I AM NOT MY SISTER

I AM NOT MY SISTER
Episod 2



Kuan Yu berjalan menuju kelasnya Yang akan di mulai dalam 10 menit lagi. Di persimpangan lorong ada yang memanggilnya.


"Kuan Yu!" panggil seseorang.


"Ming Tian, Udah balik kamu?" tanya Kuan Yu.


"Udah kemarin, nih oleh oleh buat kamu." kata Ming Tian sahabat Kuan Yu sejak SMA.


"Thanks, Apaan nih?" Kuan Yu membuka paper bag pemberian Ming Tian tuk melihat apa isinya.


"Itu olahan kacang dan olahan seafood kesukaan kamu. Dan ada coklat juga buat Guan Lin!" kata Ming Tian.


"terima kasih banget loh, memang sahabat baikku." Kuan Yu memeluk Ming Tian gemas.


"Sama sama tuan putri." kata Ming Tian mengusap usap kepala Kuan Yu.


"Hei jangan di acak acak dong nanti kusut rambutku dan jangan panggil aku tuan putri!" kata Kuan Yu sebal sambil merapikan rambut panjangnya.


"Ya lagian rambut kamu panjang dan kamu jadi imut kaya putri putri di negri dongeng." kata Ming Tian.


"Ih biarlah keren tau, kamu gak tau trend sekarang sih!" kata Kuan Yu.


"Iya iya."


Mereka masuk ke kelas karena dari kejauhan dosen mereka sedang berjalan menuju kelas.


Kuan Yu kuliah mengambil jurusan Seni suara dan desain grafis sekaligus. Dia ingin lulus dengan 2 gelar sekaligus karena ia suka dunia tarik suara dan desain.


Sedangkan sahabatnya hanya mengambil jurusan desain grafis saja.


Kuan Yu dan Guan Lin kuliah di tempat yang berbeda. kampus Guan Lin sangat jauh dari kampus Kuan Yu dan Guan Lin mengambil jurusan permodelan dan seni akting. Dan Guan Lin masuk kuliah dengan rekomendasi kampus terbaik pilihan ayahnya. berbeda dengan Kuan Lin ia memilih kampusnya sendiri tak ada campur tangan ayahnya.


*


*


*


Jam kuliah Kuan Yu selesai sekarang saatnya pulang dan sebelum pulang Ming Tian mengajak Kuan Yu untuk pergi ke central game.


Mereka berjalan kaki bersama sama sambil bercanda tawa. Sebelum 7sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka.


Kuan Yu terkejut ketika si pengemudi keluar dari dalam mobil.


"Guan kamu kemana dan siapa dia?" tanya Orang tersebut yang ternyata adalah Xin Fei.


"Kau salah.-


"Gege ini temanku kami baru pulang dari kampus." kata Kuan Yu memotong perkataan Ming Tian.


"Oh begitukah?"


"Jangan panggil aku Kuan Yu! panggil aku Guan Lin! Nanti aku jelaskan di chat!" bisik Kuan Yu, Ming Tian bingung dengan situasinya da hanya mengangguk saja.


"Bro maaf bisakah aku membawa Guan Lin?" tanya Xin Fei.


"Oh ya tentu silahkan." kata Ming Tian yang masih bingung.


"Maaf ya Ming Tian, aku duluan." kata Kuan Yu.


"Iya tidak apa apa."


Kuan Yu masuk ke mobil Xin Fei kemudian Xin Fei kembali ke kursi kemudinya.


Kuan Yu melambaikan tangannya pada Ming Tian yang masih tak tau apa yang terjadi.


"Kau berhutang cerita padaku Kuan Yu." gumam Ming Tian.


Di dalam mobil Xin Fei menatap Kuan Yu dari atas sampai bawah. Kuan Yu memakai sweeter Babyblue oversize di padukan kaos polos berwarna oranye, dengan celana bahan pendek hitam selutut, dan memakai sepatu kets putih. rambutnya ia ikat kuncir kuda.


"Ternyata kau suka style laki laki ya? Jadi ini yang kau katakan kemarin,Tomboy?" kata Xin Fei tertawa kecil.


"Ya begitulah, aku tak suka berdandan feminim. Aku suka yang begini karena bagiku ini nyaman dan kemarin aku di suruh pakai mini dress agar terlihat feminim di depanmu." kata Kuan Yu.


