Heroes, Demon, and kingdom

Heroes, Demon, and kingdom
The truth behind heroes



Setelah Onyx membaca buku tersebut Onyx pun bergegas menemui Zero, akhirnya ia bertemu dengan Zero dan menceritakan tentang apa yang ia baca dari buku tersebut.


"Huh kau pasti berbicara omong kosong agar kau dapat terlihat dekat denganku" jawab Z


"tidak! aku berbicara apa yang benar-benar aku baca dalam buku yang ada diruangan rahasia tersebut" Onyx pun menjawab tegas


" hentikan sifat kekanak-kanakan mu yang menyebar berita palsu, kau bisa kena hukuman lo apalagi informasi yang kau sebarkan itu menyangkut leluhur" ujar Z


" baiklah kalau begitu suatu saat kau akan tahu Z " jawab Onyx dengan kesal


akhirnya Onyx pun duduk di pinggir taman dan sambil memikirkan bagaimana mencari bukti bahwa isi dari buku tersebut adalah kenyataan.


" Hai Onyx mengapa kau sendiri an disini? " Salah satu murid menyapa Onyx


" Ah ternyata kau ya Darius, tidak apa-apa aku hanya memikirkan sesuatu " jawab Onyx


" ahahaha ternyata kau masih ingat padaku, apasih yang kau pikirkan aku penasaran" Ucap Darius


"kau pasti tidak akan percaya jika aku menceritakan apa yang aku pikirkan" jawab Onyx


" aku berusaha percaya deh kalau gitu" jawab Darius


Onyx pun menceritakan kepada Darius apa yang ia pikirkan, dan menceritakan juga isi tentang buku tersebut.


" i-itu tidak mungkin, kau pasti sedang bercanda kan atau kau lagi mabuk berat? " Jawab Darius dengan kaget


" bodoh jika aku mabuk pastinya aku tidak mengenalmu dari awal " jawab Onyx dengan kesal


"iya juga tapi apakah kau yakin dengan apa yang kau ceritakan itu? itu sama seperti menuduh dan merupakan pelanggaran yang berat" ujar Darius


" percaya lah padaku, kumohon tolong" Onyx pun memohon pada Darius


" oke dari awal memang aku berusaha padamu akan kupegang omonganku tersebut ,jadi apa yang bisa kulakukan untuk membantu mu mengungkapkan kenyataan yang terjadi didalam buku tersebut, tapi sebelumnya aku akan menaruh taruhan pada mu" jawab Darius


" taruhan apa? " Onyx pun bertanya


"oke aku setuju dengan itu, namun kau harus ikut aku kedalam ruangan rahasia yang ada dibawah perpustakaan akademi ini" jawab Onyx


" siap bu hehehe" jawab Darius


akhirnya mereka pun pergi kedalam ruangan rahasia yang berada dalam perpustakaan akademi, setelah sampai Onyx pun menunjukkan pada Darius buku yang waktu itu ia baca berisikan tentang kenyataan yang sesungguhnya.


"sekarang aku percaya bahwa perkataan mu benar, namun kita tak bisa melakukan apa-apa kita murid biasa Onyx" jawab Darius


"aku tahu siapa yang bisa membantu kita, namun aku tidak yakin bahwa ia mau membantu atau tidak" ujar Onyx


" siapa? si bocah baru kuat dan sombong itu? hmmmm meragukan " ujar Darius


" Zero namanya, panggilannya Z dan kau salah menyebutkan panggilannya bodoh " ujar Onyx


"biarlah aku lebih suka memanggil dia bocah idiot , atau bocah sok pamer ya? hmm bingung aku" Darius bergumam


"terserah kau lah, kau ini memang selalu saja enaknya sendiri" jawab Onyx


" ahahha kenapa kau marah? kau suka padanya kan? iyakan? iyakan? iyakan? ahahahahah" jawab Darius


" huh tidak mungkin aku suka pada anak seperti itu" Onyx menjawab dengan malu


" ahaha santai saja , tidak usah kau tutupi aku sudah tahu Onyx ahahah temanku sudah mulai dewasa ya " jawab Darius sambil tertawa


"huh kita ini lagi serius hei, ayo fokus lagi dengan apa yang kita lakukan kedepannya untuk mengungkapkan semua ini" ujar Onyx


" okeyy siap ibu bocah idiot, kan kamu suka sama si bocah idiot jadi aku panggil ibu bocah idiot ahahahha" Jawab Darius


" HEI AWASS KAU YAA" jawab Onyx dengan kesal sembari mengejar Darius.


akhirnya Onyx mengejar Darius dengan kesal, namun yang mereka tidak sadari bahwa sedari tadi ada yang mengawasi mereka ketika mereka asik membaca buku dan bercanda didalam ruangan tersebut.