
Ini adalah kisah tentang sejarah yang dilupakan umat manusia.
Pada suatu waktu jauh di masa lalu, terdapat beberapa desa yang berdekatan di suatu kerajaan yang dikelilingi hutan dan gunung. peradaban di sana jauh lebih maju daripada peradaban lainnya di belahan bumi manapun.
kerajaan dipimpin oleh seorang raja pertama yang diangkat oleh penduduk dari desa-desa di sekitar kerajaan. Setelah raja pertama, gelar raja dapat diturunkan pada keturunan kerajaan atau seorang rakyat biasa. Itu tergantung pada kesepakatan desa-desa di wilayah kerajaan.
Pada masa pemerintahan raja yang ke-36, terjadi banyak bencana alam yang menerpa kerajaan itu. Bahkan dalam seminggu ada sekitar 4 bencana besar yang terjadi di wilayah kerajaan. Desa-desa di wilayah kerajaan banyak yang hancur karenanya. Setidaknya ada 5 dari 9 desa yang hancur akibat bencana yang menerjang.
Raja memerintahkan pada seluruh penduduk di keempat desa yang tersisa untuk pergi menjauh dari wilayah kerajaan. Para penduduk pun sepakat untuk membawa pergi semua penduduk desa sesuai dengan arah mata angin. Desa pertama akan pergi ke arah timur atau ke pegunungan. Desa kedua akan pergi ke arah Selatan atau ke daerah padang rumput luas. Desa ketiga akan pergi ke arah Barat atau ke daerah dekat hutan. Desa keempat akan pergi ke daerah utara atau ke pesisir pantai.
Setelah semua penduduk dari keempat desa pergi meninggalkan wilayah kerajaan, rombongan kerajaan juga bersiap untuk meninggalkan wilayahnya. mereka akan pergi jauh ke timur untuk menjelajahi bumi, dengan harapan untuk menemukan peradaban lainnya.
Saat rombongan kerajaan berjalan melintasi lembah diantara dua gunung, sang raja melihat ada cahaya terang di puncak gunung selatan, sedangkan di puncak gunung utara pengawalnya melihat ada cahaya gelap yang mengerikan. Kedua cahaya itu melesat ke arah satu sama lain hingga bertemu di langit di atas rombongan kerajaan.
Para pengawal yang melihat kejadian ini bergegas membawa raja dan yang lainnya pergi dari lembah itu. Pertemuan kedua elemen itu menyebabkan ledakan besar di langit. Saking kuatnya sampai membuat banyak pohon tumbang, menerbangkan batu-batu besar, juga menyebabkan setengah dari rombongan kerajaan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Beberapa saat setelah ledakan itu, putra raja yang tertua melihat ada dua manusia yang jatuh dari tengah ledakan itu. Pengawal yang tersisa segera membawa kedua orang itu ke rombongan. mereka dalam kondisi tak sadarkan diri. Raja memutuskan untuk membawa mereka berdua dalam perjalanan. Beberapa jam setelahnya, mereka berdua terbangun. Mereka terdiam menatap satu sama lain, lalu salah satunya mulai mengeluarkan cahaya terang dan yang lainnya mengeluarkan asap gelap dari tubuhnya. Mereka turun dari kereta kuda dan dan dalam beberapa saat terbang melesat ke langit. Arah terbang mereka menuju ke arah desa yang ditinggalkan rombongan kerajaan. Raja segera memerintahkan rombongannya untuk berbalik dan kembali ke arah desa secepat mungkin. Ia khawatir akan terjadi hal buruk pada desa-desa yang ditinggalkannya.
Kedua manusia yang terbang itu jatuh dan mengarah tepat di bangunan kerajaan yang telah ditinggalkan. Atau tepatnya berada di tengah-tengah keempat desa yang berjauhan. Mereka menghantam tanah dan menimbulkan ledakan yang lebih besar dari yang sebelumnya. Lalu dari ledakan tersebut terpancar empat sinar berbeda warna yang mengarah ke keempat arah mata angin. Raja dan rombongannya sampai di suatu tebing tinggi dan melihat keempat sinar tersebut mengarah ke masing-masing desanya. Raja panik! Dia lantas memerintahkan rombongan yang tersisa untuk berpencar menjadi dua bagian. Rombongan pertama yang dipimpin oleh raja pergi ke desa di utara dan barat, sedangkan rombongan kedua yang dipimpin oleh putra raja pergi ke desa di timur dan selatan. Mereka berpisah untuk memastikan tidak terjadi hal buruk di setiap desa akibat pancaran sinar tersebut. Raja juga berpesan agar berkumpul di bekas bangunan kerajaan setelah memeriksa semua desa.
