Heroes, Demon, and kingdom

Heroes, Demon, and kingdom
Whats the plan?



Setelah pergi dari tempat tersebut, akhirnya mereka bertiga berkumpul di rumah Onyx, mereka berunding merencanakan apa yang dilakukan selanjutnya untuk membongkar fakta yang ada dalam buku tersebut.


"Apa yang akan kita lakukan?, kita mungkin akan menjadi incaran para tetua di Akademi" ucap Darius


"Huh para ketua bukanlah masalah bagiku karena aku sudah paham dengan kekuatanku dan dapat mengendalikannya, itulah mengapa aku dapat mengalahkan Xane dengan sangat mudah, namun ada 1 masalah yang membuatku ragu" ucap Z


"masalah apa itu? " tanya Onyx


"jika memang benar isi dari buku tersebut, dan para kebangsaan dikerajaan ini sudah percaya akan isi dari buku tersebut, apakah aku harus mengalahkan mereka semua? "


"kau tak perlu melakukan hal tersebut bodoh, tinggal ajak aja semua rakyat melawan para ketua di Kerajaan ini agar kedepannya pahlawan dan iblis dapat hidup damai satu sama lain" ucap Darius


"jika itu berhasil maka akan menguntungkan kita, namun jika tidak kita akan dicap sebagai pengkhianat dan juga sebagai pemicu perang antar saudara di Kerajaan ini" ucap Z


" benar juga kata Zero" ucap Onyx


"jadi apa rencananya" tanya Darius


"Aku tahu, kita beberapa hari lagi akan ada study tour ke istana , kita akan mengendap-endap masuk dan menulusuri ke semua ruangan yang ada di istana dan jika menemukan sebuah ruangan yang mencurigakan kita masuki saja, bagaimana" jawab Z


" ide bagus namun jika kita ketahuan mengendap-endap bagaimana? " Darius bertanya lagi


" aku akan alihkan perhatian mereka sementara kalian berdua langsung saja masuk kedalam ke istana usahakan kalian jangan sampai ketahuan! "


ucap Z


Setelah mereka merencanakan dan menemukan cara agar dapat mengungkapkan fakta apa yang ada didalam buku tersebut, mereka mulai mempersiapkan apa yang mereka butuhkan dan sembari menunggu hari dimana mereka akan berkunjung ke istana Zero pun melatih kekuatannya agar semakin ampuh dalam menumbangkan para penjaga yang berada dalam istana.


Pada saat malam hari Zero pun bermimpi, ia dalam sebuah peperangan yang dahsyat dimana Zero memimpin pasukan dan memerangi musuhnya namun anehnya musuh yang Zero lawan merupakan pasukan yang menggunakan baju zirah pahlawan. Zero pun terbangun dari tidurnya dan berkata


" apa itu tadi?, mimpi apa itu barusan? mengapa sangat terasa nyata"


akhirnya Zero pun melanjutkan tidurnya, keesokan harinya ia bercerita tentang mimpi yang ia alami kepada Onyx dan juga Darius


"mungkin kau ketakutan menentang kerajaan ini hingga mimpimu seperti itu, percayalah jika ini berhasil tidak akan ada namanya perang" ucap Onyx


"terimakasih sudah menenangkanku bagaimana tanggapan mu Darius? " tanya Z


" aku tidak tahu pasti apa yang harus kuucapkan namun jika perang harus terjadi aku akan melawan meskipun menentang kerajaan ini secara kita membela apa yang seharusnya itu benar, bayangkan jika kita tidak bertindak perang akan tetap terjadi kedepannya dan kemungkinan akan lebih besar dan banyak korban karena perang tersebut melibatkan pahlawan dan juga iblis" jawab Darius


"benar juga, oiya omong-omong apa yang sudah kalian persiapkan? " tanya Z lagi


"aku sudah menyiapkan alat penyadap sihir pendeteksi pahlawan agar keberadaan kita tak diketahui oleh penjaga" jawab Onyx


"aku sudah membuat senjata untuk kita bertiga, sebagai alat perlindungan" ucap Darius


"baiklah bersiaplah untuk besok teman-temanku!!! " ucap Z dengan semangat.