
"Teng... ," Suara dentingan jam menunjukkan pukul dua belas siang.
Aku baru saja menyelesaikan makan siang buatan ibuku. Di dalam rumah, hanya tersisa Aku dan Ibuku. Ayah baru saja pergi ke pusat kota satu jam lalu.
"Reinver, Ibu akan pergi sebentar ke pasar. Ibu mau belanja untuk persediaan musim dingin." Ucap ibu sambil menjinjing tas belanja yang terbuat dari rajutan benang wol kesukaannya.
"Oke" Balasku singkat.
"Jangan lupa kunci pintunya setelah ibu berangkat!" Lanjut ibu.
"Iyaa," Aku membalas sambil mengangguk.
Tak lama kemudian, Ibu segera beranjak pergi meninggalkan rumah. Aku berjalan mengambil kunci, lalu mengunci rumah sesuai perintah Ibu. Suasana rumah pun menjadi sepi seketika.
Setelah itu, Aku kembali ke kamarku. Aku mengambil buku selanjutnya yang akan kubaca. Buku yang cukup tebal dengan sampul hijau tua. Lembaran isinya terlihat berwarna putih keabuan ditimpa paragraf-paragraf dengan huruf hitam yang sangat kecil.
"Apa ini hah??" Aku bergumam sambil menyipitkan mata ku setelah melihat tulisan di halaman pertama.
"Sepertinya, Aku akan memakai kacamata setelah membaca buku ini," Bicara ku dalam hati.
'History, Base of Forces'
"Judul buku yang cukup menarik," Ucapku dengan penuh semangat.
Aku pun segera membaca buku bersampul hijau ini. Perlahan-lahan mencoba memahami makna dari setiap kata yang ada di dalam buku. Sangat menakjubkan, buku ini menjelaskan bagaimana 'History' atau sejarah yang menjadi dasar dari kekuatan di dunia ini. Singkatnya, sejarah di dunia ini terbagi menjadi lima.
Pertama, Histories of Marshal. Sejarah yang sangat berperan besar dalam suatu negeri. Sejarah dengan kekuatan untuk memimpin suatu pasukan dalam mempertahankan negaranya.
Kedua, Histories of Soldierlike. Sejarah yang paling banyak dimiliki oleh penduduk. Sekitar dua dari tiga orang yang hidup di benua mewarisi sejarah ini.
Ketiga, Histories of Warlock. Sejarah yang memiliki kekuatan paling kuat. Sejarah yang juga menjadi kunci untuk memenangkan perang. Jika diasah dengan benar, dapat menjadi suatu hal yang paling mengancam bagi musuh ataupun sekutu.
Keempat, Histories of Proponent. Sejarah yang sangat langka. Sejarah ini dapat memberikan kontribusi yang besar bagi sekutu. Ability yang dimiliki seseorang yang mengemban Histories of Proponent sangat bermanfaat untuk menambah nilai dari suatu negara.
Yang terakhir, Histories of Excogitate. Sejarah yang di anugerahi dua tangan yang pandai untuk mencipta. Sejarah ini juga berperan penting dalam pemasok peralatan yang dibutuhkan negeri ini.
Singkatnya, bayi yang lahir di dunia ini akan mengemban nasib dari salah satu orang tuanya.
Dalam kasus ini, anak selalu mendapat 'History' dari Ayah atau Ibu. tidak mungkin seorang anak dapat mewarisi sejarah dari kedua orang tuanya sekaligus.
Sejarah seseorang tidak bisa diubah. Misalnya ada bayi yang terlahir dari ayah yang memiliki Histories of Soldierlike dan ibu yang memiliki Histories of Warlock, maka bayi itu tidak akan mengemban sejarah selain dari Histories of Soldierlike ataupun Histories of Warlock.
Dalam beberapa kasus yang terjadi setiap seribu tahun sekali, seorang bayi yang lahir dapat mewarisi kedua sejarah orang tuanya sekaligus. Peristiwa ini disebut dengan 'Dual Histories'.
Tentu saja tak dapat dipungkiri kekuatan yang dimiliki bayi tersebut akan sangat besar dan memiliki potensi untuk menjadi yang terkuat, tetapi kebanyakan kasus Dual Histories yang pernah muncul di dunia ini berakhir dengan kematian. Tubuh manusia tidak dapat menampung kekuatan yang sangat besar itu, sehingga memaksa energi untuk keluar secara terus menerus yang berakhir dengan kematian.
