
Tes Cinta adalah cerita urban legend dari Jepang, tentang seorang gadis cantik yang ternyata sangat menakutkan bagi para pemuda yang ingin berkencan dengannya.
.
.
Beberapa tahun yang lalu, di Jepang, ada seorang gadis muda yang tinggal bersama orang tuanya di sebuah desa terpencil. Dia sangat cantik, rambutnya hitam dan panjang, kulitnya putih bersih dan memiliki mata yang indah. Pemuda-pemuda Jepang akan datang dari jauh hanya untuk mengajaknya berkencan.
Kecantikanya sangat terkenal, banyak pemuda yang akan muncul di depan pintunya, mengaku mencintainya dan memohon untuk diizinkan mengajaknya keluar malam.
Namun, masalahnya tidak ada pemuda yang bisa berlama-lama kencan dengannya. Sebelum malam berakhir, para pemuda yang berkencan dengannya selalu melarikan diri, berteriak-teriak ketakutan. Tak satu pun dari mereka berbicara tentang apa yang terjadi dan semuanya menolak bertemu dengan gadis itu lagi.
Tidak lama kemudian, para pemuda berhenti datang dan orang tuanya mulai putus asa, takut putri mereka takkan pernah memiliki suami. Rumor mulai menyebar ke seluruh desa. Orang-orang mulai berpikir ada sesuatu yang salah dengan gadis cantik itu. Beberapa orang bertanya-tanya apa ia memiliki kepribadian yang mengerikan. Yang lain berpendapat bahwa ia memiliki beberapa jenis cacat mengerikan yang bisa membuat semua pemuda melarikan diri.
Orangtuanya bingung. Mereka tidak bisa mengerti kenapa banyak pemuda yang takut dengan putri mereka? Padahal dia begitu cantik, lembut dan ceria. Dia patuh, rajin dan tak pernah mengeluh ketika ibunya meminta untuk melakukan pekerjaan rumah.
Suatu hari, ketika ayahnya di kebun sedang memotong rumput, seorang pemuda datang ke kebun.
"Ada apa?" Tanya ayah.
"Saya ingin berkencan putri Anda," kata pemuda itu.
Sang ayah senang. "Mari, mari.." katanya, dengan senang hati memperkenalkan pemuda itu dengan putrinya yang cantik. Gadis itu tampak malu dan tidak melihat langsung pada pemuda itu. Gadis itu berbicara dengan pelan, suaranya nyaris tidak terdengar dan setiap kali dia berbicara, wajahnya tersipu merah.
Meskipun demikian, pemuda itu terkesima dan kemudian mengajaknya berkencan. Gadis itu mau dan menemaninya ke pintu ketika si pemuda akan keluar.
"Jangan sekarang," bisik gadis itu. "Kembalilah pada tengah malam, tapi jangan mengetuk terlalu keras atau kau akan membangunkan orang tuaku."
Pemuda itu terkejut namun ia datang kembali malam itu dan mengetuk pelan di jendela kamar tidurnya. Jendela dibuka dan gadis itu turun.
"Sebelum aku jalan denganmu, kau harus janji padaku," bisiknya.
Pemuda itu mengangguk penuh semangat.
Pemuda itu tidak bisa membayangkan apa yang gadis cantik itu pikiran, tetapi dia setuju untuk tetap diam. Dengan tangan di dada, pemuda itu berkata, "Aku bersumpah. Aku tidak akan pernah memberitahu kepada siapapun."
"Baiklah. Ikuti aku," kata gadis itu.
"Kemana kita akan pergi?" pemuda itu bertanya, tapi si gadis tidak menjawab.
Itu adalah malam yang gelap dan bulan sembunyi di balik lapisan awan. Di Jepang, mereka mengatakan itu adalah malam dimana banyak hantu berkeliaran. Mereka bisa mendengar suara tak menyenangkan dari anjing melolong di kejauhan. Mereka menyelinap diam-diam melalui jalan desa yang sepi sampai mereka tiba di tengah hutan.
Gadis itu bergegas menuruni jalan gelap, pemuda harus berlari untuk mengikutinya. Jalan itu berbatasan dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi seperti monster . Akhirnya, mereka sampai di sebuah makam tua.
Bulan muncul dari balik awan, pemuda itu bisa melihat batu nisan tua ditutupi dengan tanaman merambat dan lumut yang merayap. Gadis itu berdiri di tepi makam yang sepertinya masih baru. Pemuda itu melihatnya, gadis itu mengambil sekop tua berkarat dan mulai menggali, melemparkan gumpalan tanah di mana-mana. Kemudian, ia berlutut dan mengeruk tanah dengan tangannya sampai ia menemukan sebuah peti mati.
Bayangkan betapa terkejutnya ketika ia mengangkat tutupnya, membuka kain putih, dan merobek lengan mayat itu. Lalu gadis itu menggigitnya. Dia mengunyah sambil menatap pemuda itu.
"Ini adalah tes cinta," desis gadis itu. "Jika kau mencintaiku, kau akan melakukan apapun yang aku lakukan ... Kau akan makan apapun yang aku makan.."
Saat itu juga, gadis itu merobek lengan satunya dan melemparkannya kepada pemuda itu.
Tanpa ragu, pemuda itu mengambil lengan dan menggigitnya. Dia terkejut! Pemuda itu tidak pernah berpikir kalau daging manusia itu lezat! Tiba-tiba pemuda itu menyadari bahwa ia tidak makan mayat. Ini semua hanyalah lelucon. Itu adalah mayat permen, terbuat dari gula dan tepung beras.
Gadis cantik itu tertawa. "Hehe.. Kau tahu, semua pemuda yang datang mengajakku kencan takut dengan ini, kau satu-satunya yang tidak melarikan diri. Aku ingin menikah dengan pemuda yang berani sepertimu. Sekarang, aku akan menerima cintamu."
Pemuda itu tidak tersenyum. ia hanya berdiri di sana dalam kegelapan, di tepi makam, menatap gadis itu dengan mata yang penuh kemarahan.
"Hanya permen?" Geram pemuda itu. "Kupikir kau sepertiku."
Saat itu juga, ia meraih sekop dan mulai menggali kuburan lain. Ketika ia menemukan peti mati, ia membukanya dan mulai melahap mayat di dalamnya.
Kali ini, gadis itu yang lari berteriak.