
Hah...
Kuan Yu membuka matanya tiba tiba, wajahnya penuh dengan keringat.
"Cuman mimpi?" Gumam Kuan Yu.
tubuhnya bergetar, ia takut dengan mimpinya itu sampai sampai ia menangis saat ini. Ia takut jika mimpinya jadi kenyataan, ia tidak mau itu terjadi.
"Gu Han ge!" panggil Kuan Yu sambil menangis.
Di saat ia takut ia selalu mencari kakak sulungnya dan selalu memanggil Gu Han karena Gu Han pasti akan selalu memeluknya dan menenangkannya.
Tapi sekarang sudah tak bisa lagi, Gu Han sudah punya keluarga sendiri, ia tak bisa bergantung terus menerus pada Gu Han.
Dirasa sudah tenang Kuan Yu mencuci wajahnya terlebih dahulu. Di tengoknya jam sudah menunjukan pukul 5 pagi.
Ini masih sangat pagi tapi ia tak mau tidur lagi, jadi memutuskan untuk belajar saja menunggu matahari terbit.
Ia buka ponselnya sebentar, ternyata ada pesan dari Xin Fei yang belum ia baca semalam. Yang mengatakan jika pagi ini Xin Fei akan menjemput dan mengantarnya ke kampus.
Kuan Yu membalas pesan tersebut jika ia berangkat ke kampus siang karena ia hanya ada 1 kelas saja hari ini jam 2 siang.
^^^//" Tidak apa apa, aku akan tetap mengantarmu. Nanti kabari saja jam berapa kau berangkat."//^^^
Tak di sangka Xin Fei membalasnya begitu cepat dan lagi ini juga masih pagi pagi buta.
//"Gege sudah bangun?"//
^^^//"Sudah, aku sudah bangun dari tadi karena aku terbiasa bangun jam segini"//^^^
//"Oh begitu."//
^^^//"Bolehkah aku minta pap? Tiba tiba aku rindu padamu."//^^^
Kuan Yu kebingungan buru buru ia merapikan rambut berantakannya agar lebih rapih sedikit. setelah di rasa rapih ia ambil ponselnya untuk mengambil foto Selfi dirinya dan mengirimnya pada Xin Fei
Kuan yu menatap layar ponselnya menunggu pesan balasan dari Xin Fei.
^^^//"Cantik🥰"//^^^
wajah Kuan Yu memerah membaca balasan dari Xin Fei, bibirnya terangkat tanpa sadar tersenyum sendiri. Lagi lagi jantungnya berdetak cepat seperti yang ia alami kemarin. Dan rasanya seperti ada ribuan kupu kupu terbang di perutnya.
^^^//" kamu sedang apa? kenapa memakai headphone?"//^^^
//"Aku sedang mengerjakan tugas kuliah."//
^^^//"bolehkah aku menelpon mu?"//^^^
//" Ya tentu."//
Baru saja ia membalasnya Xin Fei langsung menelponnya, sungguh tak sabaran sekali.
"hallo?" Sapa Kuan Yu duluan.
^^^"Halo Guan." sapa Xin Fei balik.^^^
Kuan yu kembali di tari ke kenyataan saat mendengar Xin Fei yang memanggil nama kakaknya bukan namanya. Kuan Yu hanya bisa tersenyum kecut saat ini.
"Xin Fei ge sedang apa?" tanya Kuan Yu.
^^^"Aku baru selesai olahraga, apa aku tak mengganggu menelponmu di jam segini?" tanya Xin Fei.^^^
"Tidak, sama sekali tidak." jawab Kuan Yu.
Mereka mengobrol sana sini hingga matahari mulai terbit dari ufuk timur, dan Kuan Yu meminta agar menyudahi obrolan mereka karena Kuan Yu mau mandi dan bersiap sarapan bersama.
Kuan Yu berjalan menuju ruang makan, di sana sudah ada ayahnya dan Guan Lin yang sedang asik mengobrol.
"Pagi pa, pagi jie." sapa Kuan Yu.
Wajah hangat ayahnya langsung berubah masam saat Kuan Yu tiba di sana.
"Kuan bagaimana perkembangannya?" tanya ayahnya to the point tanpa basa basi.
"Xin Fei ge orangnya baik, lembut, penyayang dan juga sabar. Xin Fei ge, dia orang yang pekerja keras dan saat ini dia yang menjalankan perusahaan ayahnya. makanan kesukaannya seafood, dia suka kopi hitam pahit, warna kesukaannya adalah merah." jelas Kuan Yu.
