
Hari hari Kuan Yu terasa berwarna setelah mengenal Xin Fei. Banyak hal hal baru yang ia dapatkan dari Xin Fei dan hari ini Xin Fei mengajaknya pergi ke kantornya, katanya mau ngenalin dia ke para pegawainya agar sewaktu waktu Kuan Yu butuh bantuan bisa meminta bantuan kepada pegawainya.
Seperti biasa Xin Fei menjemput Kuan yu di depan kampusnya. Kuan Yu berpamitan pada sahabatnya Ming Tian.
"Sudah siap?" tanya Xin Fei.
"Sudah, Ming Tian! Duluan ya!" kata Kuan Yu melambaikan tangannya pada sahabatnya.
"Hati hati di jalan! Tuan tolong jaga sahabat saya ya!" kata Ming Tian berpesan pada Xin Fei.
"Tentu." Jawab Xin Fei singkat.
Xin Fei melakukan mobilnya perlahan menuju kantornya yang lumayan jauh dari kampus Kuan Yu.
"Hari ini kamu cantik sekali." puji Xin Fei.
"Terima kasih." jawab Kuan Yu, jujur tak tau mengapa ia senang mendapat pujian dari Xin Fei.
"Apa tidak ada hadiah atas 0ujian yang kuberikan?" tanya Xin Fei.
"Hadiah? Untuk apa?" tanya Kuan Yu.
"Ya agar aku juga merasa senang sepertimu, ya terserah mau hadiah apa? Ciuman mungkin." kata Xin Fei.
Pipi Kuan Yu memerah sekarang mendengar perkataan Xin Fei.
"Kenapa diam saja? Ayolah masa sama pacar sendiri malu sih?" kata Xin Fei.
Oke guys Kuan Yu dan Xin Fei resmi berpacaran sekitar 1 Minggu yang lalu dan saat ini mereka sudah saling kenal selama 2 bulanan ini ya guys.
Cup.
Kuan Yu mencium pipi Xin Fei singkat dan sukses membuat Xin Fei tersenyum senang sekaligus puas. Sedangkan Kuan Yu sudah merah seperti tomat.
"Terima kasih?" kata Xin Fei.
Kuan Yu hanya mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya.
Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka telah sampai di kantor Xin Fei. Kuan Yu berjalan di samping Xin Fei.
"Selamat siang Presdir" sapa si resepsionis.
"Selamat siang, perkenalkan ini kekasihku namanya Wang Guan Lin. Jika sewaktu waktu dia datang kemari dan ingin bertemu denganku langsung suruh masuk saja jangan sampai kekasihku ini menunggu mengerti!" jelas Xin Fei.
"Di mengerti Presdir. Kekasih anda sangat cantik." puji Si resepsionis.
"Ah, tidak anda terlalu memuji saya. Anda juga sangat cantik nona." kata Kuan Yu jujur.
"Ah, terima kasih atas pujiannya nona." kata Sang resepsionis, kita sebut saja nona Chen.
"Iya sama sama, jangan sungkan kepada saya." Kuan yu membungkuk sedikit.
"Kalau begitu ayo kita ke atas." ajak Xin Fei.
Kuan Yu mengikuti Xin Fei meninggalkan nona Chen tapi sebelum pergi Kuan Yu membungkuk lagi sambil tersenyum manis.
"Wah cantik sekali pacar Presdir seperti bidadari, sudah cantik tinggi kulitnya seputih susu lagi, aku iri melihatnya aah.." Kata Nona Chen pada temannya yang ada di sebelahnya.
"Iya, sopan banget lagi." sambung temannya.
Balik lagi ke. Kuan Yu.
Xin Fei dan Kuan Yu sampai di ruang kerja karyawan dan di sana terlihat sibuk sekali. Tapi begitu melihat kehadiran Xin Fei mereka menghentikan pekerjaan mereka dan memberi salam pada Xin Fei.
"Selamat siang Presdir Zhang." sapa para karyawan.
"Selamat siang semuanya, apa semuanya berjalan lancar?" tanya Xin Fei.
"Iya Presdir Zhang." jawab salah satu karyawan nya.
"maaf Presdir, siapa nona cantik di sebelah Presdir?" tanya salah satu karyawan nya.
