Hell Theater

Hell Theater
The BongCheon-Dong Ghost



The BongCheon-Dong Ghost adalah sebuah cerita dari web horor Korea Selatan yang menggambarkan pertemuan seorang pejalan kaki dengan hantu wanita yang digambarkan dengan sosok mengerikan. Cerita horor tersebut digambarkan terjadi di desa Bongcheon, Seoul, Korea Selatan. Sejak dipublikasikan melalui portal web Korea Naver Webtoon pada bulan Juli 2011, komik legenda tersebut menjadi viral. Bahkan komik yang menggunakan bahasa Korea tersebut diterjemahkan dan diproduksi ulang menggunakan bahasa Inggris.


DISARANKAN kalian membaca terjemahan ini setelah melihat komiknya!!! Nggak greget soalnya kalo kalian baca terjemahannya dulu.


Peringatan: membaca komik ini bisa membuat jerit2 bahkan kencing di celana. Just prepare yourself!


Silakan dibaca dulu komiknya di


comic.naver. webtoon Atau kalian bisa lihat video di YouTube dengan judul Bongcheon-Dong Ghost


.


.


.


Kisah di bawah ini didasarkan pada kisah nyata.


Saat itu mungkin sekitar pukul 11.20 malam. Aku sedang berjalan pulang ke rumah setelah mengikuti les hingga malam hari. Malam itu aku tak melihat siapapun. Menurutku itu aneh, sebab kompleks apartemenku cukup luas dan biasanya aku melihat banyak orang lalu lalang walaupun hari sudah malam.


Suasana itu membuatku sedikit takut sehingga aku hanya berjalan sambil menundukkan kepala ke tanah.


Kemudian aku melihat sebuah bayangan bergerak ke arahku. Padahal seingatku di sana tak ada siapapun. Ketika aku mendongakkan kepalaku ...


Aku melihat seorang wanita berjalan di depanku. Namun ada sesuatu yang salah dengan wanita ini .... Aku bisa melihat bahwa ia sedikit cacat. Dia berjalan terpincang-pincang.


Dia berjalan sangat pelan sehingga lama-kelamaan aku semakin dekat dengannya. Kini, aku bisa melihatnya dengan semakin jelas. Dia mengenakan piyama pink yang kotor dan terlihat seakan-akan setiap sendi di tubuhnya telah patah


Aku merasa seharusnya aku tidak mendekatinya, dan aku juga tak punya nyali untuk melewatinya.


(Wanita itu menoleh. Lehernya berputar) Mereka mengatakan, jika kau benar2 ketakutan, kau takkan mampu berteriak dan hanya diam membeku di sana.


“Dimana anakku?” Pertanyaannya membuat otakku berpikir kencang Aku tak tahu mengapa saat itu aku melakukannya. Dan hingga sekarang, itu masih membuatku takut.


Aku menunjuk sejauh mungkin dan menjawab, “Di sebelah sana ...” Saat itu aku hanya ingin membuatnya pergi sejauh mungkin.


Dia berjalan terpincang-pincang ke arah yang kutunjuk.


Dan aku tak melihatnya lagi ... Aku tak mau bertemu dengannya lagi, jadi aku berbalik dan berjalan secepatnya meninggalkan kompleks apartemen itu.


Aku tak mampu memikirkan hal lain selain pergi secepatnya dari situ dan berada di tempat yang ramai.


Lalu ...


“DIA TAK ADA DI SANA!!!” (wanita itu berlari ke arahmu)


Aku tak ingat apapun setelah itu. Aku mendengar bahwa tetanggaku menemukanku pingsan dan membawaku pulang.


Pada 2007, di sebuah apartemen diBoncheon-Dong, Gwna-Ak-Gu, Seoul,seorang wanita berusia 33 tahun melompat dari balkon apartemennya dan meninggal seketika. Cho, yang bercerai dengan suaminya, telah kehilangan hak asuh anaknya dan memutuskan bunuh diri.


Dia sering terlihat berjalan di sekitar kompleks apartemen setelah kematiannya. Dia berjalan bertelanjang kaki dan mengenakan piyama yang sama dengan yang ia kenakan saat ia mengakhiri hidupnya. Semua sendi di tubuhnya telah patah dan penampakannya sangatlah mengerikan.