Sesampainya di desa utara, raja segera bertanya pada kepala desa tentang pancaran sinar berwarna biru yang mengarah kemari.
Raja lalu pergi menemui remaja itu di rumahnya, ibu remaja itu menemukan bahwa rambut anaknya berubah menjadi biru kehitaman dan suhu tubuh anaknya turun, namun anaknya masih bernafas dengan normal. Raja lalu meminta ijin untuk membawa remaja itu pergi ke bekas bangunan kerajaan karena di sana masih terdapat obat-obatan yang mungkin berguna. Raja juga membawa beberapa orang dari desa itu untuk membantu perjalanannya ke desa di barat.
dalam perjalanan salah satu orang dari desa utara berkata kalau bencana alam sudah jarang terjadi sejak mereka mengungsi dari kerajaan. Sesampainya di desa barat, kepala desanya juga berkata kalau ada seorang remaja yang mencari kayu bakar di hutan terkena pancaran sinar berwarna putih. Remaja itu juga sedang tak sadarkan diri, raja juga membawa pergi remaja itu untuk dibawa ke bekas kerajaan. Lalu rombongan kerajaan beserta orang-orang dari desa utara dan barat pergi ke bekas bangunan kerajaan untuk bertemu rombongan putra raja.
Rombongan putra raja ternyata juga membawa dua orang remaja dari kedua desa yang bernasib sama seperti dua remaja yang dibawa raja. Lalu mereka ditidurkan di suatu ruangan dekat gudang obat. Saat raja dan yang lain sedang sibuk mencari obat untuk keempat remaja tersebut, tiba-tiba muncul batu-batu besar yang mengelilingi keempat remaja tersebut. Tanah di bawahnya juga sepertu amblas kebawah dan menelan keempat remaja itu ke dalam bumi. Lalu lubang bekas batuan itu dengan cepat tertutup batu besar. Semua orang terkejut melihatnya. Batu besar itu terlalu berat untuk diangkat, bahkan dengan kekuatan 20 orang.
Semua orang akhirnya putus asa dan merelakan keempat remaja itu ditelan bumi. Mereka kembali ke desa masing-masing dengan perasaan sedih dan kecewa. mereka juga membawa masing-masing dua utusan dari raja untuk menjelaskan apa yang terjadi pada keluarga para remaja itu. Setelah semua orang pergi, sang putra raja kembali sendirian ke tempat tadi untuk mengambil perlengkapannya yang tertinggal. Saat mencari busurnya, ia dikejutkan oleh sebuah buku yang tiba-tiba keluar dari batu tempat terkuburnya keempat remaja tadi. Ia membawa dan membaca buku tersebut.
Dari buku tersebut diketahui bahwa manusia dengan kekuatan cahaya dan kegelapan yang saling bertarung sebelumnya dinamakan Garzen. Garzen adalah seorang manusia yang mendapatkan kekuatan pengendalian penuh terhadap salah satu elemen di alam semesta. Selama ini, hanya ada dua garzen yang ada di bumi. Namun jumlahnya mungkin akan bertambah seiring dengan perkembangan zaman. Kedua garzen pertama yaitu garzen cahaya dan garzen bayangan. Mereka memiliki sifat yang berlawanan yang berakibat seringnya terjadi perselisihan diantara mereka. Itu semua adalah informasi yang didapat daru buku misterius tersebut.
Setelah diselidiki, ternyata masih ada tulisan di halaman terakhir buku yang bertuliskan:
"Kekuatan dan sifat garzen itu abadi, jika penggunanya mati maka akan ada pengguna garzen baru di masa yang akan datang." Buku itu lalu disimpan dan dirawat sebaik mungkin di perpustakaan desa utara.
Beberapa tahun setelahnya, muncul wabah penyakit mematikan yang menyerang keempat desa. Semua orang terinfeksi dan tewas oleh penyakit tersebut, tidak terkecuali raja dan keluarganya serta para pengawalnya. Keempat desa tersebut menjadi terbengkalai selana ribuan atau tahun.
......................