
Setelah pergi dari ruangan dibawah tanah tersebut Onyx dan Darius pun pergi menuju kelas, namun orang yang mengawasi mereka tiba" menghadang mereka.
"berhenti disana kalian berdua!!!" ucap seseorang tersebut
"siapa kau? " Darius bertanya
"kau tidak perlu tahu siapa aku, namun kau telah menemukan rahasia yang disembunyikan oleh para tetua disini sekarang kalian harus menghadap pada sang ketua akademi ini" ucap seseorang tersebut
" huh kami tidak akan menyerahkan diri kami" ucap Darius
" wow apakah kalian sudah merasa hebat huh? berani menantangku"
"huh jangan banyak omong kau, menghabisi orang seperti mu hanya memerlukan beberapa detik saja bagiku" ucap Darius sambil menciptakan pedang dari tangannya
"jangan Darius kita tidak tahu kekuatan orang ini seberapa" ucap Onyx
" tenanglah aku bisa mengatasi orang ini"
" kalau begitu bisakah kita mulai? " ucap seseorang tersebut
hhhaaaarrgghhhh, singgggg tang ting sringgggg sreeetttttt
mereka berdua saling beradu pedang satu sama lain dan akhirnya dimenangkan oleh orang misterius tersebut dengan sangat mudah
"huh jadi cuma segini kemampuanmu, miris sekali hidupmu tak layak menjadi pahlawan kuat" ejek seseorang tersebut
"uhuk uhuk, pahlawan? apanya pahlawan hah?! seseorang yang menciptakan kekacauan pertama kali dan merubah sejarah bahwa iblis lah yang menyebabkan kekacauan apakah itu yang disebut pahlawan? " ucap Darius
"ahahaha karena kau mengucapkan itu kau akan dihukum mati, seharusnya aku bisa membunuhmu dengan cepat tapi aku tidak bisa melihat mu teriak kesakitan saat disiksa ahahaha aku ingin melihat wajah putus asa mu ketika kau tau bahwa kau akan mati"
seseorang tersebut memanggil anak buahnya dan membawa Onyx dan Darius menghadap kepada ketua.
"Wah wah seorang murid sudah mengetahui rahasia besar dalam sejarah bukankah itu bagus? " ujar sang ketua
"yah memang bagus, bagus untuk mengacaukan semua kan?" ucap Darius
"memang para orang lemah seperti mu seharusnya dibinasakan, omong-omong Onyx mengapa kau tidak bersama Zero? apakah ia mengucilkan awmu? " ucap sang ketua
"Kata siapa Onyx dan Satu orang asing itu sendirian? " Zero tiba" datang dihadapan sang ketua
" siapa yang kau panggil asing bocah idiot?! " ucap Darius sambil kesal
"hahahah tidak ada waktu untuk bercanda sekarang lepaskan mereka berdua, aku sudah mendengarkan dari lorong kelas ketika Onyx dan temannya berhadapan dengan orang misterius tersebut" ucap Z
"lepaskan? kau kira kau siapa Z menentangku " ucap sang ketua
" hahahaha kuharap kau yakin dengan omongan my tersebut Z, namun sayangnya aku tak bisa melepaskan mereka berdua " ucap sang ketua
" jangan sampai aku membuat mu terkapar ketua" tantang Z
" lewati dulu saja aku, namun jika itu kau mampu ahahah" ucap seseorang misterius tersebut sambil membuka topengnya
" ka- kau bukannya Xane, kakak dari Sena" ucap Onyx
"Wow aku terkejut kau mengetahui ku, kau tahu banyak hal ternyata" ucap Xane
" Mari kita mulai Xane akan kubuat kau seperti adikmu" tantang Z
Xane mulai mengeluarkan pedang dari tubuhnya, Z tetap menggunakan tangan kosong akhirnya pertarungan dimulai
setiap serangkaian serangan dilancarkan oleh kedua pihak, namun pada akhirnya Z dapat mengalahkan Xane dengan mudah
" A-apa tidak mungkin aku sudah mengeluarkan kekuatan penuh tetapi kau mengalahkanku dengan mudah" ucap Xane sambil terkapar
"Kau tidak ada bedanya dengan adikmu SAMA-SAMA LEMAHH XANE!!!! " ucap sang ketua
"sekarang giliran kau ketua" tantang Z
Ketika Z hendak menantang sang ketua, ketua menciptakan portal dan sambil membawa Xane untuk kabur dari tempat tersebut
"pengecut kau ketua, lihat saja kau nanti" ucap Z dengan kesal
akhirnya Z membantu Onyx dan Darius yang sedang ditahan.
"perkenalkan aku yang akan menjadi pahlawan terkuat Zero" ucap Zero
"ya perkenalkan Darius orang yang membenci mu" Jawab Darius
" Ahahahha janganlah begitu kita akan menjadi sahabat kok" ucap Z
"Sekarang kita harus terus waspada karena kemungkinan para petinggi akan mengincar kita" ucap Onyx
"yap tenang saja karena ada aku" ucap Darius dengan percaya diri
"ya ya ya kau memang kuat Darius ahahaha" ucap Z sambil tertawa
"diam kau!! " Darius menjawab dengan kesal
setelah kejadian tersebut Zero, Darius, dan Onyx pun pergi dari tempat tersebut dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.