
Pada abad ke 17 lahirlah seorang anak bernama Zero, ia sering dipanggil Z oleh orang sekitar begitu juga dengan orang tuanya namun anehnya ia tidak mempunyai esensi pahlawan yang membuat nya berbeda dari yang lain, hanya Z yang tidak mempunyai esensi pahlawan di Kerajaan tersebut yang membuatnya dikucilkan oleh orang sekitar dan juga teman"nya.
Kamis, 17 Oktober 1718
Z sedang pergi ke akademi pahlawan
"Mari anak" perkenalkan identitas kalian masing-masing" ujar seorang pengajar
satu persatu anak mempernalkan diri mereka masing-masing
"giliran kau anak yang duduk dipojok" guru tersebut menunjuk seorang Z
Z pun memperkenalkan dirinya
"Zero biasa dipanggil Z, saya akan menjadi pahlawan yang terkuat dan membawa pengaruh penting dikerajaan ini" ujar Z
Z pun tidak bisa berkata-kata lagi dihadapan para murid
hari demi hari pun berlangsung , tiba saatnya ujian pahlawan dimulai murid akan dihadapkan dengan murid lainnya peringkat 10 teratas akan lolos dan melanjutkan ujian tingkat selanjutnya
Setelah beberapa pertandingan akhirnya Z melawan anak bernama Sena yang merupakan murid paling berbakat dan dipandang di Akademi tersebut, semua murid serta pengajar menyoraki Sena, tidak ada satupun yang menyoraki seorang Z, pertandingan pun dimulai Sena mulai menciptakan pedang dari tangannya dan mulai menyerang Z namun apa yang terjadi sungguh tak terduga seorang Z tidak bergeming sekalipun, pedang Sena tidak menyentuh tubuh Z
"me-mengapa pedangku terhenti apa yang kau lakukan terhadap pedang ku ini?" ucap Sena
"aku juga tidak tahu mengapa pedangmu terhenti yang seharusnya sudah melukaiku sedari tadi" ucap Z
akhirnya dengan menghempaskan tangannya Z pun berhasil membuat Sena terpental cukup jauh dan membuat pertandingan berakhir dengan sangat cepat yang menjadikan Sena kalah telak dalam pertandingan ini
Semua murid dan pengajar serta ketua akademi pun terheran mengingat Z tidak memiliki esensi pahlawan sama sekali.