"Ya, aku suka gadis apa adanya dan jika kau tak suka jangan di paksakan." kata Xin Fei, Kuan Yu seolah tertampar dengan perkataan Xin Fei yang mengatakan 'Jika tak suka jangan di paksakan' tapi kan memang dirinya terpaksa melakukannya.


"Jadi kau kuliah di ** university? Kalau boleh tau prodi apa?" tanya Xin Fei.


"Waw ambil 2 prodi sekaligus? apa tidak susah?" tanya Xin Fei salut dengan Kuan Yu.


"Tidak, aku menikmati keduanya dan aku suka." kata Kuan Yu.


"Waw, calon istriku ternyata hebat ya." kata Xin Fei dengan senyum bangganya.


Kuan Yu malah terdiam, seharusnya dia tidak mengatakan kuliahnya melainkan tentang Guan Lin, ia lupa dan baru sadar ketika Xin Fei berkata calon istri.


'Bodohnya aku.' batin Kuan Yu.


"Bagaimana kita makan dulu, kau belum makan kan?" tanya Xin Fei.


"Belum." jawab Kuan Yu.


Mereka mampir ke sebuah restoran seafood bintang 5 yang terkenal dengan Segaran dan rasanya yang enak.


"Mau pesan apa?" tanya Xin Fei.


"Apa aja deh terserah Gege saja." kata Kuan Yu senang.


"Baiklah, pelayan saya pesan aneka sushi sashimi, ikan goreng saus barbeque, tiram saus tomat, lobster bakar, dan mie kuah seafood." kata Xin Fei.


"Banyak banget pesennya?" tanya Kuan Yu.


"Ya karena aku suka seafood dan ini restoran favorit ku." kata Xin Fei.


"Wah benarkah? Aku juga sangat suka seafood." kata Kuan Yu.


"Benarkah? kita memang berjodoh." kata Xin Fei.


"Mm.. Kenapa Xin Ge menerima perjodohan ini?" tanya Kuan Yu di luar topik.


"Aku hanya tak ingin terus terusan di jodoh jodohkan dan di serbu dengan pertanyaan kapan nikah? Mana pasanganmu? kau sudah berumur sudah saatnya menikah!" jelas Xin Fei.


"Oh, begitu." kata Kuan Yu mengerti maksudnya.


"Lalu kamu?" tanya Xin Fei balik.


"Ah, aku tak bisa menolak permintaan papa." kata Kuan Yu.


"Jika kamu keberatan tidak apa apa tidak usah di lanjutkan! Aku bisa ngertiin kok lagian orang tuaku juga tidak memaksakan perjodohan ini." kata Xin Fei.


"Kita kan baru berkenalan siapa tau cocok, kita jalani saja ini, toh siapa tau memang jodoh kan?" kata Kuan Yu yang memang tak ada kuasa tuk menolak.


"Pesanannya, maaf menunggu lama." Tiba tiba seorang pelayan datang membawa pesanan mereka.


"Selamat makan!" kata Xin Fei.


Kuan Yu mengambil mangkuk nasinya dan mulai memakan hidangannya. Kuan Yu sangat menikmati makanan kesukaannya tersebut.


Selesai makan mereka kembali ke mobil karena hari menjelang petang. Xin Fei mengajaknya ke suatu tempat agak jauh dari perkotaan. Dan mereka sampai di sebuah bukit yang memamerkan sebuah pemandangan kota dan sebelahnya ada sebuah pantai lepas.


"Wah... pemandangan yang indah. Selama aku tinggal di sini aku tidak pernah tau ada tempat seperti ini." kata Kuan Yu kagum.


Xin Fei hanya tersenyum manis melihat Kuan Yu yang sangat senang itu. Terus di tatapnya wajah Kuan Yu yang di terpa matahari sore, sungguh cantik baginya.


"Aku baru pertama kalinya terpesona oleh wajah seseorang dan itu kamu." kata Xin Fei.


Kuan Yu yang dari tadi melihat pemandangan sekarang teralihkan pada Xin Fei yang berada di sebelahnya.


"Ada seorang malaikat di depanku." katanya lagi.



Kuan Yu menatap Xin Fei, ia sedikit ngelag sebentar.(cakepkan)


#


#


#


to be continued


semoga suka, selamat membaca