
1. Guru baru
Aku seorang guru baru di TK ini. Anaknya lucu-lucu dan rekanku juga bagus. Hanya saja satu hal yang membuatku agak tidak betah. Gedung sekolah ini bukan hanya tua, namun sedikit horor.
Pagi itu Calista memintaku mengantarkannya ke belakang. Aku menggandeng tangan gadis kecil itu. Ia meminta untuk masuk toilet sendiri. Aku agak was-was mengingat itu anak pemberani dan cekatan, apa salahnya.
Aku lalu menunggu di pintu depan. Kulihat sekeliling. Wow, mungkin gedung ini sudah ada sejak jaman kolonial. Lalu tiba-tiba Calista sudah di sampingku. Aku menggandeng kembali dan kembali ke kelas. Setelah cukup jauh kami berjalan, seseorang memanggilku dari belakang. Aku menoleh. Nampak Calista sedang ada di pintu kamar mandi sambil melongo.
2. Pilek
"Halo, apa ini Bob?"
“Halo, ini Michelle. Ada apa? ”
“Apa kau baik-baik saja? Suaramu sedikit aneh. "
"Yah, jadi tambah seksi ya?" temanku tertawa, "Aku sedang sakit pilek."
"Oh benarkah? Kau harus beristirahat dan minum obat! "
"Ya, aku seharian ini tidur terus kok."
“Oh ya, aku ingin mengingatkanmu. Kau sudah membaca berita belum? Ada kemenangan berkeliaran di kota ini. Ia masuk ke rumah mereka dan mencekik mereka dari belakang. Kau harus hati-hati! ”
"Tenang, aku selalu membicarakan rumahku kok."
“Kau tinggal sendirian kan? Lagian kau juga lagi sakit sekali. Bagaimana kalau hari ini kau menginap di rumahku saja? ”
"Oh, apa kau yakin? Aku akan senang sekali. "
“Susah, cepatlah ke sini. Paling tidak aku yang merawatmu di sini. ”
"Oke. Eh, aku lupa dimana rumahmu hehehe. Maaf, aku pusing sekali, tak bisa berpikir. ”
“Oke tunggu, aku ke sana ya. Sampai jumpa! "
3. Bocah kurang ajar
Karena lembur, menghabiskan hari itu aku pulang cukup larut. Temanku lapar, jadi kami berhenti di minimarket. Temanku masuk untuk membeli roti dan mie instan, sedang aku di luar menungguinya.
Beberapa menit kemudian ada bocah yang berlari dan menabrakku. Ia kemudian berbelok ke geng kecil yang ada di sebelah bangunan minimarket ini. Bocah kurang ajar, pasti dia tak pernah diajari sopan santun oleh keluarga.
Selang beberapa waktu sesosok wanita nampak tergopoh-gopoh. Ia berlari lurus melewatiku. Karena penasaran, saya mengundangnya.
Ia lalu menghampiriku.
"Maaf pak, apa ayah melihat anak kecil lewat sini?"
"Oh, dia berbelok ke geng itu bu. Cari saja, pasti ketemu."
Ibu itu tersenyum, "Terima kasih, pak".
Temanku kemudian keluar dan kamipun melanjutkan perjalanan. Karena sangat mengantuk, begitu sampai ke rumah, aku segera tertidur.
Paginya aku membaca berita di koran tenang melepaskan seorang ibu. Sedang domba dipastikan diculik. Polisi curiga ini adalah ulah penjual organ Yang membuatku kaget, peristiwa ini terjadi tak jauh dari warung di mana temanku membeli makanan tadi malam.
Ah, semoga saja wanita itu bukan ibu yang kutemui tadi malam. Kasihan jika benar. Lingkungan ini benar-benar tidak aman. Aku harus pindah mungkin.
***
Dari author "Maaf ya untuk reader sekalian karena akhir-akhir ini author sibuk ngurus pendaftaran SMA jadi jarang upload cerita. Makasih juga buat kalian yang udah support novel ini dan kalau kalian punya request cerita seram yang seru, tulis di kolom komentar ya"
Makasih semua ^_^