohnya suka dan tidak suka! Ini perintah jika kau menolak semua aset yang papa berikan papa cabut semua!" Titah yang ayah yang sudah pasti tak akan bisa di bantah....
...*...
...*...
...*...
...Dan disinilah Wang Kuan Yu sedang berada di kafe bersama calon suami kakaknya. Kuan Yu bingung harus apa saat ini. salahkan wajahnya yang gak ada bedanya dengan kakaknya itu bahkan tinggi mereka tak jauh berbeda. Ya dia dan kakaknya adalah saudara kembar identik, mereka memiliki wajah yang sama persis bahkan orang awam pun akan sulit membedakan mereka kecuali pakaiannya saja. ya karena Kuan Yu laki laki sedangkan kakaknya Guan Lin perempuan....
"Hai?" sapa orang tersebut pada Kuan Yu.
"Ya, hai." jawab Kuan Yu.
"Namaku Zhang Xin Fei." kata orang tersebut yang bernama Xin Fei.
"Aku Guan Lin." jawab Kuan Yu.
Krik... krik...
Sungguh canggung sekali pertemuan pertama mereka ini. Jujur Kuan Yu bingung mau ngapain, biasanya dia urakan sekarang malah jadi kalem. Dan dia merasa tak nyama dengan pakaian kakaknya ini.
"Cantik ya?" kata Xin Fei membuka suara setelah berdiam Diaman lama.
"Ya?" tanya ulang Kuan Yu.
"Cantik, ternyata kamu cantik orangnya." kata Xin Fei ulang.
"Oh, iya terima kasih. Kamu juga tampan."
'Huueeekk...' batin Kuan Yu yang mendengar pujian dari calon kakaknya. Dia pasti selalu mengejek kakaknya jika ada yang gombalin kakaknya. Tapi memang tampan sih calon kakak iparnya ini.
"Terima kasih. Mau makan apa?" tanya Xin Fei
"Terserah kamu aja aku ngikut aja apa yang kamu makan." kata Kuan Yu.
Ini adalah kencan pertamanya walau ia hanya sebagai pengganti sementara kakaknya dan ia tak menyangka jika kencan pertamanya harus dengan seorang laki laki. Berbeda dengan Guan Lin yang sering kencan dan yang bersamanya ini adalah anak dari teman lama papanya. Guan Lin di jodohkan atas dasar menjalin kerja sama antara perusahaan papanya dan teman lama papanya itu.
"Ternyata kamu orang yang pendiam ya?"
"Aku? Tidak sebenarnya aku orang yang tak bisa diam hanya saja ini masih merasa canggung karena ini pertemuan pertama kita." kata Kuan Yu.
"Hehehe... kau benar." kata Xin Fei.
Kuan Yu hanya tersenyum saja, ya dia bingung mau nanggepin apa.
Kencan pertama mereka hanya nongkrong di kafe kemudian nonton bioskop dan sisanya hanya jalan jalan di taman. Dan sekarang Kuan Yu di antar pulang oleh Xin Fei sampai depan rumahnya.
"Bagaimana kencannya?" tanya Guan Lin saat Kuan Yu baru masuk kamar.
"Apa sih Guan?" tanya Kuan Yu lelah.
"Orangnya seperti apa? ganteng gak?" tanya Guan Lin penasaran.
"Ganteng, tapi untuk baik apa nggaknya aku gak tau Guan ini kan pertemuan pertama." jelas Kuan Yu.
"Oh, baguslah. Kau adikku yang terbaik terima kasih untuk hari ini." kata Guan Lin meninggalkan kamar Kuan Yu.
"Ya ya, aku mau tidur cape!" Kuan Yu melepaskan bajunya satu persatu tak lupa pula sumpelan dadanya yang sedari tadi siang gak nyaman sama sekali.
"wah cape juga ya jadi cewek." gumam Kuan Yu sambil menatap langit langit kamarnya.
Tungkling...
Suara ponsel Kuan Yu tanda ada pesan masuk. Kuan Yu memeriksanya dan ternyata itu dari Xin Fei yang mengirim pesan. Tadi sebelum pulang Xin Fei meminta bertukar nomor telfon katanya biar lebih dekat lagi dan bisa saling berkabar.
