
Setelah pertempuran dahsyat melawan the judgemental, Zero pun pergi menuju Aether dengan maksud meminta persetujuan the Ancient jika Zero menciptakan berbagai macam Multiverse dengan tujuan menciptakan berbagai kehidupan yang nantinya setiap multiverse itu akan diwarisi sebuah kekuatan untuk melindungi kehidupan yang ada didalamnya, terjadi perdebatan antara the Guardians dengan Zero karena the Guardians merasa Zero tidak yakin jika the Guardians mampu melindungi semua Multiverse. Akhirnya Zero pun menjelaskan jika Zero lebih tahu akan alam semesta ini daripada the Guardians secara Zero sendiri adalah the Devour yang merupakan ciptaan pertama the Ancient, setelah menjelaskan tujuannya dan meyakinkan the Guardians bahwa masih banyak keberadaan Eksistensi yang hidup di alam semesta ciptaan the Ancient ini yang belum diketahui oleh the Guardians. Akhirnya the Guardians pun menurut.
Zero pun menciptakan berbagai Multiverse, sekitar 1.000.000 Multiverse yang ia ciptakan setelah Zero pun dihampiri oleh Gilga (salah satu the Guardians) dan Gilga pun bertanya "mengapa Zero menciptakan Multiverse sebanyak ini apakah Zero tidak takut dengan ancaman yang dihasilkan oleh ciptaan Zero sendiri belum lagi ancaman yang berasal dari eksistensi yang belum diketahui", Zero pun menjawab " aku tidak khawatir karena aku merupakan wujud kematian dari semua eksistensi yang ada di alam semesta ini termasuk kau". Setelah mendengar perkataan tersebut Gilga pun terdiam.
Sementara itu di alam kerajaan, Onyx dan Darius pun pergi ke akademik seperti biasanya dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa namun ada satu yang berbeda mereka tidak ditemani oleh Zero, namun mereka tidak ingat siapa itu Zero karena ingatan mereka juga ikut hilang ketika Zero melakukan pengulangan realita sehabis pertempuran dengan the Judgemental, begitupun dengan orang tua Zero maupun orang-orang terdekatnya Zero bahkan seisi kerajaan tidak ada satupun yang mengingat siapa itu Zero. Zero pun mendatangi rumahnya yang dulu dan bertemu dengan ibunya.
"Siapa kau? ada perlu apa kau kemari? " tanya ibu Zero
"Aku ingin sup kacang panas dan coklat panas buatanmu bu" ucap Zero
"A-apa maksudmu?! " tanya ibu Zero
"Hmmm apakah ini juga efek dari aku melakukan pengulangan dan penciptaan realita waktu itu?" tanya Zero dalam hati
"Huh mungkin aku mengembalikan ingatan semua tentangku kepada orang-orang yang telah melupakanku" ucap Zero
seketika Zero menjentikkan jarinya dan terjadi sebuah kilauan cahaya dan setelah kilauan tersebut ingatan semua orang tentang Zero akan kembali lagi.
"Ze-zero kau sudah menjadi penyelamat kehidupan dan menyadarkan semua orang dan meskipun kau seorang raja iblis pun kau tetap seorang bayi kecil dihadapan ibumu ini" ucap Ibu Zero
"Yups seperti itulah bu kira-kira hehehe, oiya sepertinya aku tadi memesan makanan kesukaanku" ucap Zero
"oiya ibu lupa sebentar ya nak akan ibu buatkan makanan kesukaan mu itu" ucap Ibu Zero
"BERHENTIIIIII DISANAA " teriak Ayah Zero dari halaman belakang
"Ini ayah bawakan bahan kacang yang terbaik baru panen dari lahan belakang eheheheh" jawab Ayah Zero
"Hmm sepertinya perutmu akan gemuk nak hari ini aku akan membuat kan mu sup kacang ekstra dan coklat panas tidak lupa dengan kue kesukaan mu" ucap Ibu Zero
"Wah Terima kasih bu eheheh" ucap Zero
gedubrakkkk (suara pintu terbuka dengan keras)
"Akhirnya ketemu juga disini aku sudah mencari mu keliling kerajaan" ucap Darius
"Huh padahal cuma keliling pemukiman penduduk saja bilang nya sudah seperti itu" ucap Onyx
"eheheh biar dramatis dong keliatan nya" jawab Darius
"wahhh kalian berdua!!! tapi tolong ketuk dulu ya pintunya biar ibu tidak kaget" ucap Ibu Zero
" Oohhh iya maaf Bu" ucap Darius sambil menahan malu
"kalian ada-ada saja memang, sudah sini mari kita makan bersama-sama" ajak Zero
"Yeay mari kita rayakan perdamaian yang diciptakan oleh sang raja iblis the Devour atau lebih dikenal Zerooo!!!! " teriak Onyx dengan gembira.
akhirnya mereka pun merayakan perdamaian yang diciptakan oleh Zero dirumah masa kecil Zero.