"Bagus, terus lanjutkan! Dan ingat 1 hal, dia adalah jodoh kakakmu buat dia jatuh cinta pada kakakmu dan jangan sampai kau menaruh hati padanya! Ingat itu!!" kata Ayahnya dengan tegas.
"Iya pa." Kuan Yu menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap atau membantah ayahnya. Kuan Yu akan mengingat semua kata kata ayahnya.
selesai sarapan Guan pergi ke kampus sedangkan ayahnya pergi ke kantor, tinggalah Kuan Yu sendirian di rumah. Tak ada hal yang di kerjakan Kuan Yu lebih memilih bermain game saja di kamarnya sembari menunggu waktu berangkat ngampus.
Saat baru membuka game ada pesan di beranda game dari teman onlinenya.
"Sudah berapa hari aku tak online?" Gumam Kuan Yu memeriksa pesannya.
"Wah, Lord Devil mengirim pesan apa nih? 'Hei wolf kemana Kamu? Kenapa tidak online beberapa hari ini?' Yah dia nyariin aku rupanya, hahaha?" kata Kuan yu membaca pesannya.
"Aku sedang ada urusan beberapa hari ini." balas Kuan yu mengetik di keyboard nya dan mengirimnya ke pemilik akun 'Lord devil'.
Kuan Yu mulai bermain gamenya yang bergenre peperangan sembari menunggu Lord devil online. Ia tau jika lord devil online di jam makan siang dan malam hari sisanya lord devil sibuk bekerja. Ia tau karena ia sudah berteman dengan lord devil sejak 3 tahun lalu saat ia baru lulus SMA. dan ia tahu jika lord devil ini usianya jauh lebih tua darinya jadi ia menganggap lord devil ini sebagai kakak onlinenya dan ia belum pernah bertemu selama ini.
keasikan bermain ternyata sudah waktunya ia pergi ke kampus. Ia sudahi bermainnya dan bersiap siap pergi ke kampus sebelumnya ia mengirim pesan pada Xin Fei jika ia akan berangkat.
Kuan Yu menunggu Xin Fei di depan rumah sembari mengobrol dengan nenek depan rumahnya.
Tim tin..
Suara klakson mobil menyudahi obrolan Kuan Yu, ia berjalan menghampiri Xin Fei yang masih duduk di dalam mobil.
"Menunggu lama cantik?" tanya Xin Fei.
"Tidak, aku baru saja keluar rumah." jawab Kuan Yu dengan pipi yang merona.
"Ayo kita berangkat." Xin Fei menyalakan mobil dan melaju meninggalkan rumah Kuan Yu.
"Ini, aku membelikan mu beberapa cemilan." kata Xin Fei memberikan paper bag.
Kuan Yu langsung menjauhkan paper bagnya menjauh darinya dan m3mbuat Xin Fei bingung.
"Ada apa?" tanya Xin Fei bingung.
"Apa ini coklat?" tanya Kuan Yu.
"Iya, itu coklat Belgia. coklat dengan kualitas terbaik ada apa?"
"Maaf Gege aku bukannya menolak pemberianmu tapi aku tidak bisa makan dan mencium bau coklat. perutku akan ugh..mual." kata Kuan Yu merasa tak enak hati , ia menahan mualnya sekarang karena baunya.
"Tolong berhenti ugh sebentar aku mau muntah." kata Kuan Yu dengan wajah pucatnya.
Xin Fei meminggirkan mobilnya dan berhenti di tepi jalan. Kuan Yu buru buru keluar dan memuntahkan isi perutnya. Giliran Xin Fei yang jadi tak enak melihat Kuan Yu yang seperti ini.
Xin Fei mengambil paper bag berisi coklat kemudian membuangnya ke tong sampah. Kuan Yu melihat itu merasa bersalah sekarang.
"Maaf, gara gara aku kau harus membuang coklatnya kan jadi sia sia." kata Kuan Yu sedih.
"Tidak justru aku yang minta maaf, aku tidak tau jika reaksimu akan seperti ini. maafkan aku." kata Xin Fei.
Setelahnya mereka melanjutkan perjalanan mereka.
"Melihatmu seperti tadi aku jadi ingat temanku yang juga tidak bersahabat dengan coklat." kata Xin Fei.
"Benarkah? Jadi aku ada temannya dong kalo aneh, hahaha.." canda Kuan Yu.
"Benar."
#
#
#
to be continued