Kuan Yu membalas pesan Xin Fei dengan terpaksa karena dia benar benar lelah hari ini. Tapi keterpaksaannya ini berlangsung hingga tengah malam tanpa mereka berdua sadari. berbalas pesan yang awalnya hanya sapaan selamat malam hingga merambat membahas yang lainnya.
terkadang Kuan Yu akan tersenyum senyum sendiri membalas Xin Fei yang ternyata orangnya asik berbeda dengan tadi siang.
Kuan Yu memberhentikan chhatingannya ketika ia mendengar jam dinding rumahnya berbunyi yang artinya sudah tengah malam.
"Sudah malam aku harus tidur karena besok aku ada kelas." begitulah kira kira Kuan Yu mengakhiri chatnya.
"Baiklah, selamat malam semoga mimpi indah." balas Xin Fei.
"Hehehe..." Kuan Yu tertawa sendiri ketika mendapat balasan imut dari Xin Fei.
"Sudah malam, aku harus tidur." Kuan Yu meletakan kembali ponselnya dan pergi tidur.
*
*
*
Pagi yang cerah Kuan Yu sedang menikmati sarapannya seorang diri di ruang makan. Ia bangun kesiangan karena begadang tadi malam. Ayahnya sudah pergi ke kantor dan Guan Lin sudah berangkat ke kampus tadi.
Tinggallah ia sendiri bersama beberapa pelayan di rumahnya.
"Kuan? kamu belum berangkat?" tanya seseorang yang baru saja datang.
"Oh, hai ge! Ini mau berangkat." kata Kuan Yu yang baru selesai sarapan mengambil tasnya.
"Tumben kesini pagi pagi?" tanya Kuan Yu pada kakak sulungnya.
"Ada mau ambil berkas ketinggalan." kata Sang kakak yang bernama Wang Gu Han.
"Oh, habis ini Kuan Yu ikut ya ge." kata Kuan Yu.
"Iya, tunggu di mobil sana." kata Gu Han yang tengah menata dokumen yang akan ia bawa ke kantor.
Kuan Yu dan Guan Lin memiliki seorang kakak laki laki yang memiliki jarak usia 7 tahun. Gu Han sudah menikah dan sudah mempunyai seorang anak laki laki yang baru berumur 3 tahun. Jadi di sini Kuan Yu adalah yang paling bungsu walau jarak Kuan Yu dan Guan Lin hanya 5 menit.
Gu Han sangat menyayangi adik adiknya dan selalu memanjakan adik adiknya tersebut terutama Kuan Yu. Semenjak ibu mereka meninggal ayahnya lebih sayang Guan Lin jadi sebagai gantinya Gu Han selalu melindungi dan menyayangi Kuan Yu.
"Gege, lama banget sih?" panggil Kuan Yu.
"Iya ini udah udah beres." Kata Gu Han berjalan sambil mengacak acak rambut Kuan Yu.
"Gege sudah tau masalah kau dan Guan, Gege di kasih tau sama bibi Ayan. Kamu yang sabar ya, turuti saja apa kata papa dan jiejie mu toh cuman sebentar kok." kata Gu Han sambil menyetir tanpa menatap Kuan Yu.
"Iya Ge,." jawab Kuan Yu sedih.
"Jangan sedih dong, nanti kalau ada apa apa bilang sama Gege! kamu Taukan kalau kamu itu kesayangannya Gege?'" kata Gu Han mengacak acak rambut Kuan Yu lagi.
"Tau tau."
"Sudah sampai, belajar yang benar tunjukin kalau kamu bisa!" kata Gu Han menyemangati adik bungsunya.
"Siap komandan. Kuan berangkat dulu ya." Kuan Yu meninggalkan mobil kakaknya yang masih senantiasa menunggu kepergian Kuan Yu menuju kampus.
"Kuan Yu!!"
#
#
#
To be continued
Hai ini cerita baru author semoga kalian suka selamat membaca.