Memang tidak dapat dipercaya, tetapi sistem ini mungkin lebih mirip seperti Class atau Job yang ada di dalam Video Game.
Buku ini sangat berkesan bagiku. Seperti membuka cahaya baru untuk masa depan. Aku menjadi penasaran, apa sejarah yang diwariskan ayah dan ibu kepadaku?
"Tok tok..., Ibu pulang" Suara Ibu sambil mengetuk pintu.
Aku yang kebetulan baru selesai membaca buku segera pergi keluar kamar dan berlari menuju pintu.
"Ceklek...," Suara kunci pintu yang dibuka.
Ibu segera pergi ke dapur dan langsung mencuci lalu memasukkan sayur dan buah yang ia beli ke dalam kotak penyimpanan untuk persediaan seminggu kedepan.
Kemudian, setelah Ibu selesai, ia pergi ke halaman depan rumah dan duduk diatas ayunan kecil sambil bersandar.
"Capeknya..," ucap ibu yang terdengar oleh telinga kecilku.
Aku pun ikut keluar dengan membawa buku bersampul hijau tua yang ku baca tadi. Ibu menoleh ke arahku dan mengulurkan tangannya seakan memanggilku untuk duduk di sampingnya.
Aku segera meng-iyakan ajakan ibu dan duduk disampingnya.
"Buku apa itu?" Tanya ibuku penasaran.
"Ini buku yang ayah berikan semalam bu..," Jawabku sambil menunjukkan buku itu dengan tangan kecilku.
Ibu mengambil buku yang ku tunjukkan dan membaca sekilas isi dari buku itu.
"Reinver, apakah kamu sudah mengerti dengan isi buku ini?" Tanya ibuku lagi.
"Kurang lebih...," Jawabku ragu.
"Ibu, didalam buku itu kan menjelaskan tentang sejarah yang diwariskan orangtua kepada anaknya, apakah sejarah yang akan kudapat nanti?" Tanya ku penuh semangat.
"Ibu memiliki Histories of Marshal, sedangkan Ayahmu Memiliki Histories of Excogitate." Jawab Ibu sambil mengelus rambut putihku.
"Mungkin kamu akan mewarisi sejarah milik Ibumu ini nanti...," Lanjut ibuku dengan senyum kecil.
"Darimana ibu mengetahui bahwa aku akan mewarisi sejarah dari ibu?" Tanya ku penasaran.
"Kebanyakaan orang yang mengemban Histories of Marshal adalah orang pintar. Orang yang mudah memahami sesuatu. Kamu sudah memahami buku ini saat umurmu saat ini yang masih tiga tahun bukan?" Jawab ibuku.
"Berkebalikan dengan orang yang mengemban Histories of Excogitate. Orang yang memiliki sejarah ini cenderung sulit untuk memahami sesuatu..., Seperti Ayahmu." Lanjut Ibu dengan sedikit senyum di wajahnya.
Aku pun mengangguk dan meng-iyakan perkataan ibuku.
"Sekarang bukan saatnya untuk mengetahui apa sejarahmu. kamu akan tahu saat berumur enam tahun nanti." Ucap Ibu.
"Memangnya apa yang akan terjadi saat aku berumur enam tahun bu? Celetuk ku.
"Pada pertengahan tahun, setiap anak yang berusia enam tahun akan diperintahkan untuk pergi ke daratan tengah untuk mengetahui apa sejarah yang akan mereka terima nak," Jawab ibu dengan suara selembut sutra.
"Daratan tengah?!" Gumamku dalam hati.
Hatiku berdegup kencang saat mendengar kalimat Daratan tengah. Yang aku pikirkan hanyalah aku dapat pergi ke tempat dengan bangunan yang tinggi menjulang dan megah itu.
"Woahhh....," Ekspresiku dengan mulut yang terbuka membuat ibu tertawa sekaligus mengakhiri percakapan kami.
Matahari sudah mulai terbenam, langit biru cerah berganti menjadi kuning dengan sedikit warna oranye yang bercampur.
Ibu pun segera masuk ke dalam rumah dan meninggalkan ku yang sedang duduk berayun diatas ayunan.
Aku masih tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padaku di masa depan. yang dapat kulakukan saat ini hanyalah belajar tentang dunia ini.
Apalagi, jika benar yang dikatakan Ibu bahwa aku memiliki tanda akan mewarisi Histories of Marshal yang dimilikinya, Aku diharuskan untuk menjadi orang yang berwawasan luas sehingga aku harus terus belajar.