"Perkenalkan ini calon istri saya, semoga kedepannya kalian menghormatinya seperti kalian menghormati saya." kata Xin Fei.
"Tidak, saya tak secantik itu jangan terlalu memuji saya." kata Kuan Yu sedikit kesal sekarang karena sedari tadi ia di Katai cantik melulu.
"Ya, memang saya sangat beruntung bertemu dengan salah satu bidadari surga ini." kata Xin Fei.
Kuan Yu menyembunyikan wajahnya di balik punggung Xin Fei karena malu. Para karyawan hanya tersenyum dan tertawa kecil melihat tingkah Kuan Yu yang begitu imut.
"Jangan gitu, aku malu." kata Kuan Yu.
Dan suasana ruangan pecah mendengar penuturan Kuan Yu, mereka tertawa karena Kuan Yu seperti anak kecil yang malu malu.
" Guan, berbaurlah dengan karyawanku mereka semua baik aku mau ke ruang rapat sebentar saja." kata Xin Fei.
"Baiklah, jangan lama lama ya!" kata Kuan Yu.
"Iya, kalian semua aku titip calon istriku ya saya mau meeting." kata Xin Fei.
"Baik Presdir."
Xin Fei memang akrab dengan para karyawannya dan seolah mereka semua berteman. hal itu Xin Fei lakukan agar mereka bekerja maksimal tanpa merasa tertekan. seperti pepatah ' Jika kau melakukan pekerjaanmu dengan hati senang dan ikhlas makan semua pekerjaanmu akan mudah dan cepat selesai dengan baik'.
"Nona cantik namanya siapa?" tanya salah satu karyawan wanita.
"Namaku Wang Ku... Wang Guan Lin." jawab Kuan Yu yang hampir saja salah sebut.
"Apa kamu seorang model?" tanya Karyawan lain.
"Iya, saya baru merintis jadi model dan akan debut sebentar lagi." Kata Kuan Yu yang menjelaskan profesi Guan Lin.
"Wah, Semoga cepat debut ya."
"Iya, terima kasih." jawab Kuan Yu.
"Nona Wang pakai apa kok bisa semulus dan secantik ini?" tanya Nona Ling salah satu karyawan lain.
"Aku tak pakai apa apa hanya pelembab saja agar tidak kering kulitku." kata Kuan Yu yang memang itu yang dia pakai.
"Benarkah, tapi kok bisa sebening ini? Aku sudah pakai berbagai produk tapi tak sebening itu." kata Nona Bong.
"Produk Abal Abal mungkin." ejek nona Jiang.
"Mana mungkin? Aku membelinya lewat iklan yang di iklankan artis xxx." kata Nona Bong tak terima.
Kuan Yu malah tertawa melihat mereka malah ribut perkara skincare.
"Sudah sudah jangan bertengkar, hahahaha...." kata Kuan Yu.
"Nona Wang sangat lucu ya, hahaha.." Yang lain pun ikut tertawa.
"Andai nona Wang bukan calon istri Presdir sudah kupepet dari tadi." Kata manager Desain sambil tertawa humor.
"Halah, sudah pasti nona Wang akan menolakmu manager Hui." Ejek nona Ling.
"Kalian sangat lucu ya hahaha... Pasti kalian sangat senang bekerja di sini karena semua orang sangat baik dan lucu lucu." Kata Kuan Yu.
"Iya, kita bekerja seperti sedang main gak ada serius seriusnya tapi tau tau kerjaan kelar." kata Nona Jiang.
"Di tambah lagi Presdir yang sangat baik dan merakyat jadi tambah betah kita bekerja disini." imbuh nona Bong.
"Beruntungnya kalian."
"Lebih beruntung Nona Wang bisa mendapatkan Presdir, asal nona tau ya nona satu satunya wanita yang Presdir ajak dan di perkenalkan pada kami. Selama ini Presdir itu jomblo, dan kami pikirpresdir bakalan selamanya ngebujang karena Taka ada satupun wanita yang di gandengnya." Kata Nona Ling mode julid.
"Benarkah?" pipi Kuan Yu merona, merasa dirinya beruntung dan spesial di mata Xin Fei.
"Ih, nona Wang merona. " Kata manager Hui tertawa kecil.
Kuan Yu lanjut mengobrol dengan mereka semua dan terlihat sudah akrab satu sama lain.
#
#
#
To be continued